Euforia sapu bersih tiga kemenangan di Cremona bulan lalu terasa sirna begitu cepat bagi Iker Lecuona (Aruba.it Racing – Ducati). Menghadapi seri pamungkas musim ini pada Iker Lecuona WorldSBK Jerez 2026 Spanyol, pembalap tuan rumah tersebut secara terbuka mencoret peluangnya merebut kemenangan di Sirkuit Jerez-Angel Nieto setelah hanya merampungkan satu hari sesi latihan bebas, Jumat (16/10/2026).
Pada September lalu, Lecuona mendominasi tiga balapan di Cremona saat rekan setimnya, Nicolo Bulega, bermain aman finis runner-up untuk menyegel gelar juara dunia WorldSBK 2026. Namun, setelah gelar terkunci, Bulega kembali ke performa dominan tanpa tanding seperti saat menyapu bersih tiga kemenangan di Estoril pekan lalu.
BACA JUGA: Tembus Posisi Keempat Race 1 di Kandang, Miguel Oliveira Akui Butuh Kerja Keras Dobrak Tiga Besar
Dominasi tersebut berlanjut ke Jerez, trek di mana Bulega memenangi ketiga balapan musim lalu. Menatap putaran perpisahannya di WorldSBK sebelum promosi ke MotoGP 2027 bersama tim VR46, Bulega memuncaki catatan waktu FP1 dan FP2. Di sisi lain, Lecuona tertahan di posisi ketiga pada kedua sesi latihan tersebut dengan defisit lebih dari 0,2 detik.
“Hari Berat di Kantor”: Ban Cepat Hancur dan Feeling Buruk
Berbicara kepada laman resmi WorldSBK usai sesi FP2, Lecuona tidak menutupi rasa frustrasinya terhadap performa motor Ducati Panigale V4 R miliknya di aspal panas Andalusia.
“Saya sangat kesulitan hari ini,” aku Lecuona. “Hari ini adalah hari yang sangat berat bagi kami di kantor (a hard day in the office), perasaan saya di atas motor sangat buruk secara keseluruhan. Kami sempat mencoba beberapa setelan baru pada sesi sore (FP2), tetapi kami belum menemukan cara agar motor terasa nyaman dikendarai.”
“Memang benar pada run terakhir saya merasa sedikit lebih kompetitif, atau setidaknya catatan waktu putaran saya lebih konsisten dibanding pagi hari yang sangat tidak stabil. Namun pada sesi sore ini, kami menghancurkan ban terlalu cepat (destroyed the tyre very soon),” jelas rider asal Spanyol itu.
Kondisi tersebut membuat tim mekanik Aruba.it Ducati harus bekerja ekstra menganalisis data telemetri semalaman. “Situasinya cukup rumit dan sekarang saatnya bekerja keras. Tim sedang memeriksa seluruh data latihan pagi dan sore hari, karena meski suhu lintasan di sore hari jauh lebih panas, perasaan buruk pada motor tetap sama persis seperti di FP1. Mari kita lihat apakah kami bisa menemukan solusi untuk sesi kualifikasi dan balapan besok,” imbuhnya.
BACA JUGA: Dominasi Ducati Tak Terbendung di Portugal, Nicolo Bulega Hancurkan Rekor Lap Autodromo do Estoril
Bulega Terlalu Kencang, Target Realistis Sapu Tiga Podium Kedua
Melihat jurang performa dengan rekan setimnya yang tampil sempurna, Lecuona memilih bersikap realistis dalam mengakhiri musim debutnya bersama skuad pabrikan Borgo Panigale. Kemenangan bukan lagi target yang masuk akal di matanya.
“Saya rasa dia (Bulega) memiliki kecepatan ekstra yang luar biasa dan meraih kemenangan bukanlah target saya saat ini,” tegas Lecuona jujur.
Alih-alih memaksakan diri memburu kemenangan, Lecuona mengalihkan fokus penuh untuk mengamankan posisi kedua dari ancaman para rival satelit yang tampil mengancam sepanjang sesi latihan bebas.
“Saya harus jujur pada diri sendiri. Target realistis saya akhir pekan ini adalah finis di posisi kedua di depan Sam Lowes atau Alberto Surra yang melaju sangat cepat, begitu juga Yari Montella yang selalu tampil kencang di Jerez.”
BACA JUGA: Kuasai Latihan Jumat di Estoril, Nicolo Bulega Merasa Lebih Lepas Usai Amankan Titel 2026
“Itulah target utama saya sekarang: mencoba menuntaskan musim ini dengan mengoleksi tiga podium kedua [Race 1, Superpole Race, dan Race 2], lalu setelah itu kita lihat bagaimana kami bisa mencari solusi perbaikan sepanjang jeda musim dingin nanti,” pungkas mantan pembalap MotoGP tersebut.





