Kendati berhasil mengamankan posisi start terdepan (pole position), Max Verstappen (Oracle Red Bull Racing) tidak sepenuhnya tenang menyongsong balapan utama di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay. Terkait peluang kemenangannya pada F1 GP Singapura 2026 Marina Bay, sang juara dunia empat kali menegaskan bahwa Red Bull harus segera membenahi prosedur peluncuran start (start launch) yang kerap bermasalah.
Verstappen merebut pole keduanya akhir pekan ini usai mengungguli duet Scuderia Ferrari HP, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, pada sesi kualifikasi malam hari. Namun, bayang-bayang start buruk saat balapan Sprint, ketika ia langsung disalip George Russell sebelum sang rival terjatuh di lap kedua, menjadi peringatan keras baginya.
Di sirkuit jalan raya sempit seperti Marina Bay, kehilangan posisi saat lampu start padam bisa berakibat fatal mengingat minimnya kesempatan untuk menyalip (overtaking).
Start Buruk Bisa Jadi Akhir Segalanya
Verstappen menyoroti ketiadaan data simulasi balap panjang (long run) akibat format Sprint dan gangguan cuaca, yang membuat momen lepas start menuju Tikungan 1 menjadi faktor penentu paling krusial pada balapan Ahad malam.
“Menurut saya tidak ada satu pun tim yang benar-benar memahami simulasi long run, karena kami tidak sempat melakukannya,” papar pembalap asal Belanda tersebut seusai sesi kualifikasi. “Bagi saya, aspek paling krusial besok adalah start. Kami sadar sektor itu bukan kekuatan kami musim ini, jadi kami wajib membenahinya.”
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Berbicara seusai balapan Sprint Sabtu sore, Verstappen secara blak-blakan menyebut akselerasi mobilnya saat start sangat mengkhawatirkan.
BACA JUGA: Verstappen Geser Norris, Hamilton Tempel Ketat Russell: Update Klasemen F1 2026 Terbaru
“Start tadi sangat mengerikan lagi (horrendous). Itu jelas area yang harus kami perbaiki. Jika hal serupa terulang besok di balapan utama, perlombaan Anda tamat, kecuali terjadi keajaiban atau insiden gila di lintasan,” tegasnya.
Bandingkan dengan Racing Bulls: Mesin Sama, Tak Ada Alasan
Sorotan Verstappen kian tajam saat membandingkan performa mobilnya dengan tim satelit Red Bull, Visa Cash App Racing Bulls. Pembalap bernomor mobil #1 itu merasa heran mengapa armada Racing Bulls yang menggunakan mesin yang sama justru mampu melakukan start jauh lebih baik.
“Kami memiliki beberapa limitasi teknis yang harus segera diselesaikan, dan itu jelas tanggung jawab dari pihak kami sendiri. Kami harus bekerja lebih baik karena Racing Bulls terkadang melakukan start lebih sempurna daripada kami,” kritik Verstappen.
Ketika dicecar mengenai perbandingan tersebut, Verstappen menegaskan bahwa kendala bukan berasal dari unit daya (power unit) buatan pabrikannya.
“Mesin yang kami gunakan sama persis. Semua komponen penggerak sama, jadi tidak ada alasan (no excuse),” tutup Verstappen yang bertekad mengonversi pole position menjadi kemenangan keduanya musim ini guna memangkas defisit poin di klasemen kejuaraan dunia.





