Pedro Acosta sebut timnya tidak merasa yang terkuat menjadi sorotan utama jelang MotoGP Brasil 2026. Meski memimpin klasemen sementara, pembalap muda asal Spanyol itu justru meredam ekspektasi dan menegaskan bahwa posisinya saat ini belum mencerminkan kekuatan sesungguhnya timnya.
Pembalap Pedro Acosta tampil impresif pada seri pembuka di Thailand. Ia mengoleksi 32 poin dari maksimal 37 poin, hasil dari kemenangan di Sprint Race serta finis kedua pada balapan utama. Hasil tersebut cukup untuk membawanya memuncaki klasemen sementara MotoGP 2026.
Namun, alih-alih merasa percaya diri berlebihan, Acosta justru menilai pencapaian tersebut di luar ekspektasi awal timnya.
Pedro Acosta Sebut Timnya Tidak Merasa Yang Terkuat di MotoGP 2026
Acosta secara terbuka mengakui bahwa dirinya tidak menyangka bisa berada di posisi teratas klasemen.
Ia menegaskan bahwa target utama tim sejak awal musim hanyalah konsisten finis di posisi lima besar.
BACA JUGA: Marco Bezzecchi Target 4 Kemenangan Beruntun, Tantangan Besar Menanti di MotoGP Brazil
“Kami tahu seharusnya kami tidak memimpin kejuaraan saat ini,” ujar Acosta. Pernyataan tersebut mencerminkan sikap realistisnya dalam menghadapi persaingan MotoGP yang sangat ketat.
Meski demikian, ia tidak menampik bahwa melihat namanya berada di puncak klasemen adalah sesuatu yang menyenangkan. Namun, ia kembali menegaskan bahwa itu bukanlah target utama tim.
Performa Apik di Thailand Jadi Modal Berharga
Penampilan Acosta di Thailand memang menjadi salah satu yang paling menonjol. Ia mampu tampil konsisten sepanjang akhir pekan tanpa melakukan kesalahan besar, sesuatu yang menjadi kelemahannya pada musim sebelumnya.
Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari faktor eksternal, termasuk insiden yang dialami rivalnya seperti Marc Marquez yang terkena penalti, serta kecelakaan Sprint yang dialami Marco Bezzecchi.
Meski begitu, Acosta tetap menilai performa timnya belum berada di level terbaik dibanding para pesaing utama.
Fokus Utama: Konsistensi dan Minim Kesalahan
Salah satu kunci peningkatan performa Acosta di musim 2026 adalah kemampuannya menghindari kesalahan.
Ia mengakui bahwa pada musim sebelumnya, ia terlalu sering terjatuh akibat terlalu memaksakan diri.
BACA JUGA: Jadwal Lengkap MotoGP Brazil 2026: Balapan Bersejarah Kembali ke Goiania
Kini, pendekatannya berubah. Ia lebih fokus pada konsistensi dan pengelolaan balapan, termasuk menjaga kondisi ban hingga akhir lomba.
“Sekarang kami bisa lebih bertahan dengan ban selama balapan, dan itu langkah pertama untuk menjadi kompetitif,” jelasnya.
Selain itu, perkembangan motor KTM juga sepertinya memberikan kontribusi besar. Tim bekerja lebih cepat dan efisien sepanjang musim dingin, yang berdampak pada peningkatan performa secara keseluruhan.
Tantangan Baru di MotoGP Brazil 2026
MotoGP Brazil 2026 akan menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh pembalap, termasuk Acosta.
Sirkuit baru yang belum banyak dikenal membuat semua tim harus bekerja ekstra dalam menemukan setelan terbaik.
Acosta mengaku tidak memiliki ekspektasi tinggi jelang balapan di Brazil. Ia ingin melihat terlebih dahulu performa tim pada sesi latihan bebas sebelum menentukan target yang lebih spesifik.
“Untuk saat ini, ekspektasi saya nol. Kita lihat saja bagaimana performa kami nanti,” ujarnya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Acosta tidak ingin terburu-buru dalam menetapkan target besar, meskipun ia sedang berada di posisi puncak klasemen.
KTM Masih Perlu Pembuktian
Sebagai bagian dari tim Red Bull KTM Factory Racing, Acosta juga menyadari bahwa KTM belum sepenuhnya menjadi kekuatan dominan di MotoGP.
Rekan setimnya, Brad Binder, saat ini berada di posisi enam klasemen, menunjukkan bahwa performa tim masih belum konsisten di semua lini.
BACA JUGA: Aprilia Tetap Dalam Posisi Rawan Jelang MotoGP Brazil 2026
Hal ini menjadi alasan lain mengapa Acosta memilih untuk tetap rendah hati dan fokus pada pengembangan performa, ketimbang terlalu memikirkan peluang juara dunia.
Meski memimpin klasemen sementara, Pedro Acosta menunjukkan kedewasaan dalam bersikap. Ia tidak terbuai oleh hasil instan dan tetap berpegang pada target realistis timnya.
MotoGP 2026 masih panjang, dan tantangan besar masih menanti di setiap seri. Dengan pendekatan yang lebih matang dan konsisten, Acosta berpotensi menjadi ancaman serius bagi para rivalnya, meski ia sendiri belum menganggap sebagai yang terkuat.





