MotoGP  

Hasil Buruk Ducati di Thailand Bukan Tanda Krisis, Ini Penjelasan Guidotti

Hasil Buruk Ducati di Thailand Bukan Tanda Krisis, Ini Penjelasan Guidotti
Francisco Guidotti berfoto bersama dengan pembesar tim MotoGP - Dokumentasi IG: @francescoguidotti25

Hasil buruk Ducati di Thailand pada seri pembuka musim MotoGP 2026 sempat memicu berbagai spekulasi tentang penurunan performa tim pabrikan asal Italia tersebut. Namun, mantan manajer tim MotoGP, Francesco Guidotti, menegaskan bahwa situasi tersebut bukanlah sesuatu yang perlu mereka khawatirkan.

Menurut Guidotti, hasil kurang maksimal yang Ducati Lenovo Team alami di Buriram justru lebih mencerminkan betapa dominannya mereka dalam beberapa musim terakhir, bukan tanda adanya masalah besar.

Hasil Buruk Ducati di Thailand Dinilai Masih Wajar

Guidotti menilai bahwa hasil di Thailand terlihat buruk hanya jika dibandingkan dengan standar tinggi yang telah ditetapkan Ducati sebelumnya.

Balapan di Sirkuit Buriram mengakhiri rekor impresif Ducati dengan 88 podium beruntun di MotoGP.

Dalam balapan tersebut, para rival berhasil tampil lebih menonjol, terutama Aprilia Racing yang menempatkan empat pembalapnya di lima besar.

BACA JUGA: Demi Adaptasi di MotoGP, Toprak Razgatlioglu Tinggalkan Gaya Balap Superbike

Pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, bahkan sukses meraih kemenangan yang impresif.

Meski demikian, Guidotti menegaskan bahwa hasil seperti ini masih tergolong normal dalam dunia balap yang kompetitif.

Ia menilai bahwa satu balapan yang tidak sesuai harapan tidak bisa langsung dijadikan indikator penurunan performa tim secara keseluruhan.

Faktor Teknis dan Persaingan Ketat

Dalam analisisnya, Guidotti juga menyoroti beberapa faktor teknis yang memengaruhi hasil balapan di Thailand.

Ia menyebut bahwa Bezzecchi mampu tampil luar biasa karena cocok dengan karakter ban khusus Michelin yang ia gunakan di Buriram.

Ban tersebut memiliki konstruksi lebih keras dan hanya digunakan di beberapa sirkuit tertentu, seperti Mandalika dan Red Bull Ring.

Di sisi lain, juara bertahan Marc Marquez sebenarnya tampil cukup kompetitif dan berpeluang meraih podium sebelum mengalami masalah teknis pada velg motornya di akhir balapan.

Guidotti bahkan meyakini bahwa dalam kondisi normal, Marquez bisa saja mengamankan dua podium di awal musim ini.

Performa Pembalap Ducati Tetap Kompetitif

Selain Marquez, beberapa pembalap Ducati lainnya juga menunjukkan performa yang cukup menjanjikan.

Dua pembalap tim VR46, Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli, ia nilai memiliki kecepatan yang kompetitif meski menghadapi kendala masing-masing.

BACA JUGA: Cerita Dari Thailand, Acosta Menikmati Duel Ketat dengan Marc Marquez di Sprint Race MotoGP Buriram

Sementara itu, pembalap Gresini, Alex Marquez, ia anggap kurang beruntung setelah terjatuh yang kemungkinan terpengaruh tekanan besar sebagai salah satu kandidat papan atas.

Namun, satu nama yang menjadi sorotan adalah Francesco Bagnaia.

Guidotti menyebut Bagnaia sebagai satu-satunya tanda tanya di kubu Ducati karena belum mampu menerjemahkan kecepatan yang ia tunjukkan saat tes menjadi hasil balapan yang optimal.

Ducati Dinilai Masih Sangat Kuat

Meski mengalami hasil yang kurang memuaskan di Thailand, Guidotti tetap yakin bahwa Ducati masih merupakan salah satu kekuatan utama di MotoGP.

Ia menilai bahwa performa keseluruhan pembalap Ducati justru semakin merata dari musim sebelumnya.

Menurutnya, target untuk membuat semua pembalap Ducati tampil cepat secara bersamaan sudah mulai terlihat.

Namun, ia juga mengakui bahwa mungkin ada sedikit waktu yang hilang selama pengembangan musim dingin dibandingkan rival.

Tantangan Baru di Seri Berikutnya

MotoGP 2026 akan berlanjut ke seri kedua yang akan berlangsung di Brazil, tepatnya di Sirkuit Goiania.

Balapan ini akan menjadi tantangan baru bagi seluruh tim dan pembalap karena sirkuit tersebut belum pernah mereka gunakan sebelumnya dalam kalender MotoGP modern.

Situasi ini membuka peluang bagi Ducati untuk kembali menunjukkan kekuatan mereka dan membuktikan bahwa hasil di Thailand hanyalah anomali.

BACA JUGA: Toprak Razgatlioglu Menuju Jerez untuk Tes Privat MotoGP Bersama Yamaha

Hasil buruk Ducati di Thailand memang menjadi sorotan, tetapi bukan berarti tim asal Italia itu sedang mengalami krisis.

Francesco Guidotti menilai bahwa hasil tersebut masih dalam batas wajar dan tidak mencerminkan kekuatan sebenarnya Ducati.

Dengan performa yang tetap kompetitif dan peluang besar untuk bangkit di seri berikutnya, Ducati masih menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar MotoGP 2026.