Lewis Hamilton akhiri puasa kemenangan Ferrari setelah ia meraih kemenangan perdananya bersama tim asal Maranello di Formula 1 GP Barcelona-Catalunya 2026. Kemenangan bersejarah ini tidak hanya menjadi yang pertama bagi Hamilton dengan seragam merah Ferrari, tetapi juga mengakhiri penantian panjang Scuderia untuk kembali ke puncak podium.
Juara dunia tujuh kali itu tampil gemilang dengan strategi tiga pit stop yang agresif untuk mengalahkan duo Mercedes, George Russell dan Andrea Kimi Antonelli. Didukung Virtual Safety Car yang muncul di momen tepat, Hamilton sukses mengamankan kemenangan ke-106 dalam karier F1-nya.
Keberhasilan ini menjadi kemenangan pertama Hamilton sejak GP Belgia 2024 sekaligus menandai kebangkitan Ferrari di musim 2026.
BACA JUGA: Klasemen F1 Usai Grand Prix Barcelona 2026: Hamilton Pangkas Jarak, Antonelli Masih Memimpin
Hamilton Akhiri Puasa Kemenangan Ferrari dan Wujudkan Impian Masa Kecil
Usai balapan, Hamilton tidak mampu menyembunyikan emosinya. Melalui radio tim, pembalap Inggris berusia 41 tahun itu menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tim Ferrari dan para pendukungnya.
“Grazie tutti Maranello. Terima kasih banyak. Kalian telah membantu saya mewujudkan mimpi ini dan saya tak bisa cukup berterima kasih,” ujar Hamilton.
Di parc ferme, Hamilton mengaku kemenangan ini terasa sangat spesial dibandingkan seluruh kemenangannya sebelumnya.
“Saya memulai perjalanan ini dengan mimpi yang tampak mustahil tahun lalu. Tetapi kami tidak pernah menyerah. Tim terus mengangkat semangat saya dan kami membuat banyak perubahan serta peningkatan,” kata Hamilton.
Ia mengakui bahwa sejak kecil selalu bermimpi meraih kemenangan bersama Ferrari.
BACA JUGA: Hasil Race F1 Grand Prix Barcelona 2026: Lewis Hamilton Raih Kemenangan Perdana Bersama Ferrari
“Saya tumbuh menyaksikan Ferrari meraih banyak kesuksesan di televisi. Saat membalap melawan mereka, saya selalu bertanya-tanya seperti apa rasanya menang dengan mobil Ferrari. Dan akhirnya itu terjadi.”
Strategi Ferrari Jadi Kunci Kemenangan di Barcelona
Ferrari menunjukkan kecerdikan strategi di Barcelona. Hamilton dan tim memilih strategi tiga pit stop yang terbukti lebih efektif dibanding strategi dua pit stop milik Mercedes.
Selain itu, kemunculan Virtual Safety Car pada waktu yang tepat membantu Ferrari memperoleh keuntungan strategis. Meski demikian, Hamilton tetap menunjukkan kecepatan luar biasa sepanjang balapan.
Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Ferrari mulai menemukan formula terbaik untuk menantang dominasi Mercedes pada musim 2026.
Kebangkitan Hamilton di Musim 2026
Setelah musim debut yang sulit bersama Ferrari pada 2025, Hamilton kini tampil jauh lebih kompetitif. Sebelum menang di Barcelona, ia sudah mencatat dua finis runner-up secara beruntun.
Hamilton mengungkapkan bahwa perubahan mental dan persiapan fisik menjadi faktor utama kebangkitannya.
BACA JUGA: Daftar Juara Formula 1 2026
“Saya bekerja keras untuk kembali ke kondisi terbaik. Saya berlatih sangat keras dan tim memberi saya kepercayaan terhadap perubahan yang kami lakukan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya sedang menikmati kehidupannya dan masih sangat mencintai dunia Formula 1.
“Saya bahagia dalam hidup dan berada di tempat yang baik. Tidak ada perasaan yang lebih hebat daripada membalap mobil Formula 1.”
Persaingan Gelar Juara Semakin Memanas
Kemenangan di Barcelona semakin membuka peluang Hamilton dalam perebutan gelar juara dunia F1 2026. Apalagi rival utamanya, Andrea Kimi Antonelli, gagal finis akibat masalah mesin.
Kini Hamilton hanya tertinggal 41 poin dari puncak klasemen. Meski jaraknya masih cukup besar, pembalap Ferrari itu yakin persaingan masih jauh dari selesai.
“Masih ada jalan panjang. Mereka masih sangat cepat, tetapi kami akan terus bekerja untuk menutup jarak. Ini belum berakhir,” tegas Hamilton.





