Kandang tim Tech3 menjadi tempat Enea Bastianini mengungkap kelemahan motor KTM setelah MotoGP Prancis 2026 di Le Mans. Meski berhasil finis ketujuh pada balapan utama, pembalap asal Italia itu mengaku performa KTM RC16 masih memiliki banyak keterbatasan, terutama saat menggunakan ban belakang lunak.
Bastianini memang mampu bangkit setelah akhir pekan yang sulit di Le Mans. Rider Tech3 KTM itu sempat mengalami dua kecelakaan pada hari Sabtu, termasuk saat Sprint Race dan sesi kualifikasi, yang membuatnya harus memulai balapan utama dari posisi ke-14.
Namun pada balapan hari Ahad, Enea Bastianini berhasil melakukan recovery hingga finis di posisi ketujuh di kandang tim Tech3, walau masih tertinggal cukup jauh dari Pedro Acosta yang menjadi pembalap KTM terbaik di posisi kelima.
Kandang Tim Tech3 Jadi Momen Evaluasi KTM
Enea Bastianini menilai hasil di Le Mans memperlihatkan beberapa kelemahan utama KTM yang perlu segera tim perbaiki. Menurutnya, motor KTM sangat sulit dikendalikan saat menggunakan ban belakang soft.
BACA JUGA: Jadwal Lengkap MotoGP Catalunya 2026: Balapan Digelar 15-17 Mei
Pembalap Italia itu mengaku mengalami banyak pergerakan pada motor sehingga kesulitan menjaga ritme balapan sepanjang race utama MotoGP Prancis 2026.
“Ekspektasi saya sebenarnya lebih tinggi dari hasil yang didapat hari ini,” ujar Bastianini.
“Tetapi saat ini kami punya beberapa keterbatasan dan harus memahami apa penyebabnya.”
Ia menjelaskan bahwa masalah terbesar muncul ketika memakai ban belakang lunak, terutama saat mencoba mendorong motor lebih maksimal.
“Sangat sulit untuk mengendalikan motor. Bahkan pada akhir balapan saya tidak bisa melaju secepat biasanya,” lanjut mantan pembalap Ducati tersebut.
Meski demikian, Bastianini tetap senang bisa membawa hasil positif untuk Tech3 di seri kandang mereka di Prancis.
BACA JUGA: Kondisi Fisik Bermasalah, Marc Marquez Mengaku Balapan dengan “Satu Setengah Tangan”
Perjuangan Berat Enea Bastianini di Le Mans
Akhir pekan MotoGP Prancis 2026 memang berjalan tidak mudah bagi Enea Bastianini. Pada sesi kualifikasi, ia mengalami crash yang membuat peluang lolos langsung ke Q2 menghilang.
Situasi semakin buruk ketika ia kembali terjatuh saat Sprint Race hari Sabtu. Beruntung, Bastianini mampu tampil lebih konsisten pada balapan utama Minggu dan mengamankan tujuh poin penting.
Finis ketujuh memang belum cukup memuaskan bagi pembalap yang musim lalu kerap bersaing di barisan depan. Namun hasil tersebut tetap menjadi modal penting bagi KTM dan Tech3 untuk menghadapi seri berikutnya di Catalunya.
Jonas Folger Kembali Balapan Bersama Tech3
Selain Bastianini, perhatian di Le Mans juga tertuju pada Jonas Folger yang kembali tampil di MotoGP untuk pertama kalinya sejak 2023. Pembalap Jerman itu menggantikan Maverick Vinales yang masih menjalani pemulihan cedera bahu.
Folger berhasil menyelesaikan balapan meski finis sangat jauh dari pimpinan lomba. Ia mengaku fokus utamanya hanyalah memahami karakter motor KTM dan menyelesaikan race hingga garis finis.
BACA JUGA: RS-GP Motor Terbaik MotoGP? Aprilia Masih Enggan Sesumbar Meski Dominasi 2026
“Balapan ini sangat berat, tetapi target utama saya adalah menyelesaikan lomba dan terus belajar,” ujar Folger.
Ia juga mengaku kehilangan rasa percaya diri setelah mengalami crash pada hari Sabtu, ditambah kondisi fisik yang belum sepenuhnya prima.
Meski begitu, Folger tetap merasa akhir pekan di Le Mans berjalan lebih baik dari perkiraannya.
Hasil MotoGP Prancis 2026 kini menjadi bahan evaluasi besar bagi KTM. Dengan Pedro Acosta tampil kompetitif dan Enea Bastianini menemukan berbagai masalah teknis, pabrikan Austria itu harus segera mencari solusi sebelum MotoGP Catalunya pekan ini.





