Pembalap Xavi Vierge terbantu performa Locatelli saat menjalani putaran ketiga WorldSBK Belanda 2026 di ajang Superbike World Championship. Meski berhasil mengungguli rekan setimnya, Andrea Locatelli, yang tengah mengalami peningkatan performa tersebut justru memberikan dampak positif bagi perkembangan Vierge di lintasan.
Pada seri yang digelar di TT Circuit Assen, Vierge tampil impresif dengan meraih tiga finis di posisi 10 besar. Hasil terbaiknya adalah finis keenam, yang juga menyamai pencapaian terbaiknya bersama Yamaha dalam kondisi lintasan kering musim ini.
Adaptasi Cepat Vierge Bersama Yamaha
Musim ini menjadi tantangan baru bagi Vierge setelah bergabung dengan tim Pata Yamaha WorldSBK Team. Sebelumnya, ia memperkuat tim pabrikan Honda di WorldSBK, sehingga adaptasi terhadap motor Yamaha YZF-R1 menjadi faktor penting dalam performanya.
Meski masih terbilang baru dengan motor tersebut, Vierge menunjukkan kecepatan yang konsisten, bahkan kerap lebih cepat dibandingkan Locatelli dalam kondisi lintasan kering. Namun, ia mengakui masih banyak hal yang perlu dipelajari, terutama dalam memahami karakter motor secara menyeluruh.
BACA JUGA: Petrucci Komentari Masalah Grip Motor BMW, Performa Naik Turun di WorldSBK Belanda 2026
Xavi Vierge Terbantu Performa Locatelli
Menariknya, Xavi Vierge yang tampil lebih kompetitif di Assen. Sementara Andrea Locatelli, yang memiliki performa kuat di sirkuit ini, berhasil finis di posisi 10 besar dalam ketiga balapan sepanjang akhir pekan.
Menurut Vierge, peningkatan performa Locatelli menjadi referensi penting baginya untuk meningkatkan performa sendiri. Ia mengaku bisa mempelajari berbagai aspek dari gaya balap dan pendekatan rekan setimnya tersebut.
Vierge menyebut bahwa sejak awal musim ia sudah merasa cocok dengan motornya dan memiliki kecepatan yang baik. Namun, melihat Locatelli kembali kompetitif setelah sempat kesulitan di masa pramusim memberikan motivasi tambahan sekaligus pembelajaran berharga.
Performa Vierge tidak selalu mulus sepanjang akhir pekan. Pada balapan pertama hari Sabtu, ia mengalami kesulitan akibat start yang buruk dan penggunaan ban depan yang terlalu agresif, sehingga performanya menurun di akhir balapan.
Namun, pembalap asal Spanyol itu mampu bangkit pada balapan hari Ahad. Ia melakukan evaluasi menyeluruh, terutama dalam hal start dan manajemen ban depan. Hasilnya, ia tampil jauh lebih kompetitif dan mampu mengendalikan balapan dengan lebih baik.
Perbaikan tersebut membuat Vierge bisa memaksimalkan keunggulannya dalam mengendarai motor, sekaligus mempertahankan ritme balap yang konsisten hingga garis finis.
Kolaborasi Tim Jadi Kunci
Hubungan antara Vierge dan Locatelli menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan performa tim Yamaha. Alih-alih menjadi rival semata, keduanya saling berbagi data dan pengalaman untuk meningkatkan performa bersama.
Pendekatan ini terbukti efektif, terutama bagi Vierge yang masih dalam tahap adaptasi. Dengan adanya referensi dari pembalap yang lebih berpengalaman di tim, proses pembelajaran menjadi lebih cepat dan efisien.
Meski telah menunjukkan progres positif, Vierge mengakui masih ada jarak dengan para pembalap terdepan. Ia menegaskan bahwa tim akan terus bekerja keras untuk memangkas selisih tersebut dalam seri-seri berikutnya.
Dengan baru menjalani tiga balapan bersama Yamaha, potensi peningkatan performa masih sangat besar. Jika tren positif ini berlanjut, bukan tidak mungkin Vierge akan segera bersaing di posisi podium.
BACA JUGA: Bulega Hat-Trick di WorldSBK Belanda 2026: Samai Rekor Razgatlioglu, Dominasi Ducati di Assen
Konsistensi dan kemampuan belajar cepat menjadi modal utama bagi Vierge untuk terus berkembang di musim ini. Dukungan dari tim serta kompetisi internal yang sehat dengan Locatelli, ia yakini akan membawa hasil lebih baik di masa depan.





