F1  

Tertinggal 0,6 Detik dari Mercedes, Defisit Kecepatan Trek Lurus Ferrari Lewis Hamilton Jadi Perbincangan

Meski bawa mesin baru, terungkap defisit kecepatan trek lurus Ferrari Lewis Hamilton kalah telak dari Mercedes di Monza. Baca di GPHOTLAP.COM.
Lewis Hamilton - Dokumentasi X: @ScuderiaFerrari

Kendati Scuderia Ferrari resmi memperkenalkan paket pembaruan unit daya tahap kedua (PU2) di hadapan publik Tifosi, kekhawatiran nyata justru mencuat menyangkut defisit kecepatan trek lurus Ferrari Lewis Hamilton usai menjalani sesi latihan bebas hari Jumat (4/9/2026) malam WIB, di Sirkuit Monza.

Juara dunia tujuh kali tersebut mengungkapkan bahwa jet darat Ferrari miliknya masih kalah telak hingga 0,6 detik di lintasan lurus dari rival terberatnya, Mercedes.

Ferrari sebelumnya berharap skema dispensasi pembaruan mesin dari FIA lewat sistem ADUO (Additional Development and Upgrade Opportunities) dapat memangkas kesenjangan performa sekaligus mendongkrak peluang menang di balapan kandang.

BACA JUGA: Gagalkan Pesta Ferrari, Cek Hasil FP2 F1 GP Italia Monza 2026: George Russell Tercepat di Depan Leclerc

Namun, data telemetri pada sesi latihan bebas kedua (FP2), di mana Hamilton finis di posisi kelima dan tertinggal hampir setengah detik dari George Russell, menunjukkan kelemahan mencolok yang belum teratasi.

Kalah Telak 0,6 Detik dari Mercedes di Lintasan Lurus

Hamilton secara blak-blakan menyebut kecepatan di lintasan lurus (straight-line speed) masih menjadi keterbatasan utama mobilnya untuk bersaing memperebutkan pole position:

“Kecepatan di trek lurus menjadi persoalan yang cukup besar (considerable). Melihat selisih data delta barusan, saya kehilangan sekitar 0,6 detik dari George hanya di lintasan lurus saja. Dan itu adalah hal yang wajib kami selidiki malam ini.

Selain itu ada masalah keseimbangan (balance). Sangat sulit mengekstrak satu putaran penuh dari mobil ini. Mobil terasa tidak mudah dikendarai di FP2 karena beberapa alasan.

Kami sempat membuat perubahan setelan, tetapi tidak seharusnya seburuk itu. Kami mungkin akan mengembalikannya ke setelan semula demi mendapatkan feeling yang lebih baik.”

BACA JUGA: Pesta di Kandang Tifosi, Cek Hasil FP1 F1 GP Italia Monza 2026: Ferrari Finis 1-2

Ketika ditanya apakah defisit tersebut murni disebabkan oleh tenaga mesin atau hambatan udara (drag), Hamilton menduga ada faktor manajemen sistem pemulihan energi (energy deployment):

“Itulah yang perlu kami bedah, apakah masalah tenaga, downforce, atau pola distribusi daya (deployment). Mesin baru ini jelas merupakan peningkatan dan saya sangat berterima kasih atas kerja keras kru di pabrik.

Namun, jadwal deployment kami berbeda dengan kompetitor. Mereka tampaknya memiliki hambatan aerodinamika (drag) yang lebih rendah di trek lurus. Karakter mesin ini sangat nyaman di tikungan lambat, tetapi lintasan lurus di sini adalah tantangan sesungguhnya.”

Tanggapan Fred Vasseur dan Taktik Slipstream di Kualifikasi

Prinsipal Tim Scuderia Ferrari, Fred Vasseur, mengamini evaluasi yang dilontarkan sang pembalap. Menurut Vasseur, performa di trek lurus tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada sektor mesin saja:

“Anda harus ingat bahwa performa trek lurus dipengaruhi oleh drag, bobot mobil, dan banyak elemen pendukung. Ini bukan semata-mata soal mesin, meski unit daya kami jelas telah melangkah maju.

BACA JUGA: Bertahan Hingga 2030, Godaan Tim Rival Sebelum Kontrak Baru Lando Norris di McLaren Resmi Diteken

Kami tidak membawa spesifikasi PU2 ini dengan sia-sia, tetapi kami mengakui masih ada selisih jarak yang cukup nyata dibanding Mercedes.”

Melihat defisit kecepatan puncak tersebut, Hamilton menegaskan bahwa sesi kualifikasi hari Sabtu akan sangat bergantung pada strategi curi angin (slipstream atau tow) di antara sesama pembalap:

“Tow adalah segalanya di sirkuit ini, jadi kami kemungkinan besar akan sangat mengandalkan bantuan slipstream untuk mencatatkan waktu terbaik.”