Dua mobil gagal start di GP China menjadi pukulan besar bagi McLaren di awal musim Formula 1 2026. Tim asal Inggris tersebut kini mengklaim telah menemukan solusi setelah melakukan investigasi bersama Mercedes.
Kejadian tersebut terjadi pada seri kedua musim di Shanghai, di mana kedua pembalap McLaren tidak dapat memulai balapan akibat masalah teknis berbeda pada mobil mereka.
Kronologi Gagal Start di Shanghai
Insiden ini melibatkan Lando Norris dan Oscar Piastri yang sama-sama gagal tampil di grid.
Norris bahkan tidak sempat keluar dari garasi akibat masalah pada sistem elektronik mobilnya.
Sementara itu, Piastri sudah berada di grid, tetapi harus ditarik kembali ke pit hanya beberapa saat sebelum formation lap dimulai.
BACA JUGA: Pedro Acosta Ungkap Titik Lemah Utama Motor KTM Jelang MotoGP Amerika
Peristiwa ini menjadi kejadian langka bagi McLaren, yang mencatatkan double non-start pertama dalam dua dekade di Grand Prix China.
Dua Mobil Gagal Start di GP China Jadi Evaluasi Besar
Setelah insiden dua mobil gagal start di GP China, McLaren langsung melakukan investigasi mendalam bersama divisi mesin Mercedes High Performance Powertrains.
Awalnya, tim belum mengetahui penyebab pasti dari masalah pada power unit tersebut.
Namun, setelah analisis selama dua pekan, McLaren mengaku telah memperoleh pemahaman yang lebih jelas.
Tim menyebut telah mendapatkan “pelajaran penting” dari evaluasi yang dilakukan di markas mereka di Woking.
Investigasi Bersama Mercedes
Kerja sama dengan Mercedes menjadi kunci dalam mengungkap akar masalah. Dua gangguan teknis yang berbeda pada mobil Norris dan Piastri kini diyakini tidak akan terulang.
Langkah ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara tim dan pemasok mesin dalam menghadapi tantangan teknis di era regulasi baru F1.
McLaren juga menegaskan bahwa mereka kini datang ke Grand Prix Jepang dengan persiapan lebih matang.
BACA JUGA: MotoGP Ungkap Penyebab Masalah di Sirkuit Brazil Usai Investigasi Resmi
Target Bangkit di GP Jepang
Menghadapi balapan di Suzuka, McLaren menargetkan kembali ke jalur perolehan poin.
Tim berharap bisa tampil lebih kompetitif sambil terus mengejar ketertinggalan dari dua tim terdepan.
Saat ini, McLaren berada di posisi ketiga klasemen konstruktor dengan 18 poin, tertinggal cukup jauh dari pemimpin klasemen.
Musim 2026 belum berjalan sesuai harapan bagi kedua pembalap McLaren. Norris masih tertahan di posisi tengah klasemen, sementara Oscar Piastri bahkan belum menyelesaikan satu balapan penuh.
Situasi ini menjadi tantangan besar bagi McLaren yang datang sebagai juara bertahan.
Tantangan Teknis di Era Baru F1
Menurut direktur teknis performa McLaren, perubahan regulasi di musim 2026 menghadirkan tantangan baru, terutama dalam hal manajemen energi dan performa power unit.
Perbedaan karakter sirkuit seperti Melbourne dan Shanghai juga memengaruhi kebutuhan teknis mobil, termasuk strategi pemulihan energi dan distribusi tenaga.
BACA JUGA: Marc Marquez Ungkap Kekurangan Ducati 2026, Awal Balapan Jadi Kunci Gagal Podium
Suzuka sepertinya akan memberikan tantangan berbeda, dengan fokus pada efisiensi energi dan keseimbangan performa mobil.
Meski menghadapi awal musim yang sulit, McLaren tetap optimistis dapat memperbaiki performa mereka.
Tim percaya bahwa pemahaman yang lebih baik terhadap mobil dan power unit akan membantu mereka kembali bersaing.
Dengan evaluasi yang telah mereka lakukan, McLaren berharap insiden seperti di China tidak akan terulang sepanjang musim.





