Keputusan Ducati Corse meminang Franco Morbidelli untuk memperkuat tim pabrikan Aruba.it Racing – Ducati di WorldSBK 2027 memicu sorotan tajam. Menjelang seri GP Indonesia di Sirkuit Mandalika pada Kamis (8/10/2026), pembalap berusia 31 tahun itu melontarkan komentar Franco Morbidelli pindah WorldSBK Ducati 2027 secara sangat terbuka dan jujur mengenai situasi performanya saat ini di kelas premier.
Morbidelli mengakui bahwa manajemen Borgo Panigale mengambil keputusan yang tidak mudah saat memilih dirinya dibanding bintang muda Moto2, Manu Gonzalez. Pasalnya, sepanjang musim balapan MotoGP 2026 bersama Pertamina Enduro VR46 Racing Team, pemenang tiga grand prix kelas utama tersebut menjalani masa-masa sulit dengan hanya mengoleksi dua kali finis di posisi sepuluh besar.
BACA JUGA: Tak Diajak Bicara, Marc Marquez dan Jorge Martin Sindir Regulasi Format Baru MotoGP 2027
Apresiasi Kepercayaan Dall’Igna di Tengah Musim Kelam
Kendati mencatatkan grafik hasil yang minim sepanjang 2026, Ducati tetap mempercayakan kursi panas yang ditinggalkan Nicolo Bulega kepadanya. Morbidelli mengaku sangat tersentuh oleh apresiasi tinggi yang disampaikan General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna.
“Saya sangat senang dengan kesempatan yang diberikan Ducati,” ungkap Morbidelli kepada para jurnalis di Mandalika. “Ini bukan keputusan yang mudah, karena setelah menjalani musim balap seperti tahun ini, tentu tidak mudah untuk memilih saya.”
“Namun Ducati terbukti memiliki kepercayaan penuh terhadap pekerjaan yang bisa saya lakukan, dan saya sangat bersyukur untuk itu. Saya membaca pernyataan yang diucapkan Gigi Dall’Igna tentang saya dan saya sepenuhnya setuju dengannya. Saya sangat berterima kasih atas kata-kata tersebut, dan itulah kontribusi nyata yang akan saya bawa ke sana,” lanjut rider Italia itu.
BACA JUGA: Nostalgia Kejayaan WorldSBK di Lombok, Toprak dan Pramac Yamaha Bidik Kebangkitan di GP Indonesia
Tekad Mengembalikan Gaya Khusus untuk Menang
Faktor krusial yang membuat Morbidelli terpilih adalah transisi regulasi ban WorldSBK yang bakal beralih memakai ban Michelin mulai 2027. Pengalaman panjang Morbidelli mengelola ban pabrikan Prancis tersebut di MotoGP dinilai sebagai modal teknis yang sangat bernilai tinggi.
Morbidelli pun bertekad membuktikan bahwa insting dan gaya balap juaranya belum luntur saat menunggangi motor Panigale V4 R musim depan.
“Saya akan membawa pengalaman saya dengan ban Michelin serta kecepatan murni yang berkali-kali sudah saya buktikan. Jika nanti saya kembali bertarung memperebutkan kemenangan, saya akan mengembalikan gaya bertarung saya, gaya yang pernah saya miliki di paruh masa Moto2 dan selama dua tahun awal di MotoGP,” tegasnya.
BACA JUGA: Terpaut 2 Poin dari Martin, Marc Marquez Bertekad Hapus Kutukan Sirkuit Mandalika
“Kita semua tahu saya memiliki gaya berkendara yang khusus (special way). Saya akan mencoba membawanya kembali dengan sejumlah penyesuaian. Setiap tahun saya selalu berusaha menjadi pembalap, atlet, dan manusia yang lebih baik. Jadi, saya akan mengerahkan kemampuan terbaik saya,” tutup Morbidelli.
Morbidelli menjadi bagian dari eksodus besar bintang MotoGP ke ajang Superbike musim 2027 menyambut regulasi ban baru, menyusul langkah Brad Binder yang merapat ke tim pabrikan BMW serta Jack Miller yang bergabung dengan skuad pabrikan Yamaha.





