MotoGP  

Marc Marquez Ragukan Bisa Samai Salah Satu Rekor Besar Valentino Rossi

Marc Marquez Ragukan Bisa Samai Salah Satu Rekor Besar Valentino Rossi
Marc Marquez - Dokumentasi IG: @marcmarquez93

Pembicaraan soal salah satu rekor besar Valentino Rossi kembali mencuat setelah Marc Marquez mengungkapkan keraguannya untuk menyamai pencapaian legenda bintang balap asal Italia tersebut di MotoGP.

Juara dunia bertahan itu secara terbuka mengakui bahwa dirinya kemungkinan besar tidak akan menjalani karier sepanjang Rossi, yang tetap kompetitif hingga usia di atas 40 tahun.

Karier Panjang Valentino Rossi Jadi Standar Tinggi

Valentino Rossi adalah salah satu pembalap terhebat sepanjang sejarah balap motor.

Kariernya dimulai pada tahun 1996 di kelas 125cc dan berakhir pada musim 2021 di MotoGP. Selama lebih dari dua dekade, Rossi mencatatkan berbagai prestasi luar biasa.

Ia meraih gelar juara dunia di kelas 125cc dan 250cc sebelum mendominasi MotoGP dengan tujuh gelar bersama Honda dan Yamaha pada periode 2001 hingga 2009.

BACA JUGA: Hasil Buruk Ducati di Thailand Bukan Tanda Krisis, Ini Penjelasan Guidotti

Tak hanya itu, Rossi juga mampu mempertahankan performa kompetitif hingga usia senja dalam dunia balap.

Kemenangan terakhir ia raih pada MotoGP Belanda 2017 saat berusia 38 tahun, sementara podium terakhirnya terjadi pada 2020 di usia 41 tahun.

Pencapaian inilah yang membuatnya menjadi tolok ukur bagi banyak pembalap, termasuk Marc Marquez.

Salah Satu Rekor Besar Valentino Rossi Sulit Dikejar

Dalam sebuah wawancara terbaru, Marquez mengakui bahwa salah satu rekor besar Valentino Rossi yang sulit ia kejar adalah umur panjang karier di MotoGP.

Saat ini, Marquez berusia 33 tahun dan tengah menjalani musim ke-14 di kelas utama.

Meski masih berada di usia produktif, ia mengaku telah melalui banyak tantangan, termasuk cedera serius pada lengan yang memaksanya menjalani beberapa operasi besar sejak 2020.

Menurutnya, faktor fisik menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan seberapa lama ia akan terus balapan.

Marquez bahkan dengan santai mengatakan bahwa ia tidak akan balapan hingga usia 40 tahun seperti Rossi.

Cedera Jadi Faktor Penentu Masa Depan

Karier Marquez memang tidak lepas dari cedera yang cukup berat.

Setelah mengalami kecelakaan serius pada 2020, ia harus menjalani empat operasi untuk memulihkan kondisi lengannya.

Meski berhasil bangkit dan kembali menjadi juara dunia, pengalaman tersebut membuatnya lebih realistis dalam memandang masa depan kariernya.

Ia kini lebih berhati-hati dalam menentukan target jangka panjang, termasuk soal usia pensiun.

BACA JUGA: Demi Adaptasi di MotoGP, Toprak Razgatlioglu Tinggalkan Gaya Balap Superbike

Performa Marquez di Awal Musim 2026

Memasuki musim 2026, performa Marquez masih menjadi sorotan.

Pembalap Ducati Lenovo Team itu mengalami awal musim yang naik-turun, termasuk di seri pembuka Thailand.

Ia sempat kehilangan kemenangan di sprint race akibat penalti, sebelum gagal finis di balapan utama karena masalah teknis pada roda belakang motornya.

Kini, Marquez menghadapi tantangan baru di seri berikutnya yang akan berlangsung di Brazil.

Realistis Soal Karier, Fokus ke Performa

Meski meragukan bisa menyamai pencapaian Rossi dalam hal durasi karier, Marquez tetap fokus pada performa di lintasan.

Ia menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah tetap kompetitif dan menikmati setiap balapan selama masih mampu tampil di level tertinggi.

Bagi Marquez, kualitas karier lebih penting dari sekadar panjangnya waktu berkompetisi.

BACA JUGA: Cerita Dari Thailand, Acosta Menikmati Duel Ketat dengan Marc Marquez di Sprint Race MotoGP Buriram

Marc Marquez menunjukkan sikap realistis terkait masa depan kariernya di MotoGP.

Ia mengakui bahwa menyamai umur panjang karier Valentino Rossi bukanlah target utamanya, terutama setelah mengalami berbagai cedera serius.

Meski demikian, Marquez tetap menjadi salah satu pembalap terbaik di era modern dan masih memiliki peluang besar untuk menambah prestasi di MotoGP.