Saatnya mengubah strategi menjadi ide berikutnya bagi Raul Fernandez dalam persiapan balapan seri berikutnya. Fernandez gagal ikut merayakan dominasi Aprilia pada MotoGP Prancis 2026 di Le Mans pekan lalu. Pembalap tim Trackhouse MotoGP Aprilia itu merasa ada sesuatu yang masih kurang meski performa motor RS-GP sudah sangat kompetitif musim ini.
Aprilia sukses mencetak sejarah dengan menyapu bersih podium di Le Mans lewat kemenangan Jorge Martin, posisi kedua Marco Bezzecchi, dan podium perdana Ai Ogura di urutan ketiga. Namun di tengah pesta besar tersebut, Raul Fernandez hanya mampu finis di posisi kedelapan.
Pembalap asal Spanyol itu tertinggal hampir 12 detik dari rekan setimnya, Ai Ogura, yang tampil luar biasa sepanjang balapan utama MotoGP Prancis 2026.
Saatnya Mengubah Strategi Jadi Fokus Raul Fernandez
Raul Fernandez menilai performanya sebenarnya tidak terlalu jauh dari para pembalap Aprilia lainnya, terutama saat sesi time attack dan kualifikasi. Namun, ia kesulitan mempertahankan kecepatan ketika memasuki situasi balapan penuh.
BACA JUGA: Enea Bastianini Kritisi Masalah KTM di Kandang Tim Tech3 pada MotoGP Prancis 2026
“Saya merasa kami bekerja dengan baik, tetapi masih ada sesuatu yang kurang. Mungkin ini saat mengubah strategi dalam mempersiapkan balapan,” ujar Fernandez kepada MotoGP.com.
Meski hanya start dari posisi ke-13, catatan waktunya di Qualifying 1 sebenarnya cukup kompetitif. Fernandez bahkan mencatat waktu yang sedikit lebih cepat dibanding Ai Ogura saat merebut posisi kesembilan di Q2.
Selain itu, selisih waktunya dengan Marco Bezzecchi di barisan depan juga hanya sekitar 0,25 detik. Hal itu menunjukkan bahwa kecepatan satu lap Fernandez tidak terlalu bermasalah.
Kesulitan Saat Bertarung di Tengah Balapan
Masalah utama Raul Fernandez muncul ketika balapan berlangsung. Ia mengaku kesulitan memaksimalkan performa motor saat berada di belakang pembalap lain dan memanfaatkan slipstream.
Menurut Fernandez, kondisi tersebut membuat dirinya tidak bisa mengendalikan motor sesuai keinginan. Karena itu, ia merasa Aprilia Trackhouse perlu mengevaluasi pendekatan strategi balapan mereka.
BACA JUGA: Jadwal Lengkap MotoGP Catalunya 2026: Balapan Digelar 15-17 Mei
“Dalam hal pace, saya cukup dekat dengan semua pembalap Aprilia. Tetapi ketika berada di balapan dan mendapatkan slipstream, saya tidak bisa melakukan apa yang saya inginkan dengan motor,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tim harus mencari solusi apakah dengan meningkatkan performa kualifikasi agar start lebih depan atau menemukan setelan yang lebih baik untuk mempermudah proses menyalip.
Aprilia Tampil Dominan di MotoGP 2026
Musim 2026 sejauh ini menjadi periode luar biasa bagi Aprilia. Pabrikan asal Noale tersebut tampil dominan dan kini menjadi kekuatan utama di MotoGP.
Jorge Martin berhasil merebut kemenangan grand prix pertamanya bersama Aprilia di Le Mans, sementara Marco Bezzecchi tetap memimpin klasemen sementara MotoGP 2026.
Di sisi lain, Ai Ogura terus menunjukkan perkembangan pesat sebagai rookie dengan podium pertamanya di kelas premier.
BACA JUGA: Kondisi Fisik Bermasalah, Marc Marquez Mengaku Balapan dengan “Satu Setengah Tangan”
Raul Fernandez sendiri sebenarnya memulai musim dengan cukup menjanjikan setelah meraih double podium di Buriram. Namun setelah itu performanya cenderung stagnan dan belum mampu kembali finis di lima besar.
Kini, Fernandez berada di posisi keenam klasemen sementara MotoGP 2026 dan menjadi pembalap Aprilia dengan peringkat terendah dibanding tiga rider RS-GP lainnya.
Raul Fernandez Tatap MotoGP Catalunya 2026
Menjelang MotoGP Catalunya 2026 di Barcelona, Raul Fernandez bertekad bangkit dan memperbaiki hasil balapan. Ia berharap perubahan pendekatan dalam persiapan race dapat membantunya kembali bersaing di barisan depan.
Fernandez juga hanya terpaut lima poin dari Ai Ogura di klasemen sementara. Persaingan internal sesama pembalap Aprilia dipastikan semakin menarik dalam beberapa seri ke depan.
Dengan performa motor RS-GP yang semakin kompetitif, peluang Fernandez untuk kembali naik podium masih terbuka lebar jika mampu menemukan solusi atas masalah balapannya.





