Paket aerodinamika Ducati spesifikasi 2024 menjadi pilihan realistis bagi Marc Marquez untuk mengawali musim MotoGP 2026. Sang juara dunia bertahan mengakui kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih akibat cedera bahu membuatnya harus menyesuaikan pendekatan teknis demi tetap kompetitif sejak seri pembuka.
Pembalap pabrikan Ducati itu akan memulai musim di Grand Prix Thailand dengan konfigurasi aerodinamika versi lama, meski sebelumnya ia lebih menyukai paket aero terbaru.
Keputusan ini demi mengurangi beban fisik pada bahu kanan yang masih dalam tahap pemulihan.
Cedera Marc Marquez tersebut terjadi pada Oktober lalu, setelah mengalami insiden dengan Marco Bezzecchi di lap pertama Grand Prix Indonesia.
BACA JUGA: Jorge Martin Akui Kondisi Belum Ideal Jelang MotoGP 2026, Fokus Bangun Performa Bersama Aprilia
Benturan keras itu menyebabkan cedera bahu kompleks yang memengaruhi persiapan musim dinginnya.
Meski demikian, Marquez tetap menjalani tes pramusim dan masih menjadi sebagai kandidat kuat perebut gelar juara MotoGP 2026.
Paket Aerodinamika Ducati Spesifikasi 2024 Jadi Solusi Sementara
Marc Marquez mengungkapkan bahwa pilihan menggunakan paket aerodinamika Ducati spesifikasi 2024 bukan berarti ia kehilangan performa.
Sebaliknya, keputusan tersebut diambil agar motor lebih bersahabat dengan kondisi fisiknya saat ini.
“Terkait aerodinamika, Anda harus menemukan paket terbaik sesuai momen, gaya balap, dan performa yang kita butuhkan,” ujar Marquez jelang GP Thailand 2026.
Ia menjelaskan bahwa paket aero Ducati versi 2025 sebenarnya memiliki potensi lebih besar, namun menuntut fisik yang lebih prima saat mengendalikan motor, terutama pada area bahu.
“Salah satu alasan saya kembali ke aero lama adalah karena saat ini saya belum bisa mengendarai motor dengan cara yang sama seperti tahun lalu,” jelasnya.
“Aerodinamika 2025 membuat motor terasa lebih berat dan lebih menuntut kondisi fisik. Dengan kondisi bahu sekarang, saya perlu menyesuaikan gaya balap.”
Meski demikian, Marquez menegaskan bahwa kedua paket aerodinamika sama-sama kompetitif, hanya menawarkan karakteristik berbeda.
“Keduanya bekerja dengan baik, hanya dengan cara yang berbeda. Salah satu kelebihan saya adalah kemampuan beradaptasi dengan situasi yang ada,” tambahnya.
BACA JUGA: Marc Marquez Akui Tantangan Terbesar di MotoGP: Kini Bukan Soal Usia
Adaptasi Gaya Balap Jadi Kunci di Awal Musim MotoGP 2026
Musim 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi Marc Marquez, bukan dari sisi usia, melainkan proses adaptasi akibat cedera.
Ia mengakui masih membutuhkan waktu untuk kembali sepenuhnya ke gaya balap agresif khasnya.
“Saya akan mencoba sekali lagi dalam karier saya untuk beradaptasi dengan situasi baru ini, sampai saya merasa benar-benar siap,” tegas Marquez.
Keputusan menggunakan paket aerodinamika Ducati spesifikasi 2024 juga dipandang sebagai langkah cerdas untuk menjaga konsistensi performa sekaligus meminimalkan risiko cedera kambuhan.
Akhir Pekan Balapan Dinilai Lebih Bersahabat Dibanding Tes
Meski tes pramusim cukup berat secara fisik, Marquez optimistis akhir pekan balapan justru akan lebih bersahabat bagi kondisi tubuhnya.
“Tes selalu lebih berat dibanding akhir pekan balapan dari sisi fisik,” ungkapnya.
Ia juga mengakui bahwa proses pemulihan membuat pramusim berjalan lebih sulit, terutama dalam memberikan evaluasi teknis yang konsisten.
“Namun saya yakin bisa memulai musim dengan baik. Ini musim baru untuk semua orang, dan kami akan berusaha siap sejak awal,” tutup Marquez.
Dengan pendekatan realistis dan fokus pada adaptasi, Marc Marquez tetap menjadi ancaman serius dalam perebutan gelar MotoGP 2026. Meski ia harus mengawali musim dengan spesifikasi teknis yang lebih konservatif.





