Legenda balap motor dunia, Giacomo Agostini, melontarkan Prediksi Giacomo Agostini terkait persaingan gelar MotoGP 2026 yang menurutnya baru benar-benar dimulai pada seri GP Spanyol di Circuito de Jerez. Pernyataan ini muncul setelah tiga seri awal musim menunjukkan dominasi mengejutkan dari Aprilia.
Sejauh ini, Marco Bezzecchi tampil luar biasa dengan menyapu bersih kemenangan balapan hari Minggu, sekaligus memimpin klasemen sementara. Ia hanya unggul tipis empat poin dari rekan setimnya, Jorge Martin, yang juga tampil konsisten di awal musim.
Namun, perhatian utama tertuju pada sang juara bertahan, Marc Marquez, yang mengalami awal musim sulit bersama Ducati. Cedera bahu yang ia alami musim lalu masih memberikan dampak signifikan terhadap performanya di lintasan.
Prediksi Giacomo Agostini: Momentum Marc Marquez Dimulai di Jerez
Dalam pandangan prediksi Giacomo Agostini, seri di Jerez akan menjadi titik balik bagi Marquez. Ia menilai bahwa kondisi fisik sang juara dunia mulai membaik setelah jeda awal musim, sehingga peluang untuk bangkit kembali terbuka lebar.
BACA JUGA: Alex Marquez Nilai Ducati GP26 Masih Punya Potensi Besar di MotoGP 2026
Agostini menilai bahwa hasil kurang maksimal Marquez di tiga seri pertama bukan mencerminkan kemampuan aslinya. Hingga saat ini, Marquez baru mampu menempati posisi kelima klasemen dengan hasil terbaik finis keempat, jauh dari performanya musim lalu yang sudah mengoleksi dua kemenangan di fase yang sama.
Menurut Agostini, faktor cedera menjadi alasan utama. Ia menegaskan bahwa Marquez memulai musim dalam kondisi yang tidak sepenuhnya fit setelah insiden pada akhir musim sebelumnya. Hal ini membuatnya tertinggal dari para rival yang tampil lebih siap sejak awal.
Aprilia Dominan, Ducati Masih Mencari Ritme
Dominasi Aprilia menjadi kejutan besar di awal musim 2026. Konsistensi Bezzecchi dan Martin membuat tim asal Noale itu tampil sebagai favorit utama dalam perebutan gelar.
Sebaliknya, Ducati yang biasanya menjadi kekuatan dominan justru belum menunjukkan performa maksimal. Hingga tiga seri awal, mereka baru mengoleksi satu podium di balapan utama—sebuah catatan yang cukup mengecewakan untuk tim sekelas Ducati.
Meski demikian, manajemen Ducati optimistis bahwa jeda musim memberikan waktu bagi Marquez untuk memulihkan kondisi fisiknya dan kembali ke performa terbaiknya.
BACA JUGA: Toprak Razgatlioglu Ungkap Tantangan Besar di Jerez, Adaptasi Jadi Kunci di MotoGP 2026
Rekor Agostini Terancam?
Jika Marquez berhasil bangkit dan meraih gelar juara dunia musim ini, maka ia akan menyamai rekor delapan gelar kelas utama milik Agostini, rekor yang telah bertahan sejak 1975.
Agostini sendiri mengakui bahwa rekor memang tercipta untuk dipecahkan. Meski secara pribadi berharap rekornya tetap bertahan, ia mengaku akan tetap menghargai pencapaian tersebut jika benar-benar terjadi.
Tak hanya itu, Agostini juga masih memegang rekor total 15 gelar grand prix di semua kelas—sebuah pencapaian legendaris yang hingga kini belum tertandingi.
Siapa Favorit Agostini?
Menariknya, Agostini tidak terpaku pada satu nama dalam mendukung pembalap. Ia mengaku lebih menyukai gaya balap yang menghibur dan penuh determinasi, daripada sekadar nama besar.
Menurutnya, pembalap seperti Marquez, Bezzecchi, hingga Enea Bastianini dan Francesco Bagnaia memiliki peluang yang sama selama mampu tampil maksimal dan memberikan aksi spektakuler di lintasan.
Baginya, siapa pun yang mampu memberikan performa 100 persen dan membuat penonton terpukau, layak mendapat dukungan.
BACA JUGA: Motor Ducati GP26 Bermasalah? Analisis Penurunan Performa Pecco Bagnaia di MotoGP 2026
Jerez Jadi Penentu Awal Perebutan Gelar
Dengan semua faktor yang ada, seri di Jerez akan menjadi titik krusial dalam menentukan arah persaingan gelar musim ini. Jika Marquez benar-benar mampu bangkit, maka persaingan akan semakin sengit dan terbuka.
Sebaliknya, jika dominasi Aprilia berlanjut, maka mereka bisa semakin menjauh dan memperkuat posisi sebagai kandidat juara utama musim 2026.
Satu hal yang pasti, Prediksi Giacomo Agostini menambah panas atmosfer MotoGP musim ini. Semua mata kini tertuju ke Jerez, tempat di mana “pertarungan sesungguhnya” diyakini akan dimulai.





