MotoGP  

Ban Motor Marc Marquez Meledak, Ducati Ungkap Penyebab Insiden Mengerikan

Ban Motor Marc Marquez Meledak, Ducati Ungkap Penyebab Insiden Mengerikan
Dokumentasi: (c) Michelin

Insiden ban motor Marc Marquez menjadi sorotan utama pada seri pembuka MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Buriram.

Pembalap andalan Ducati itu terpaksa menghentikan balapan lebih awal setelah mengalami kerusakan ban belakang yang mengejutkan saat sedang berjuang mendekati posisi podium.

Ducati akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kegagalan ban yang menimpa juara dunia bertahan tersebut.

Tim pabrikan asal Italia itu menyebut kerusakan bukan berasal dari ban semata, melainkan akibat pelek roda yang pecah setelah menghantam kerb lintasan.

BACA JUGA: Klasemen MotoGP 2026 Usai Grand Prix Thailand: Pedro Acosta Pimpin, Bezzecchi Tempel Ketat

Ban Motor Marc Marquez Pecah Usai Pelek Roda Meledak

Bos tim Ducati MotoGP, Davide Tardozzi, menjelaskan bahwa insiden yang dialami Marc Marquez terjadi setelah pembalap Spanyol tersebut menyentuh kerb agresif di Tikungan 4 Sirkuit Buriram.

Menurut Tardozzi, benturan keras tersebut menyebabkan pelek roda belakang Ducati Desmosedici GP26 mengalami kerusakan fatal.

“Sayangnya Marc menyentuh kerb di Tikungan 4 dan pelek rodanya pecah. Itulah sebabnya tekanan udara langsung hilang dan dia terpaksa menghentikan balapan,” ujar Tardozzi kepada TNT Sport.

Ia menambahkan bahwa kejadian tersebut sangat jarang terjadi di MotoGP. Banyak pembalap lain juga melebar di tikungan yang sama, namun hanya Marquez yang mengalami kerusakan ekstrem hingga membuat pelek “meledak”.

Balapan Sulit Marc Marquez Sebelum Insiden

Sebelum insiden ban motor Marc Marquez tersebut, balapan utama MotoGP Thailand 2026 memang berjalan tidak mudah bagi sang juara dunia. Start yang kurang optimal membuatnya tercecer dari rombongan depan dan kehilangan peluang bersaing sejak lap awal.

Meski demikian, Marquez perlahan bangkit dan kembali merangsek ke posisi empat. Ia bahkan mulai menekan Raul Fernandez untuk perebutan posisi ketiga, sebelum akhirnya insiden terjadi pada lap ke-21 dari total 26 lap.

Kerusakan ban belakang membuat Marquez hampir terlempar dari motornya. Beruntung, ia mampu mengendalikan Ducati GP26 dan keluar dari lintasan tanpa mengalami cedera.

BACA JUGA: Marco Bezzecchi Dominasi MotoGP Thailand 2026, Ducati Terpuruk di Buriram

Masalah Pelek dan Panas Ekstrem di Buriram

Tak lama setelah insiden Marquez, pembalap Honda Joan Mir juga mengalami masalah serupa dan harus mundur dari balapan.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa kondisi lintasan dan suhu ekstrem Buriram memainkan peran besar.

Bos Michelin Motorsport, Piero Taramasso, mengungkapkan bahwa sepanjang akhir pekan banyak roda pembalap yang mengalami deformasi akibat panas tinggi dan karakter kerb yang agresif.

“Kami melihat banyak pelek yang bengkok ketika kembali ke garasi. Material roda menjadi lebih lunak karena panas, sementara kerb di Buriram sangat keras,” jelas Taramasso.

Ia juga menyinggung insiden serupa yang dialami Jorge Martin saat Sprint Race, di mana tekanan ban depan menurun akibat pelek yang rusak setelah menghantam kerb.

Ducati Akui Performa Buriram di Luar Ekspektasi

Di luar insiden ban Motor Marc Marquez, Ducati juga menghadapi akhir pekan yang sulit secara keseluruhan.

Setelah tampil dominan dalam tes pramusim, performa Desmosedici justru tak maksimal saat balapan resmi.

Pada Sprint Race, Marquez sebenarnya sempat bersaing untuk kemenangan, namun penalti membuatnya kehilangan posisi.

Sementara di balapan utama, Ducati terbaik hanya finis keenam melalui Fabio Di Giannantonio, tertinggal lebih dari 15 detik dari pemenang lomba Marco Bezzecchi.

Tardozzi mengakui bahwa Ducati menemukan perilaku motor yang berbeda dibandingkan saat tes.

“Ada sesuatu yang aneh. Motor terasa sangat berbeda dibandingkan saat tes di sini, dan sampai sekarang kami belum memahami penyebabnya,” ujarnya.

BACA JUGA: Hasil Race MotoGP Thailand 2026: Drama Ban Marc Marquez Pecah, Bezzecchi Menang Gemilang di Buriram

Rekor Podium Ducati Akhirnya Terhenti

Kegagalan finis Marc Marquez dan minimnya performa Ducati di Buriram berdampak besar pada statistik tim. Rekor 88 balapan beruntun Ducati selalu naik podium akhirnya terputus di MotoGP Thailand 2026.

Balapan ini menjadi seri pertama sejak MotoGP Inggris 2021 di mana tak satu pun motor Ducati Desmosedici finis di tiga besar.

Hasil tersebut menjadi alarm awal bagi Ducati di musim 2026, terutama menghadapi kebangkitan Aprilia yang tampil sangat dominan dengan empat motor di posisi lima besar.

Hasil Lengkap MotoGP 2026