Antusiasme tinggi menyelimuti paddock Scuderia Ferrari menjelang balapan kandang Formula 1 Grand Prix Italia akhir pekan ini, seiring langkah pabrikan Maranello meluncurkan paket pembaruan teknis melalui upgrade mesin Ferrari Lewis Hamilton di Monza.
Juara dunia tujuh kali tersebut menaruh harapan besar bahwa suntikan tenaga tambahan pada unit daya (power unit) ini mampu menjadi lompatan krusial untuk bersaing memperebutkan podium tertinggi di hadapan publik fanatik Tifosi.
Ferrari mendapatkan dispensasi dua kali peningkatan performa mesin dari FIA berdasarkan regulasi sistem ADUO (Additional Development and Upgrade Opportunities).
BACA JUGA: Membedah Statistik Sprint Race Formula 1: Dari Era Awal 2021 hingga Rencana 12 Seri pada Musim 2027
Di Sirkuit Monza yang mengandalkan kecepatan puncak di trek lurus panjang, tim Kuda Jingkrak resmi memperkenalkan paket pembaruan mesin tahap kedua mereka musim ini guna memangkas defisit performa yang selama ini membayangi.
Temukan ‘Bintang Kejora’ dan Pangkas Defisit 0,4 Detik
Hamilton, yang telah mempersembahkan kemenangan perdananya bersama Ferrari di Barcelona awal musim ini, memuji etos kerja keras para insinyur dan mekanik di pabrik Maranello.
Pembalap asal Inggris tersebut secara emosional menyebut Ferrari kini telah menemukan “Bintang Kejora” (North Star) alias arah kiblat pengembangan teknis yang jelas dibanding musim sebelumnya:
“Setiap pembaruan kecil sangatlah berarti. Hingga saat ini kami masih kehilangan waktu; bahkan di balapan terakhir pada trek yang sangat pendek, kami tertinggal 0,4 detik per putaran sepanjang lomba.
Itu defisit yang sangat besar dan kami memikul beban tersebut sepanjang tahun. Semua orang bekerja tanpa henti di pabrik dengan fokus berbeda. Tahun lalu terasa seperti tidak memiliki Bintang Kejora, kami mencoba yang terbaik tanpa tahu ke mana arah pastinya.
Sekarang kami tahu apa tujuannya. Pembaruan ini adalah langkah maju ke depan. Ini belum menutup seluruh jarak dengan rival, tetapi kami terus membawa perbaikan setiap akhir pekan. Saya sangat yakin kami punya amunisi untuk menang.”
Misi Emosional: Sejarah Baru, Rekor Monza, dan Restu Sang Ibu
Bagi Hamilton, balapan di Monza akhir pekan ini sarat dengan makna emosional dan potensi rekor bersejarah. Jika berhasil berdiri di podium tertinggi, ia tidak hanya akan memecahkan rekor kemenangan terbanyak di Monza (yang saat ini setara dengan Michael Schumacher), melainkan juga mencetak sejarah sebagai pembalap kulit hitam pertama yang memenangi GP Italia dalam seragam kebanggaan merah Ferrari:
“Saya sempat merenungkan betapa besarnya makna balapan akhir pekan ini. Menang di Monza untuk pertama kalinya bersama Ferrari adalah sesuatu yang luar biasa.
Saya pernah menyaksikan Charles Leclerc menang pada 2019 saat berdiri di podium bersamanya. Akan tetapi melakukannya sendiri sebagai pembalap Ferrari di sini akan sangat fenomenal.
Tekanannya tentu sangat tinggi karena Anda ingin memberikan yang terbaik bagi para pekerja pabrik yang hadir dan Tifosi yang gairahnya tiada tanding.”
Momen spesial ini kian lengkap dengan kehadiran ibunda Hamilton secara langsung di garage Ferrari sepanjang akhir pekan balap:
“Ibu saya hadir akhir pekan ini. Saya rasa beliau belum pernah menyaksikan langsung balapan di Monza, apalagi dalam suasana akhir pekan bersama Ferrari.
Saya ingin beliau merasakan pengalaman ini dan berharap kehadirannya membawa taburan serbuk keberuntungan bagi kami di lintasan.”





