MotoGP  

Bagnaia Keluhkan DNA Motor, Performa Ducati Jadi Sorotan di MotoGP 2026

Bagnaia Keluhkan DNA Motor, Performa Ducati Jadi Sorotan di MotoGP 2026
Francesco Bagnaia (63) - Dokumentasi IG: @pecco63

Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, mengungkapkan bahwa ia tak cocok dengan karakter motor Ducati yang ia tunggangi dalam dua musim terakhir. Pernyataan ini muncul jelang seri MotoGP Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez, saat performanya belum menunjukkan konsistensi seperti musim-musim sebelumnya.

Bagnaia secara terbuka mengakui bahwa karakter dasar motor Ducati GP25 dan GP26 tidak sesuai dengan gaya balapnya. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang membuatnya kesulitan bersaing di papan atas klasemen sementara musim ini.

Bagnaia Tak Cocok Dengan Karakter Motor Ducati, Apa Penyebabnya?

Dalam pernyataannya, Bagnaia menyoroti “DNA” motor Ducati yang menurutnya tidak berubah antara GP25 dan GP26. Istilah DNA di sini merujuk pada karakter dasar motor, seperti handling, pengereman, hingga respons saat masuk tikungan.

BACA JUGA: Jadwal MotoGP Spanyol 2026 Lengkap, 24-26 April: Sesi Latihan Hingga Balapan di Jerez

Menurut Bagnaia, masalah terbesar terletak pada gaya balapnya yang selama ini mengandalkan pengereman kuat dan masuk tikungan agresif. Namun, dengan karakter motor saat ini, ia justru harus berkendara lebih defensif.

“Selama dua tahun terakhir saya kesulitan. DNA motor ini tidak memungkinkan saya mengekspresikan kemampuan secara maksimal,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa perubahan pada sistem pengereman semakin membatasi performanya. Padahal, sektor tersebut selama ini menjadi keunggulan utamanya di lintasan.

Performa Ducati Tetap Kompetitif, Tapi Tidak untuk Semua Pembalap

Menariknya, meski Bagnaia mengalami kesulitan, Ducati tetap tampil kompetitif di musim 2026. Pembalap lain seperti Marc Marquez bahkan berhasil menyumbangkan kemenangan sprint bagi tim pabrikan asal Italia tersebut.

Namun, dominasi Ducati tidak sepenuhnya merata. Saat ini, persaingan klasemen justru dipimpin oleh pembalap Aprilia seperti Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, sementara pembalap KTM Pedro Acosta juga tampil impresif.

BACA JUGA: Marc Marquez Tunjukkan Luka Jelang MotoGP Spanyol 2026, Dampak Crash COTA Masih Terlihat

Di sisi lain, Bagnaia masih tertahan di posisi kesembilan klasemen, jauh dari ekspektasi sebagai mantan juara dunia MotoGP.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun motor Ducati cepat, tidak semua pembalap mampu beradaptasi dengan karakter yang sama.

Harapan Besar di Tes Jerez

Meski pesimistis terhadap upgrade besar pada akhir pekan balapan, Bagnaia tetap menaruh harapan pada sesi tes pasca-balapan di Jerez. Ia berharap Ducati menghadirkan komponen baru yang bisa membantunya kembali menemukan performa terbaik.

“Sepertinya tidak banyak yang bisa kami uji saat balapan, tapi kami akan mencoba sesuatu saat tes. Saya harap itu bisa membantu kami ke arah yang kami butuhkan,” ujarnya.

Tes ini menjadi momen krusial bagi Ducati untuk mengevaluasi arah pengembangan motor mereka. Terlebih, Bagnaia menyebut bahwa bukan hanya dirinya yang merasakan masalah serupa.

Adaptasi atau Perubahan Besar?

Situasi ini menempatkan Ducati pada dilema besar: mempertahankan konsep motor yang terbukti cepat secara umum, atau melakukan perubahan demi menyesuaikan dengan kebutuhan pembalap seperti Bagnaia.

Jika tidak ada solusi dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin performa Bagnaia akan terus tertinggal dari rival-rivalnya. Padahal, ia sendiri yakin dengan potensi yang dimilikinya.

BACA JUGA: Livery Special Tim Trackhouse Racing Siap Tampil Beda di MotoGP Spanyol 2026

“Saya tahu kemampuan saya dan saya tahu di mana seharusnya saya berada,” tegasnya.

Pernyataan Bagnaia menjadi sinyal penting bahwa pengembangan motor tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga kecocokan dengan gaya pembalap. Kasus ini menegaskan bahwa dalam dunia MotoGP modern, keseimbangan antara teknologi dan adaptasi pembalap menjadi kunci utama.

Dengan musim yang masih panjang, peluang Bagnaia untuk bangkit tetap terbuka. Namun, semua akan sangat bergantung pada hasil pengembangan Ducati dalam waktu dekat.