MotoGP  

Francesco Bagnaia Pisah Dengan Ducati, Akhiri Delapan Tahun Kebersamaan di MotoGP

Francesco Bagnaia Pisah Dengan Ducati, Akhiri Delapan Tahun Kebersamaan di MotoGP
Francesco Bagnaia - Dokumentasi IG: (c) Michelin

Francesco Bagnaia pisah dengan Ducati pada akhir musim MotoGP 2026. Kabar yang sudah lama beredar akhirnya resmi dikonfirmasi, sekaligus menandai berakhirnya salah satu kerja sama paling sukses dalam sejarah modern MotoGP.

Setelah delapan musim bersama pabrikan asal Italia tersebut, Bagnaia akan meninggalkan Ducati dan membuka lembaran baru pada musim 2027, saat MotoGP memasuki era baru dengan mesin 850cc dan ban Pirelli.

Keputusan ini juga membuka jalan bagi Ducati untuk menyambut Pedro Acosta sebagai rekan setim baru Marc Marquez di tim pabrikan Ducati Lenovo.

BACA JUGA: Pedro Acosta Gabung Ducati, Resmi Jadi Rekan Setim Marc Marquez di MotoGP 2027

Delapan Tahun Penuh Prestasi Bersama Ducati

Bagnaia pertama kali bergabung dengan Ducati melalui tim Pramac pada musim 2019. Performa impresifnya membuat Ducati mempromosikannya ke tim pabrikan pada 2021.

Sejak saat itu, pembalap Italia tersebut berkembang menjadi salah satu sosok paling berpengaruh di MotoGP. Bersama Ducati, Bagnaia berhasil meraih dua gelar juara dunia MotoGP dan mencatatkan berbagai rekor penting.

Hingga saat ini, Bagnaia tercatat sebagai pembalap Ducati tersukses di kelas utama dengan torehan:

  • 2 gelar juara dunia MotoGP
  • 31 kemenangan balapan
  • 63 podium
  • 28 pole position

Pencapaian tersebut menjadikannya salah satu legenda modern Ducati di ajang MotoGP.

Ducati Beri Penghormatan untuk Bagnaia

General Manager Ducati Corse, Luigi Dall’Igna, memberikan penghormatan khusus kepada Bagnaia atas kontribusinya selama bertahun-tahun.

BACA JUGA: Line Up Pembalap MotoGP 2027 Mulai Terbentuk, Marc Marquez Resmi Bertahan di Ducati

Menurut Dall’Igna, hubungan antara Ducati dan Bagnaia telah terjalin sejak sang pembalap masih sangat muda. Ducati melihat potensi besar dalam diri Bagnaia dan membangun proyek jangka panjang yang akhirnya membuahkan kesuksesan besar.

Dall’Igna juga menegaskan bahwa keberhasilan Ducati kembali ke puncak MotoGP tidak lepas dari bakat dan kerja keras Bagnaia.

Ia menyebut hubungan keduanya dibangun atas dasar rasa hormat, kepercayaan, dan rasa terima kasih yang mendalam. Meski kerja sama akan berakhir, Ducati memastikan Bagnaia akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah Borgo Panigale.

Bagnaia Diprediksi Gabung Aprilia

Meski belum diumumkan secara resmi, Bagnaia diperkirakan akan bergabung dengan Aprilia untuk musim 2027.

Pembalap asal Italia itu diyakini akan menggantikan posisi Jorge Martin dan menjadi rekan setim Marco Bezzecchi.

BACA JUGA: Kami Temukan Titik Lemah Baru, Ai Ogura Tetap Puas Meski Gagal Kalahkan Marc Marquez di Brno

Langkah tersebut dinilai menarik mengingat Aprilia saat ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam perebutan gelar MotoGP 2026.

Dengan pengalaman panjang dan status juara dunia dua kali, Bagnaia diharapkan mampu membawa Aprilia semakin kompetitif saat regulasi baru mulai diberlakukan pada 2027.

Ducati Siapkan Era Baru Bersama Pedro Acosta

Kepergian Bagnaia menjadi bagian dari perombakan besar yang terjadi di kubu Ducati menjelang musim 2027.

Pabrikan Italia itu akan memulai era baru dengan duet super antara Marc Marquez dan Pedro Acosta.

Acosta dianggap sebagai salah satu talenta terbesar generasi baru MotoGP dan diharapkan mampu meneruskan dominasi Ducati di era mesin 850cc.

Selain itu, beberapa perubahan lain juga diperkirakan terjadi di tim-tim satelit Ducati. Nama-nama seperti Fabio Di Giannantonio dan Alex Marquez disebut-sebut akan mencari tantangan baru di pabrikan lain.

BACA JUGA: Aprilia Kehilangan Arah, Jorge Martin Ungkap Masalah Besar Usai MotoGP Brno 2026

Babak Baru Karier Bagnaia

Musim 2027 akan menjadi momen penting bagi Bagnaia. Untuk pertama kalinya sejak debut MotoGP, ia akan membela pabrikan selain Ducati.

Meski berpisah, warisan yang ditinggalkan Bagnaia di Ducati akan selalu dikenang. Ia bukan hanya membawa kemenangan dan gelar juara dunia, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan Ducati sebagai kekuatan dominan di MotoGP.

Kini, perhatian tertuju pada bagaimana Bagnaia menutup musim 2026 dan memulai petualangan baru yang berpotensi menjadi salah satu transfer terbesar dalam sejarah MotoGP modern.