Juara dunia Formula 1 tujuh kali, Lewis Hamilton, meluapkan kekecewaan mendalam terhadap manajemen. Strategi Scuderia Ferrari menyusul hasil finis keempat yang Hamilton raih pada balapan Grand Prix Belanda 2026 di Sirkuit Zandvoort. Hamilton menuding kubu Maranello telah membuang waktu krusial di lintasan. Karena manajemen ragu untuk menerapkan team order lebih awal saat ia memburu rekan setimnya, Charles Leclerc.
Memulai balapan di belakang Leclerc usai start, Hamilton berhasil memangkas jarak pada pertengahan lomba berkat keunggulan usia dan kondisi ban yang jauh lebih prima (tyre offset). Namun, ketika Hamilton telah menempel ketat di belakang Leclerc pada lap ke-42, dinding pit Ferrari justru lamban mengambil keputusan tegas untuk menukar posisi kedua pembalapnya.
Situasi kian runyam ketika Leclerc sempat menunda instruksi masuk pit selama satu putaran sebelum akhirnya menepi. Kondisi ini membuat Hamilton kehilangan ritme dan waktu berharga di udara kotor (dirty air).
Transkrip Panas Radio: Dari Sindiran Sarkas hingga “Kelinci Percobaan”
Ketegangan antara pembalap berusia 41 tahun tersebut dan sang race engineer, Carlo Santi, terdengar jelas melalui komunikasi radio tim sepanjang paruh kedua balapan:
- Lap 42: “Saya jauh lebih cepat dari Charles. Ban saya kondisinya lebih baik,” lapor Hamilton. Respons dari Carlo Santi hanya berbunyi singkat: “Dimengerti.”
- Lap 43: Tanpa adanya instruksi tukar posisi dari tim, Hamilton mulai frustrasi: “Kita hanya membuang-buang waktu!”
- Lap 44: Hamilton melontarkan sindiran tajam dengan nada sarkastis: “Cara yang luar biasa untuk membuang waktu, kawan-kawan. Kerja bagus.”
Kekesalan Hamilton mencapai puncaknya ketika dirinya disalip oleh Andrea Kimi Antonelli dan Lando Norris. Karena kedua pembalap tersebut melesat menggunakan ban baru, sementara Ferrari membiarkannya bertahan lebih lama di trek.
“Apakah kalian menjadikan saya kelinci percobaan atau bagaimana? Apa yang sebenarnya terjadi? Berapa lama lagi kalian membiarkan saya bertahan di luar?” semprot Hamilton di radio.
BACA JUGA: Membedah Statistik Sprint Race Formula 1: Dari Era Awal 2021 hingga Rencana 12 Seri pada Musim 2027
Tolak Dalih “Faktor Sial” dari Ferrari
Ferrari akhirnya memanggil kedua pembalapnya secara bersamaan (double stack) saat periode Virtual Safety Car (VSC) bergulir. Kendati melancarkan serangan di putaran-putaran akhir, Hamilton gagal menembus pertahanan George Russell (Mercedes). Dan akhirnya ia harus puas finis di posisi keempat, tepat di depan Leclerc.
Saat Santi mencoba menghibur melalui radio usai menyentuh garis finis dengan menyebut mereka “sedikit kurang beruntung dengan Russell”, Hamilton langsung membantah keras.
“Kita tidak sedang sial! Kita kehilangan banyak waktu di awal balapan dan itulah yang membuat kita kehilangan posisi ketiga [P3],” tegas Hamilton.
Hasil di Zandvoort membuat Andrea Kimi Antonelli memperlebar keunggulan klasemen dunia menjadi 59 poin atas George Russell. Sementara itu, perolehan poin Russell kini menyamai Hamilton, namun Russell berhak menempati posisi kedua klasemen berkat keunggulan jumlah kemenangan musim ini.





