Danilo Petrucci mengomentari masalah grip motor BMW usai performa naik-turun yang dialaminya pada seri WorldSBK Belanda 2026 di Sirkuit Assen. Meski tampil menjanjikan saat sesi kualifikasi, pembalap asal Italia tersebut justru kesulitan mempertahankan performanya saat balapan berlangsung.
Petrucci mengungkapkan bahwa masalah utama terletak pada grip atau daya cengkeram ban, khususnya pada bagian belakang motor BMW yang ia tunggangi. Hal ini membuatnya kesulitan bersaing, terutama ketika harus bertarung dalam kondisi balapan yang kompetitif.
Performa Kualifikasi Menjanjikan, Hasil Balapan Mengecewakan
Akhir pekan di Assen sebenarnya dimulai dengan cukup positif bagi Petrucci. Ia berhasil mengamankan posisi start dari baris kedua setelah menjadi pembalap non-Ducati terbaik dalam sesi latihan bebas.
Namun, situasi berubah drastis saat balapan. Petrucci harus puas finis di posisi ke-18 pada Race 1 setelah menerima penalti long lap akibat dugaan jump start yang ia tidak setujui. Sementara itu, hasil di Superpole Race dan Race 2 juga belum maksimal, masing-masing finis di posisi ketujuh dan kesembilan.
Perbedaan performa antara sesi kualifikasi dan balapan menjadi indikasi adanya masalah mendasar pada motor, terutama dalam kondisi penggunaan ban yang lebih panjang.
Petrucci Komentari Masalah Grip Motor BMW Secara Terbuka
Dalam pernyataannya, Petrucci mengakui bahwa motor bekerja dengan baik saat ia berkendara sendirian, namun menjadi sulit dikendalikan ketika harus bertarung dengan pembalap lain.
Menurut Petrucci, ia kehilangan performa saat akselerasi, meskipun masih cukup kuat dalam pengereman. Ketidakseimbangan ini membuatnya kesulitan untuk melakukan overtaking.
Masalah utama terletak pada grip ban belakang yang menurun seiring bertambahnya lap. Saat ban masih dalam kondisi optimal seperti di Superpole, motor terasa kompetitif. Namun, ketika grip mulai berkurang, motor menjadi tidak stabil.
Ia juga menjelaskan bahwa motor sering mengalami spin saat akselerasi, dan dalam kondisi tertentu justru mengalami wheelie. Kedua hal ini membuatnya kehilangan waktu dan sulit menjaga posisi di lintasan.
Kemiripan Masalah dengan MotoGP
Menariknya, keluhan Petrucci ini mengingatkan pada masalah yang dialami beberapa pabrikan di MotoGP dalam beberapa tahun terakhir, seperti Yamaha dan Honda.
Pembalap seperti Fabio Quartararo pernah mengalami situasi serupa, di mana motor tampil cepat dalam satu lap, namun kesulitan saat balapan akibat kurangnya grip dan akselerasi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa masalah grip bukan hanya persoalan kecil, melainkan faktor krusial yang dapat menentukan performa keseluruhan dalam balapan.
BACA JUGA: Bulega Hat-Trick di WorldSBK Belanda 2026: Samai Rekor Razgatlioglu, Dominasi Ducati di Assen
Fokus Perbaikan: Elektronik dan Setup Motor
Petrucci menyebut bahwa timnya saat ini tengah fokus melakukan pengembangan pada sektor elektronik dan setup motor. Tujuannya adalah untuk meningkatkan stabilitas serta memaksimalkan traksi, terutama saat keluar dari tikungan.
Ia menegaskan bahwa kekuatan utama motor BMW saat ini ada pada pengereman lurus. Namun, saat motor mulai miring dan memasuki tikungan, performanya belum optimal.
Oleh karena itu, peningkatan akselerasi menjadi prioritas utama. Tanpa traksi yang baik, motor akan terus mengalami spin atau kehilangan keseimbangan, yang pada akhirnya merugikan dalam persaingan.
Optimisme Menuju Seri Berikutnya
Meski mengalami kesulitan di Assen, Petrucci tetap optimistis menatap seri berikutnya. Ia menyebut bahwa sirkuit seperti Balaton Park dan Most memiliki karakteristik yang lebih sesuai dengan motor BMW.
Lintasan dengan banyak zona pengereman keras diyakini dapat menjadi keunggulan tersendiri bagi Petrucci dan timnya. Selain itu, ia juga memiliki catatan performa yang cukup baik di sirkuit tersebut pada musim-musim sebelumnya.
Dengan kombinasi pengalaman dan potensi pengembangan motor, peluang untuk bangkit di seri selanjutnya tetap terbuka.
BACA JUGA: Hasil Superpole Race WorldSBK Belanda 2026: Nicolo Bulega Dominan, Ducati Kuasai Assen
Masalah grip yang dihadapi Danilo Petrucci di WorldSBK Belanda 2026 menjadi pengingat penting bahwa keseimbangan performa motor sangat krusial dalam balapan. Meskipun memiliki keunggulan di beberapa aspek, kekurangan pada traksi dan stabilitas dapat berdampak besar terhadap hasil akhir.
Jika BMW mampu menemukan solusi atas masalah ini, bukan tidak mungkin Petrucci akan kembali menjadi ancaman serius di papan atas klasemen.





