MotoGP  

Pengakuan Marc Marquez di Aragon: Seharusnya Pimpin Balapan Sejak Lap 1 Tanpa Insiden Rear Device

Pengakuan Marc Marquez di Aragon Seharusnya Pimpin Balapan Sejak Lap 1 Tanpa Insiden Rear Device
Marc Marquez - Dokumentasi : (c) Michelin

Sebuah pengakuan menarik di balik layar terungkap lewat pengakuan Marc Marquez di Aragon seusai merajai balapan utama di Sirkuit MotorLand Aragon.

Pembalap Ducati Lenovo Team tersebut meyakini bahwa dirinya sanggup mengulang dominasi sesi Sprint dengan memimpin di setiap putaran dari awal hingga akhir balapan, andai tidak terganjal kesalahan teknis pada pengoperasian perangkat ketinggian belakang (rear ride-height device).

Dalam tayangan video terbaru di kanal YouTube Inside Ducati, Marquez terekam tengah berbicara blak-blakan kepada kru tim mekaniknya di area parc ferme.

BACA JUGA: Nyaris Kehilangan Kemenangan, Simak Blunder Marc Marquez di MotoGP Aragon

Sang juara dunia bertahan mengakui secara terbuka bahwa kelalaiannya menonaktifkan perangkat suspensi belakang tersebut langsung merusak rencananya untuk mendominasi sejak tikungan pertama.

“Saya membuat kesalahan besar. Saat start, saya lupa menonaktifkan rear device. Jika tidak melakukan kesalahan itu, saya pasti sudah berada di posisi pertama sejak tikungan satu.

Saya terlalu fokus, sampai-sampai begitu keluar dari Tikungan 1 saya langsung sadar apa yang terjadi. Hingga mencapai Tikungan 8, saya benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa.”

Percikan Api di Tikungan 2 dan Prosedur Start Desmosedici

Marquez menjelaskan lebih rinci kepada awak media terkait kerumitan prosedur start pada motor Ducati Desmosedici GP. Secara teknis, pembalap diharuskan mengaktifkan perangkat tersebut di lintasan lurus belakang saat putaran pemanasan (warm-up lap), kemudian harus ingat untuk menonaktifkannya kembali sebelum menempati posisi start agar motor dapat merendah secara otomatis saat pengereman keras di Tikungan 1.

BACA JUGA: Usai Seri Aragon, Cek Klasemen Sementara MotoGP 2026: Persaingan Martin, Marquez, dan Bezzecchi Memanas

Kelalaian Marquez membuat bagian bawah motornya menggasak aspal hingga memercikkan bunga api saat melibas Tikungan 2. Kondisi motor yang terlalu ceper memaksanya melebar dan melorot. Namun akhirnya ia mampu melakukan pemulihan luar biasa untuk mengamankan posisi kedua di belakang Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) pada akhir putaran pertama.

Manuver Ciamik di Lap 6 dan Manajemen Keausan Ban

Pembalap bernomor #93 itu tidak membiarkan kesalahan awal memupus ambisinya. Pada putaran keenam dari total 23 lap, Marquez melancarkan manuver penentu di area chicane. Ia bahkan mampu merebut pimpinan lomba dari Bezzecchi, memicu duel adu akselerasi ketat di trek lurus berikutnya.

Marquez sukses mempertahankan posisinya, sementara Bezzecchi justru melebar dan disalip oleh Pedro Acosta (Red Bull KTM).

Setelah mengamankan posisi terdepan, Marquez memilih menjaga ritme demi menghemat usia ban sebelum melesat menjauh dari kejaran Acosta di sepertiga akhir lomba:

“Saya mengelola keausan ban terlebih dahulu, lalu saat balapan menyisakan sepuluh putaran, saya memutuskan untuk tancap gas.

BACA JUGA: Hasil Balapan MotoGP Aragon 2026: Marc Marquez Sempurnakan Kemenangan Ganda, Bezzecchi Ketiga

Saya sempat khawatir dengan degradasi ban depan. Namun bagi saya, perubahan setelan pada motor kali ini jauh lebih baik dan seimbang. Seri Aragon memang harus diselesaikan dengan cara seperti ini.”

Kemenangan ganda di MotorLand Aragon sukses menghapus kenangan pahit di Silverstone. Kemenangan ini membawa Marquez merangsek ke peringkat kedua klasemen kejuaraan dunia dengan defisit hanya 19 poin di belakang Jorge Martin.