Pecahkan masalah di Mugello menjadi fokus utama Pedro Acosta setelah pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu gagal mengamankan tiket langsung ke Q2 pada hari pertama MotoGP Italia 2026. Acosta mengaku akan mempelajari data rekan sesama pembalap KTM Tech3, Enea Bastianini, untuk menemukan solusi atas performa yang belum maksimal di Sirkuit Mugello.
Pembalap asal Spanyol tersebut hanya mampu menempati posisi ke-13 pada sesi Practice, sehingga harus menjalani Qualifying 1 pada Sabtu. Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Acosta yang sebelumnya diharapkan mampu bersaing di barisan depan.
Gagal Masuk Q2 Setelah Kesalahan di Lap Terakhir
Acosta sebenarnya masih memiliki peluang untuk menembus 10 besar pada putaran terakhir sesi Practice. Namun, ia kehilangan kendali bagian depan motornya dan terpaksa melebar ke area gravel.
Meski berhasil menghindari kecelakaan, kesalahan tersebut membuatnya gagal mencatat waktu yang cukup untuk lolos langsung ke Q2.
“Saya kehilangan grip ban depan dan masuk ke gravel. Kami memang gagal lolos ke Q2, tetapi setidaknya kami berhasil menghindari kecelakaan,” ujar Acosta.
Namun menurutnya, masalah yang dialami bukan hanya terjadi pada lap terakhir. Kesulitan tersebut sudah dirasakan sejak sesi latihan bebas pertama.
Masalah KTM Sudah Terlihat Sejak FP1
Acosta mengungkapkan bahwa dirinya kesulitan menemukan performa terbaik sejak awal akhir pekan MotoGP Italia 2026.
Menurutnya, ada beberapa aspek motor yang tidak bekerja sesuai harapan sehingga membuatnya kesulitan menjaga kecepatan, terutama di sektor-sektor cepat Mugello.
BACA JUGA: Hasil Latihan MotoGP Italia 2026: Fabio Di Giannantonio Sapu Bersih Jumat di Mugello
“Kami kesulitan sepanjang hari. Sejak pagi sudah sulit memahami mengapa kami mengalami begitu banyak masalah,” katanya.
Situasi tersebut membuat tim KTM harus melakukan evaluasi mendalam terhadap data yang telah meraka kumpulkan selama hari pertama.
Enea Bastianini Jadi Acuan KTM
Untuk pecahkan masalah di Mugello, Acosta berencana mempelajari data milik Enea Bastianini yang tampil sangat kompetitif sepanjang Jumat.
Bastianini berhasil menempati posisi ketiga pada sesi Practice dan kembali menunjukkan kekuatannya di sirkuit dengan karakter tikungan cepat mengalir seperti Mugello.
Acosta menilai gaya balap dan setelan motor Bastianini mampu bekerja lebih efektif pada trek seperti Mugello maupun Jerez.
“Kami akan memeriksa data dan mencoba memahami apa yang terjadi. Kami juga akan melihat data Enea karena dia terlihat mampu memaksimalkan motor di sirkuit seperti ini,” jelas Acosta.
BACA JUGA: Hasil FP1 MotoGP Italia 2026: Fabio Di Giannantonio Tercepat di Mugello
Mirip dengan Masalah di Jerez
Pembalap KTM itu mengaku kendala yang ia alami di Mugello sangat mirip dengan yang terjadi saat MotoGP Spanyol di Jerez beberapa bulan lalu.
Acosta secara khusus menyebut tikungan 8 dan 9 di Mugello sebagai area yang paling menyulitkan baginya.
“Masalahnya sangat mirip dengan yang saya alami di Jerez. Tikungan 8 dan 9 menjadi bagian yang paling sulit bagi saya di sini,” ungkapnya.
Karena itu, Acosta berharap bisa lebih cepat mengadaptasi pendekatan yang Bastianini gunakan agar mampu tampil lebih kompetitif pada sesi kualifikasi dan Sprint Race MotoGP Italia 2026.
Dengan masih tersisa satu hari sebelum Sprint Race, KTM berharap evaluasi data dapat membantu Acosta menemukan solusi dan kembali bersaing di papan atas Mugello.





