Isu performa motor Ducati GP26 menjadi perhatian setelah Francesco Bagnaia mengungkap adanya masalah serius pada ban belakang yang memengaruhi hasil balapannya di MotoGP 2026.
Juara dunia dua kali itu menilai bahwa motor terbarunya terlalu bergantung pada grip ban belakang, sehingga menyebabkan penurunan performa signifikan di lap-lap akhir.
Masalah ini bahkan sudah disorot oleh legenda MotoGP, Valentino Rossi, yang menyebut bahwa kecepatan Bagnaia menurun drastis di akhir balapan. Padahal, pada musim sebelumnya, pembalap asal Italia tersebut dikenal sangat kuat saat memasuki fase penentuan.
Motor Ducati GP26 dan Masalah Konsumsi Ban Belakang
Permasalahan utama motor Ducati GP26 terletak pada konsumsi ban belakang yang ia anggap “sangat aneh”. Bagnaia menjelaskan bahwa motor saat ini terlalu mengandalkan ban belakang untuk berbelok karena bagian depan tidak memberikan respon optimal.
BACA JUGA: Motor Honda 850cc Kembali ke Sirkuit Sepang: Bukti Seriusnya Pengembangan Mesin Baru MotoGP
Akibatnya, beban kerja ban belakang menjadi berlebihan dan cepat aus. Dalam beberapa balapan awal musim seperti di COTA, Thailand, dan Goiania, Bagnaia mengalami penurunan performa drastis meskipun tidak memaksakan kecepatan secara maksimal.
Dalam sprint race di COTA, ia bahkan kehilangan kemenangan setelah Jorge Martin menyalipnya di lap terakhir. Menariknya, Martin menggunakan ban medium, sementara Bagnaia memilih ban soft yang justru lebih cepat mengalami degradasi.
Penurunan Performa di Akhir Balapan
Data balapan menunjukkan bahwa Bagnaia kehilangan banyak posisi di lap-lap akhir. Pada satu momen, ia bahkan lebih lambat dari beberapa pembalap seperti Pedro Acosta, Joan Mir, hingga rekan setimnya Marc Marquez yang saat itu mengalami kerusakan motor.
Dalam grand prix utama, kondisi tersebut kembali terulang. Bagnaia yang sempat berada di posisi lima harus turun hingga posisi sepuluh di akhir balapan.
Ia mengaku hanya bisa “bertahan” tanpa mampu menyerang karena kondisi ban yang sudah habis.
Bahkan, pada lap terakhir, ia tidak mampu menahan serangan Luca Marini yang berhasil menyalipnya dari sisi luar.
BACA JUGA: Michelin Bantah Isu: Ada Dugaan Aprilia Diuntungkan oleh Ban di MotoGP 2026
Analisis Teknis: Ketergantungan pada Ban Belakang
Menurut Bagnaia, akar masalah terletak pada karakter motor yang sulit dikendalikan saat pengereman dan masuk tikungan. Bagian depan motor cenderung “mendorong”, sehingga pembalap harus mengandalkan ban belakang untuk mengontrol arah.
Hal ini membuat ban belakang bekerja lebih keras dari seharusnya. Ketika kondisi ini berlangsung sepanjang balapan, daya cengkeram ban menurun drastis di akhir, yang berdampak langsung pada performa.
Pendapat ini juga diperkuat oleh pembalap VR46, Fabio di Giannantonio, yang menyebut bahwa Ducati saat ini terlalu mengandalkan ban belakang untuk hampir semua aspek berkendara, mulai dari akselerasi hingga menikung.
Perbandingan dengan Rival dan Tantangan Ducati
Salah satu faktor yang memperburuk situasi adalah peningkatan performa tim rival, terutama dalam hal grip ban depan dan pengereman.
Pembalap seperti Jorge Martin dan Pedro Acosta nampaknya lebih unggul dalam mengontrol bagian depan motor, sehingga tidak terlalu membebani ban belakang.
Situasi ini membuat keunggulan Ducati dalam manajemen ban belakang, yang sebelumnya menjadi kekuatan utama, tidak lagi cukup untuk bersaing di level teratas.
Menariknya, Marc Marquez justru mengalami kondisi sebaliknya, di mana ia kesulitan di awal balapan tetapi mampu tampil kuat di akhir.
Hal ini menunjukkan bahwa karakter motor masih belum sepenuhnya seimbang bagi semua pembalap.
BACA JUGA: Krisis Yamaha di MotoGP 2026, Alex Rins Akui Kehilangan Kepercayaan Diri
Tantangan Menuju Seri Eropa
Dengan berbagai masalah yang belum terselesaikan, Bagnaia kini menghadapi tekanan besar menjelang seri Eropa di Jerez. Ia saat ini berada di posisi kesembilan klasemen MotoGP 2026 sementara, jauh dari ekspektasi sebagai juara dunia.
Ducati pun harus segera menemukan solusi, terutama dalam meningkatkan performa bagian depan motor dan mengurangi beban pada ban belakang. Jika tidak, peluang Bagnaia untuk bersaing dalam perebutan gelar bisa semakin sulit.
Musim masih panjang, namun tanpa perbaikan signifikan pada motor Ducati GP26, tantangan yang Bagnaia dan Ducati hadapi, bisa menjadi semakin berat di sisa musim MotoGP 2026.





