F1  

Kecelakaan Tes Privat di Barcelona Ternyata Sebabkan Cedera Leher Lewis Hamilton Selama Berbulan-bulan

Kecelakaan Tes Privat di Barcelona Ternyata Sebabkan Cedera Leher Lewis Hamilton Selama Berbulan-bulan
Lewis Hamilton - Dokumentasi IG: @lewishamilton

Kecelakaan tes privat di Barcelona yang dialami Lewis Hamilton bersama Ferrari pada awal 2025 ternyata meninggalkan dampak serius. Juara dunia Formula 1 tujuh kali itu mengungkapkan bahwa insiden tersebut menyebabkan cedera leher yang harus ia tanggung selama berbulan-bulan sepanjang musim debutnya bersama Ferrari.

Pengakuan Hamilton muncul setelah meraih kemenangan pertamanya bersama Ferrari di Grand Prix Barcelona-Catalunya 2026. Sebelumnya, pembalap asal Inggris itu sempat menyebut dirinya mengalami cedera pada awal 2025, tetapi tidak menjelaskan detailnya.

Kini Hamilton akhirnya mengungkapkan bahwa kecelakaan saat tes di Barcelona menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus ia hadapi selama musim lalu.

BACA JUGA: Akhiri Puasa Kemenangan Ferrari, Lewis Hamilton Wujudkan Mimpi Yang Dulu Mustahil

Kecelakaan Tes Privat di Barcelona Picu Cedera Serius

Hamilton menjelaskan bahwa dirinya mengalami benturan keras ke dinding pembatas saat menjalani sesi pengujian privat Ferrari di Barcelona pada Januari 2025.

Akibat kecelakaan tersebut, salah satu cakram pada lehernya bergeser dan menekan saraf, menyebabkan rasa sakit yang berkepanjangan.

“Itu hal yang pribadi, tetapi saya menabrak dinding dengan sangat keras saat tes tahun lalu dan membuat cakram di leher saya bergeser hingga menekan saraf,” ungkap Hamilton.

Cedera tersebut membuat aktivitas sehari-harinya terganggu, termasuk saat berada di balik kemudi mobil Formula 1 yang memiliki posisi duduk sangat menuntut kondisi fisik.

Jalani Fisioterapi dan Suntikan Selama Sembilan Pekan

Hamilton mengaku harus menjalani perawatan intensif selama sekitar sembilan minggu untuk mengatasi cedera tersebut.

BACA JUGA: Klasemen F1 Usai Grand Prix Barcelona 2026: Hamilton Pangkas Jarak, Antonelli Masih Memimpin

Setiap hari ia menjalani terapi chiropractic dan fisioterapi. Bahkan, rasa sakit yang Hamilton alami membuatnya kesulitan tidur.

“Saya tidak bisa melakukan banyak hal selama sekitar sembilan minggu. Setiap hari saya menjalani terapi chiropractic dan fisioterapi. Saya tidak bisa tidur,” katanya.

Selain itu, Hamilton juga harus mengonsumsi obat pereda nyeri dan menerima suntikan demi mempercepat proses pemulihan.

“Saya menggunakan obat penghilang rasa sakit dan harus mendapatkan suntikan. Saya melakukan segala cara untuk memperbaikinya.”

Meski demikian, Hamilton tetap berusaha menyelesaikan musim 2025 sambil beradaptasi dengan Ferrari dan kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih.

BACA JUGA: Hasil Race F1 Grand Prix Barcelona 2026: Lewis Hamilton Raih Kemenangan Perdana Bersama Ferrari

Kemenangan Barcelona Jadi Titik Balik Ferrari

Perjuangan panjang Hamilton akhirnya membuahkan hasil ketika ia meraih kemenangan pertamanya bersama Ferrari pada GP Barcelona 2026.

Kemenangan tersebut menjadi yang ke-106 sepanjang karier Formula 1 Hamilton sekaligus mengakhiri penantian panjang Ferrari untuk kembali naik ke puncak podium.

Hasil itu juga membuat Hamilton memangkas jarak dengan pemimpin klasemen sementara Andrea Kimi Antonelli menjadi hanya 41 poin.

Performa impresif Ferrari dalam beberapa balapan terakhir menunjukkan perkembangan signifikan dibanding awal musim.

Hamilton Fokus Balapan Demi Balapan

Meski peluang merebut gelar dunia kedelapan mulai terbuka, Hamilton menegaskan dirinya tidak ingin terlalu jauh memikirkan klasemen.

BACA JUGA: Daftar Juara Formula 1 2026

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah mempertahankan performa tim dan mengeksekusi setiap akhir pekan balapan dengan sempurna.

“Saya tidak memikirkan kejuaraan dunia. Saya memikirkan setiap balapan dan bagaimana kami bisa tampil seperti di akhir pekan lalu,” ujar Hamilton.

Ia juga memuji kerja keras seluruh personel Ferrari yang terus menghadirkan peningkatan performa, baik dari sisi mobil maupun mesin.

Hamilton menilai Ferrari kini bekerja lebih kompak dibanding sebelumnya di bawah kepemimpinan Frederic Vasseur.

“Kami melihat peningkatan yang kami minta mulai hadir. Mesin juga mengalami perkembangan. Memang belum sempurna, tetapi ini langkah maju dan kami harus terus melangkah seperti itu.”

Dengan kondisi fisik yang kini jauh lebih baik dan Ferrari yang terus berkembang, Hamilton berharap momentum positif tersebut bisa berlanjut pada paruh kedua musim Formula 1 2026.