Juara dunia bertahan Lando Norris berharap McLaren telah menemukan solusi atas anjloknya performa mobil MCL40 miliknya jelang F1 Grand Prix Singapura di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay. Menghadapi akhir pekan seri lanjutan Formula 1 2026, masalah kecepatan mobil McLaren milik Lando Norris di trek lurus menjadi pekerjaan rumah terbesar skuad Woking setelah rentetan hasil buruk di Baku dan Sepang.
Pembalap asal Inggris tersebut hanya mampu mengamankan posisi kualifikasi kelima di Azerbaijan dan Malaysia. Rentetan nasib nahas berlanjut saat Norris tersingkir dalam tabrakan beruntun di Baku, lalu hanya sanggup finis di urutan kesembilan di GP Bahrain (Malaysia) akibat kesalahan pada fase akhir balapan.
Defisit kecepatan di lintasan lurus (straight-line speed) yang ia rasakan dinilai sangat menyakitkan karena memangkas potensi catatan waktu hingga sekitar 0,2 detik per putaran.
Defisit 0,2 Detik di Trek Lurus dan Analisis Kerusakan di Sepang
Dalam sesi konferensi pers resmi pembalap pada Kamis (8/10/2026), Norris menjelaskan bahwa tim teknis McLaren telah bekerja tanpa henti untuk menganalisis data kegagalan dalam dua seri sebelumnya.
“Banyak pelajaran berharga yang kami tarik, baik dari sisi saya maupun tim terkait apa yang terjadi dalam balapan. Kami mengevaluasi hal-hal mendasar dari sisi mobil, apa yang harus kami benahi, serta bagaimana cara kembali ke level performa kami saat tampil kuat di Budapest, Zandvoort, dan Madrid,” papar Norris.
“Tim telah bekerja sangat keras. Ada beberapa problem yang sangat nyata dan jelas, seperti kecepatan trek lurus dan isu pengendalian mobil. Ada pula detail teknis yang lebih dalam mengenai cara membuka kembali potensi mobil agar performa kami kembali optimal. Menemukan solusinya tidak mudah, namun seluruh kru bekerja flat out,” tambahnya.
BACA JUGA: Petaka Mesin Russell Untungkan Hamilton, Ini Klasemen Pembalap F1 2026 Usai GP Bahrain di Malaysia
Norris juga menyoroti bahwa faktor karakteristik lintasan turut memperparah kendala mobilnya. Karakter aspal kasar di Sepang diyakini berkontribusi terhadap penurunan daya cengkeram dan akselerasi mobil.
Marina Bay: Titik Balik di Sirkuit Minim Trek Lurus
Karakteristik Sirkuit Marina Bay yang didominasi tikungan sempit dan memiliki lintasan lurus relatif pendek menjadi berkah tersendiri bagi McLaren. Di trek ini, kekurangan top speed tidak akan memberi dampak sebesar di sirkuit cepat seperti Sepang atau Baku.
“Di Baku kami memang tidak terlalu cepat, jadi ini bukan sekadar problem di Malaysia saja. Karakter aspal kasar di Sepang kami duga turut berpengaruh. Singapura adalah sirkuit yang selalu saya nikmati dan kami punya rekor bagus di sini dalam beberapa musim terakhir,” lanjut Norris.
BACA JUGA: Mesin Russell Meledak, Hamilton Podium, Ini Hasil Balapan F1 GP Bahrain di Malaysia 2026
“Ini trek di mana straight-line speed bukan prioritas utama dan dampaknya tidak akan seburuk beberapa pekan terakhir. Namun, Anda tentu tetap ingin melaju di trek lurus secepat mungkin. Sangat membuat frustrasi ketika Anda keluar dari tikungan lebih baik tetapi justru tertinggal di lintasan lurus.”
“Dua balapan terakhir sangat melelahkan karena kami terus mencari tahu mengapa ada defisit kecepatan yang konstan. Dalam kualifikasi yang sangat rapat, defisit dua persepuluh detik bisa membuat Anda kehilangan dua hingga tiga posisi di grid.
Saya percaya tim sudah bekerja maksimal. Kami harus turun ke lintasan besok untuk melihat langsung apakah perbaikan ini bekerja,” pungkas pembalap bernomor #4 tersebut.





