MotoGP  

Pedro Acosta Ungkap Titik Lemah Utama Motor KTM Jelang MotoGP Amerika

Pedro Acosta Ungkap Titik Lemah Utama Motor KTM Jelang MotoGP Amerika
Pedro Acosta ungkap titik lemah utama motor KTM jelang MotoGP Amerika - Dokumentasi laman: (c) Michelin

Titik lemah utama motor KTM akhirnya diungkap oleh Pedro Acosta di awal musim MotoGP 2026. Pembalap muda tersebut menyoroti bahwa kecepatan puncak (top speed) kini menjadi masalah terbesar yang KTM hadapi.

Padahal, dalam beberapa musim terakhir, KTM adalah salah satu motor tercepat di lintasan lurus.

Titik Lemah Utama Motor KTM Ada di Top Speed

Dalam pernyataannya, Acosta menegaskan bahwa titik lemah utama motor KTM saat ini adalah kurangnya kecepatan maksimal dari para rival.

Data dari GP Brazil menunjukkan perbedaan signifikan. Motor KTM tercepat yang dikendarai Acosta hanya mencatatkan 342,8 km/jam, jauh di bawah catatan Marc Marquez bersama Ducati yang mencapai 348,3 km/jam.

Bahkan, KTM hanya sedikit lebih cepat dari Yamaha, yang mencatatkan kecepatan tertinggi 341,7 km/jam.

BACA JUGA: MotoGP Ungkap Penyebab Masalah di Sirkuit Brazil Usai Investigasi Resmi

Dampak Besar pada Performa Balap

Kurangnya top speed berdampak besar pada performa balap. Acosta menjelaskan bahwa tanpa kecepatan maksimal yang cukup, pembalap akan kesulitan menyalip atau bahkan bertahan dalam slipstream lawan.

Hal ini membuat strategi balap menjadi lebih terbatas, terutama di sirkuit dengan lintasan lurus panjang.

Acosta menegaskan bahwa saat ini tim hanya bisa memaksimalkan potensi yang ada sambil menunggu pengembangan lebih lanjut dari pabrikan.

Ancaman di GP Amerika Serikat

Kekhawatiran semakin besar menjelang Grand Prix Amerika Serikat di Austin. Sirkuit tersebut memiliki dua lintasan lurus panjang yang sangat mengandalkan top speed.

Acosta menyadari bahwa kondisi ini bisa menjadi tantangan berat bagi KTM jika tidak segera menemukan solusi.

Ia menekankan pentingnya fokus pengembangan pada aspek tersebut agar tidak semakin tertinggal dari kompetitor.

Strategi Ban dan Hasil di GP Brazil

Pada GP Brazil, Acosta mencoba strategi dengan menggunakan ban belakang soft setelah jumlah lap balapan dikurangi.

Keputusan ini cukup berisiko, namun dinilai sebagai langkah terbaik dalam kondisi yang ada. Hasilnya, ia mampu finis di posisi ketujuh.

Meski demikian, hasil tersebut belum cukup untuk mempertahankan posisi di puncak klasemen.

BACA JUGA: Marc Marquez Ungkap Kekurangan Ducati 2026, Awal Balapan Jadi Kunci Gagal Podium

Persaingan Klasemen Semakin Ketat

Setelah hasil di Brazil, Acosta kini turun ke posisi ketiga klasemen MotoGP 2026 sementara. Ia tertinggal dari pemimpin baru, Marco Bezzecchi, yang tampil konsisten bersama Aprilia.

Perubahan ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di MotoGP 2026, di mana setiap detail performa sangat menentukan hasil akhir.

Situasi ini menjadi kontras ketika saat awal musim di Thailand. Saat itu, Acosta tampil impresif dengan meraih kemenangan sprint pertamanya dan finis kedua di balapan utama.

Namun, ia sendiri mengaku tidak menyangka bisa memimpin klasemen saat itu.

Pernyataan tersebut kemudian diklarifikasi oleh bos KTM, Aki Ajo, yang menyebut bahwa komentar Acosta sempat disalahartikan.

KTM Harus Segera Berbenah

Dengan berbagai tantangan yang ada, KTM harus segera melakukan perbaikan, terutama pada aspek top speed.

BACA JUGA: Jorge Martin Nikmati Podium Pertama Bersama Aprilia, Tetap Yakin dengan Masa Depannya

Jika tidak, mereka berisiko kehilangan daya saing di tengah ketatnya persaingan MotoGP musim ini.

Acosta sendiri tetap optimistis, namun menegaskan bahwa peningkatan performa harus segera tim lakukan agar tim bisa kembali bersaing di papan atas.