Ferrari butuh peningkatan jika ingin menghentikan dominasi Mercedes pada musim Formula 1 2026. Hal itu diungkapkan langsung oleh Lewis Hamilton setelah Grand Prix Monako, di mana ia melihat secara jelas perbedaan performa antara mobil Ferrari SF-26 dan Mercedes W17.
Hamilton yang finis di posisi kedua harus mengakui keunggulan Andrea Kimi Antonelli yang meraih kemenangan kelima beruntun musim ini. Menurut juara dunia tujuh kali tersebut, terdapat perbedaan yang sangat besar atau “night and day” antara performa kedua mobil, terutama dalam aspek downforce dan traksi.
Hamilton Akui Mercedes Masih Jadi Acuan
Mercedes kembali menunjukkan dominasinya pada GP Monako 2026. Antonelli berhasil mengendalikan balapan sejak awal hingga finis, sementara Hamilton tidak mampu memberikan tekanan berarti meskipun sempat berada di posisi kedua hampir sepanjang lomba.
BACA JUGA: Performa Mobil McLaren Dipertanyakan, Lando Norris Desak Tim Benahi Konsistensi di F1 2026
Hamilton menjelaskan bahwa dirinya sempat mendapatkan start yang cukup baik dan hampir sejajar dengan Antonelli saat lampu start padam. Namun, setelah balapan berjalan, keunggulan Mercedes langsung terlihat.
“Begitu balapan dimulai, saya hanya bisa melihat Antonelli menjauh. Performa yang mereka miliki berada di level yang berbeda,” ujar Hamilton.
Pernyataan tersebut semakin menegaskan bahwa Mercedes masih menjadi tolok ukur bagi tim-tim rival pada musim ini.
Ferrari Butuh Peningkatan pada Downforce dan Traksi
Menurut Hamilton, Ferrari saat ini masih tertinggal cukup jauh dalam hal performa aerodinamika dibanding Mercedes.
Ia menilai bahwa salah satu kelemahan terbesar SF-26 adalah tingkat downforce yang belum mampu menyamai mobil Mercedes. Selain itu, traksi saat keluar tikungan juga menjadi faktor penting yang membuat Ferrari kesulitan bersaing.
BACA JUGA: Daftar Starting Grid Grand Prix Monako 2026: Antonelli Start dari Pole, Verstappen Mengancam
“Dari sisi downforce, mereka jelas berada di depan kami. Di Monako, tenaga mesin bukan masalah utama. Yang paling terlihat adalah traksi mereka yang jauh lebih baik dibanding kami,” jelas Hamilton.
Kemampuan traksi yang superior membuat pembalap Mercedes mampu memperoleh akselerasi lebih baik saat keluar tikungan, sebuah aspek yang sangat penting di sirkuit jalan raya seperti Monako.
Ferrari Siapkan Pengembangan Baru
Meski mengakui keunggulan Mercedes, Hamilton tetap optimistis Ferrari dapat memperkecil jarak performa dalam beberapa seri mendatang.
Pembalap asal Inggris itu menyebut para insinyur di Maranello saat ini bekerja keras untuk menghadirkan peningkatan performa pada SF-26.
Hasil podium kedua di Monako adalah sebagai modal positif untuk terus mengembangkan mobil sepanjang musim.
Hamilton juga mengaku kini memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai area yang harus menjadi fokus pengembangan Ferrari.
BACA JUGA: Hasil Kualifikasi F1 Grand Prix Monako 2026: Kimi Antonelli Rebut Pole Position Dramatis
Posisi Hamilton di Klasemen Meningkat
Meski belum mampu meraih kemenangan bersama Ferrari musim ini, hasil di Monako membawa Hamilton naik ke posisi kedua klasemen Formula 1 saat ini.
Saat ini ia tertinggal 66 poin dari pemimpin klasemen Andrea Kimi Antonelli dan unggul dua poin atas mantan rekan setimnya di Mercedes, George Russell.
Pencapaian tersebut cukup mengejutkan bagi Hamilton mengingat Ferrari masih belum memiliki paket mobil terbaik di grid.
“Saya tidak menyangka bisa berada di posisi kedua klasemen saat ini. Saya sangat bersyukur kepada tim dan keandalan mobil yang kami miliki,” kata Hamilton.
Ferrari Tetap Optimistis Kejar Mercedes
Musim Formula 1 2026 masih menyisakan banyak balapan dan Ferrari percaya peluang untuk mengejar Mercedes masih terbuka.
BACA JUGA: Hasil FP3 F1 Grand Prix Monako 2026: Kimi Antonelli Hentikan Dominasi Ferrari
Hamilton menegaskan bahwa mengejar pemimpin klasemen sering kali lebih mudah dari mempertahankan posisi puncak. Karena itu, Ferrari akan terus menekan dan mengembangkan mobil demi memangkas selisih performa.
Jika peningkatan downforce dan traksi berhasil tercapai dalam beberapa seri mendatang, bukan tidak mungkin Ferrari dapat menjadi penantang serius Mercedes dalam perebutan gelar juara dunia.
Untuk saat ini, satu hal yang jelas adalah Ferrari butuh peningkatan signifikan agar mampu menyamai kecepatan dan konsistensi yang Mercedes tampilkan sepanjang musim Formula 1 2026.





