Bintang Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, tiba di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika dengan motivasi berlipat ganda jelang bergulirnya seri ke-17. Kendati datang dengan modal sapu bersih kemenangan di Motegi yang memangkas jaraknya menjadi hanya dua poin dari Jorge Martin (Aprilia Racing), fokus utama Marc Marquez di MotoGP Mandalika 2026 adalah mematahkan catatan kelam di trek sepanjang 4,301 kilometer tersebut.
Secara statistik, perolehan poin Marquez pada balapan utama hari Ahad di Mandalika sepanjang kariernya adalah nol. Juara dunia sembilan kali itu bahkan belum pernah sekalipun menyentuh garis finis (chequered flag) pada sesi Grand Prix di Lombok sejak sirkuit ini masuk kalender kejuaraan.
BACA JUGA: Mengusung Tema Garuda, Livery Spesial Tim VR46 di MotoGP Mandalika 2026 Resmi Mengaspal di Lombok
Riwayat Buruk Mandalika: Gegar Otak, Mesin Meledak, hingga Cedera Bahu
Catatan pilu Marquez di Lombok dimulai pada edisi perdana 2022 saat ia mengalami insiden highside mengerikan di sesi warm-up. Waktu itu ia bersama Honda yang memicu gegar otak dan memaksanya absen. Pada edisi 2023, Marquez terjatuh di sesi Sprint maupun balapan utama.
Titik terang sempat muncul pada musim 2024 ketika ia mengamankan podium ketiga di Sprint bersama Gresini Ducati. Namun motornya mengalami kerusakan mesin (engine failure) pada balapan hari Ahad.
Mimpi buruk berlanjut pada musim 2025 bersama tim pabrikan Ducati Lenovo. Setelah start dari posisi kesembilan dan finis keenam di Sprint, Marquez diseruduk oleh Marco Bezzecchi di lap pertama balapan utama. Insiden tersebut mengakibatkan cedera bahu parah yang memaksanya menepi hingga akhir musim.
“GP Jepang berjalan sangat baik. Kami tampil kompetitif sepanjang akhir pekan dan bertarung merebut kemenangan dengan semua yang kami miliki,” ujar Marquez. “Sejak Aragon, feeling saya di atas motor sangat konsisten, dan itu memberi kami rasa percaya diri tinggi.”
“Di atas kertas, secara historis Indonesia bukanlah trek terbaik saya. Masa lalu mencatat saya belum pernah mampu finis di balapan utama. Mengesampingkan ironi tersebut, target utama saya dan tim adalah membalikkan tren negatif itu serta menyusun akhir pekan yang solid,” tegas pembalap berusia 33 tahun itu.
Tekanan Aprilia dan Misi Kebangkitan Bagnaia
Tantangan Marquez akhir pekan ini diprediksi kian berat mengingat karakter mengalir Sirkuit Mandalika dinilai sangat cocok dengan keunggulan sasis Aprilia RS-GP milik Martin dan Bezzecchi.
Di sisi lain garasi Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia juga memikul misi pemulihan performa. Meski pernah mencicipi kemenangan Sprint dan Grand Prix di Mandalika pada masa lalu, Bagnaia menjalani akhir pekan suram musim lalu dan saat ini tengah mengalami paceklik podium dalam tujuh putaran beruntun.
“Di Motegi, kami berhasil membawa pulang poin penting, meskipun saya harus mengakui bahwa saya sangat kesulitan dengan gaya berkendara saya,” jelas Bagnaia yang finis kedelapan di Jepang.
“Secara historis saya cepat dan sukses di trek ini, meski tahun lalu kami sangat menderita. Target kami adalah terus bekerja dengan tim untuk menemukan kembali feeling terbaik dan kembali bertarung di posisi terdepan.”
Pada edisi musim lalu, kubu Ducati terselamatkan lewat performa gemilang skuad satelit Gresini Racing, di mana Fermin Aldeguer keluar sebagai pemenang balapan dan Alex Marquez melengkapi podium di posisi ketiga.





