Komentar Maverick Vinales usai seri Hungaria menjadi sorotan setelah pembalap Red Bull KTM Tech3 itu mengungkap temuan penting terkait karakter motor KTM RC16 di MotoGP 2026. Meski hanya finis di posisi ke-15 pada MotoGP Hungaria di Balaton Park, Vinales merasa mulai memahami cara memaksimalkan performa motornya.
Pembalap asal Spanyol tersebut mengakui bahwa KTM memiliki karakter yang berbeda dari motor yang pernah ia tunggangi sebelumnya. Menurutnya, untuk mencatat waktu kompetitif, motor RC16 harus dikendarai secara agresif dan bahkan melewati batas normal sepanjang lap.
Temuan itu sebagai langkah maju yang penting menjelang putaran berikutnya di Brno, Republik Ceko.
BACA JUGA: Toprak Razgatlioglu Tak Bahagia Meski Catat Hasil Terbaik di MotoGP Hungaria 2026
Maverick Vinales Mulai Memahami Karakter KTM RC16
Sejak mengalami cedera bahu pada MotoGP Jerman 2025, performa Vinales belum kembali ke level terbaiknya. Operasi yang ia jalani pada Maret lalu untuk mengatasi masalah di bahu kanan juga membuat proses pemulihan berlangsung cukup panjang.
Namun, balapan di Hungaria memberikan pemahaman baru bagi Vinales mengenai cara mengeluarkan potensi maksimal KTM RC16.
Ia menjelaskan bahwa catatan waktunya mulai membaik ketika mampu mengerem lebih keras dan lebih dalam saat tidak berada di belakang pembalap lain.
Menurut Vinales, saat berkendara sendirian ia mampu mencatat waktu putaran di kisaran 1 menit 39 detik. Dan ini yang menjadi target utamanya sepanjang akhir pekan.
Harus Berkendara di Atas Batas Kemampuan
Salah satu pernyataan menarik dari Vinales adalah pengakuannya bahwa KTM harus dikendarai “over the limit all the time” atau di atas batas kemampuan hampir sepanjang waktu untuk menghasilkan lap time yang kompetitif.
BACA JUGA: Daftar Juara Sprint Race MotoGP 2026
Ia merasa bahwa motor RC16 membutuhkan gaya balap yang sangat agresif, terutama saat memasuki zona pengereman.
Ketika tidak mampu mengerem seagresif itu, performa motor langsung menurun dan catatan waktu menjadi kurang kompetitif.
“Untuk mendapatkan lap time terbaik, saya merasa harus mendorong motor di atas batas kemampuannya sepanjang waktu,” jelas Vinales.
Pernyataan tersebut sekaligus menjelaskan mengapa ia masih kesulitan bersaing di barisan depan meskipun mulai memahami karakter motor KTM.
Kondisi Fisik Masih Jadi Kendala
Meski telah menemukan arah pengembangan yang tepat, Vinales mengakui bahwa kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.
BACA JUGA: Hasil Balapan MotoGP Hungaria 2026: Marc Marquez Raih Kemenangan ke-100 di Balaton Park
Ia masih membangun kembali kekuatan pada bahu kanan yang sebelumnya mengalami cedera serius. Akibatnya, gaya balap agresif yang dibutuhkan KTM belum bisa diterapkan secara konsisten sepanjang balapan.
Masalah lain muncul ketika harus mengikuti pembalap lain dari dekat. Vinales merasa harus mengerem lebih awal karena motor tidak berhenti sebaik yang ia harapkan ketika berada dalam turbulensi dan tekanan balapan.
Hal tersebut membuatnya kehilangan waktu berharga dan kesulitan melakukan manuver menyalip.
Optimistis Menatap MotoGP Brno
Meski hasil di Hungaria belum memuaskan, Vinales tetap optimistis menghadapi seri berikutnya di Brno. Jeda satu pekan tanpa balapan ia yakini akan membantu meningkatkan kondisi fisiknya.
Pembalap Spanyol itu percaya dirinya semakin dekat dengan kebugaran penuh dan kini telah memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai cara mengendarai KTM RC16 secara efektif.
BACA JUGA: Hasil Warm Up MotoGP Hungaria 2026: Fermin Aldeguer Tercepat, Marc Marquez Posisi Lima
Jika kekuatan fisiknya terus meningkat, bukan tidak mungkin Vinales kembali menjadi ancaman bagi para pembalap papan atas MotoGP pada paruh kedua musim 2026.
Dengan pemahaman baru yang ia peroleh di Balaton Park, Vinales berharap dapat mengubah potensi tersebut menjadi hasil yang lebih kompetitif pada seri-seri berikutnya.





