MotoGP  

Cukup 10 Lap Saja, Acosta Sebut Sprint Race MotoGP ‘Membosankan’, Namun Grid Oke

Cukup 10 Lap Saja, Acosta Sebut Sprint Race MotoGP 'Membosankan', Namun Grid Oke
Pedro Acosta - Dokumentasi : (c) Michelin

Pedro Acosta sebut Sprint Race MotoGP terlalu panjang dan membosankan setelah menjalani balapan pendek tersebut pada MotoGP Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring. Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu menilai format balapan singkat saat ini kurang menarik karena jumlah lap yang terlalu banyak, sehingga ia mengusulkan adanya perubahan aturan demi meningkatkan kualitas persaingan di lintasan.

Pedro Acosta menyampaikan pendapat tersebut setelah finis di posisi kedelapan dalam Sprint Race Sachsenring. Ia menjadi pembalap pertama yang berhasil memperbaiki posisi setelah naik dari urutan ke-10 pada lap pertama, sementara tujuh pembalap terdepan mempertahankan posisi mereka hingga garis finis.

Acosta Sebut Sprint Race MotoGP Sebaiknya Maksimal 10 Lap

Menurut Acosta, Sprint Race sepanjang 15 lap seperti yang berlangsung di Sachsenring terlalu panjang untuk ukuran balapan singkat.

BACA JUGA: Klasemen MotoGP Usai Sprint Race: Jorge Martin Masih Memimpin, Marc Marquez Pangkas Jarak

Ia memahami bahwa regulasi MotoGP saat ini menetapkan Sprint Race berlangsung sepanjang setengah jarak balapan Grand Prix. Namun, pembalap asal Spanyol itu menilai aturan tersebut tidak selalu menghasilkan tontonan menarik.

Acosta mengusulkan agar Sprint Race memiliki jumlah lap maksimal sekitar 10 putaran, terutama pada sirkuit yang memiliki jumlah lap balapan utama cukup banyak.

Menurutnya, hingga sekitar lap ke-10, persaingan masih berlangsung sangat ketat. Selisih waktu antara pembalap pertama hingga posisi kedelapan hanya sekitar tiga detik sehingga peluang saling menyerang masih terbuka lebar.

Setelah itu, jarak antarpembalap mulai melebar dan balapan menjadi lebih monoton.

Sulit Mengikuti Motor di Depan

Acosta juga menjelaskan salah satu penyebab minimnya aksi salip-menyalip di Sprint Race Sachsenring.

Menurutnya, tantangan terbesar bukanlah melakukan manuver menyalip, melainkan mempertahankan jarak sangat dekat dengan motor di depan.

BACA JUGA: Hasil Sprint Race MotoGP Jerman 2026: Marc Marquez Menang Dramatis, Ducati Sapu Podium Sachsenring

Saat pembalap berada tepat di belakang rivalnya, performa motor menjadi lebih sulit dikendalikan sehingga kesempatan untuk menyerang justru semakin kecil.

Kondisi tersebut membuat sebagian besar pembalap memilih menjaga posisi dari mengambil risiko besar.

Posisi Kedelapan Dinilai Sesuai Performa KTM

Meski gagal bersaing di barisan depan, Acosta menganggap finis di posisi kedelapan mencerminkan kondisi KTM saat ini.

Ia mengakui Ducati dan Aprilia memang masih menjadi dua pabrikan terkuat di MotoGP 2026.

Menurut Acosta, ketika KTM tampil maksimal mereka masih mampu bersaing di lima besar. Namun saat motor mengalami kendala, posisi realistis mereka berada di kisaran peringkat ketujuh hingga kesepuluh.

Ia juga mengaku cukup terkejut karena motornya mengalami kesulitan besar pada ban depan dan ban belakang sepanjang Sprint Race.

BACA JUGA: Marco Bezzecchi Crash di MotoGP Jerman 2026, Aprilia Konfirmasi Absen dan Harus Jalani Operasi

Cedera Pergelangan Tangan Sudah Tak Lagi Mengganggu

Di sisi lain, Acosta membawa kabar positif terkait kondisi fisiknya setelah menjalani operasi carpal tunnel beberapa waktu lalu.

Pembalap berusia muda tersebut mengatakan kondisi tangan dan jarinya sudah kembali normal. Meski sempat merasakan sedikit nyeri saat balapan, cedera itu bukan lagi faktor yang menghambat performanya.

Sebaliknya, masalah terbesar KTM saat ini adalah penurunan grip ban depan yang membuat kecepatan motor terus menurun seiring jalannya balapan.

Acosta Apresiasi Format Grid Baru MotoGP

Selain mengkritik format Sprint Race, Acosta juga memberikan pujian terhadap perubahan susunan grid start MotoGP yang mulai diterapkan di Sachsenring.

Menurutnya, jarak yang lebih lebar antarbaris pembalap membuat situasi di tikungan pertama jauh lebih aman dari sebelumnya.

BACA JUGA: Hasil Kualifikasi MotoGP Jerman 2026: Marc Marquez Raih Pole Position, Marco Bezzecchi Cedera

Dengan format baru tersebut, pembalap tidak lagi dikelilingi banyak motor saat memasuki tikungan pertama sehingga risiko tabrakan pada awal balapan bisa diminimalkan.

Bagi Acosta, perubahan grid tersebut merupakan salah satu peningkatan keselamatan terbaik yang pernah ada di MotoGP dalam beberapa musim terakhir.