Duo pembalap veteran tim Cadillac Formula 1, Valtteri Bottas dan Sergio Perez, akhirnya angkat bicara terkait pergantian bos Tim Cadillac F1. Perombakan mendadak di kursi kepemimpinan tim mereka tersebut memunculkan berbagai respon dan tanggapan. Bottas secara terbuka mengakui bahwa “sesuatu memang harus diubah” menyusul keputusan manajemen memecat Graeme Lowdon dan menunjuk mantan direktur eksekutif Alpine, Marcin Budkowski, sebagai Team Principal baru.
Pengumuman mengejutkan tersebut dirilis Cadillac pada masa jeda musim panas (summer shutdown). Keputusan ini tergolong sangat mendadak dan tertutup rapat. CEO TWG Motorsport Dan Towriss bahkan mengonfirmasi bahwa Lowdon baru diberitahu pada pagi hari saat keputusan diumumkan. Sementara para pembalap hanya mendapat pemberitahuan singkat menjelang akhir pekan F1 Grand Prix Belanda di Sirkuit Zandvoort.
BACA JUGA: Komitmen Masa Depan Verstappen di Red Bull: Tolak Pindah Tim dan Kunci Kontrak Jangka Panjang
Bottas: Masalah Berlarut dan Karakter Reaktif Manajemen Amerika
Meskipun memiliki hubungan pertemanan yang sangat dekat dengan Lowdon, Bottas menilai langkah tegas manajemen dapat ia pahami. Hal tersebut demi masa depan tim yang tengah berjuang mengatasi masalah teknis menahun, termasuk kendala pengereman.
“Saya pikir memang ada sesuatu yang perlu diubah,” ungkap Valtteri Bottas di Zandvoort. “Beberapa masalah yang kami hadapi terus berlarut-larut. Namun, saya pribadi tidak menyangka perubahannya akan sebesar ini. Sebagai pembalap, tugas kami adalah fokus membalap dan memberi masukan performa, bukan menstrukturisasi tim.”
Pembalap asal Finlandia itu menambahkan bahwa gaya manajemen Amerika cenderung lebih agresif. Serta tidak ragu mengambil tindakan cepat ketimbang pendekatan tradisional Eropa.
BACA JUGA: Panggung Penebusan Liam Lawson di Red Bull Racing: Kembali Kemudikan RB22 di F1 GP Belanda
“Gaya kepemimpinan Amerika bisa jauh lebih reaktif dan tiba-tiba. Mereka tidak takut merombak personel kunci secara mendadak jika melihat hal itu membawa kebaikan bagi masa depan tim,” jelas Bottas seraya memberi apresiasi tinggi atas jasa Lowdon yang sukses membangun fondasi tim hingga berhasil masuk ke grid F1.
Optimisme Perez dan Komitmen Jangka Panjang
Senada dengan rekan setimnya, Sergio Perez menyambut positif kedatangan Marcin Budkowski. Pembalap asal Meksiko itu menilai perombakan kilat ini menunjukkan ambisi besar General Motors dan Cadillac untuk tidak berpuas diri di musim debut mereka.
“Graeme telah memainkan peran luar biasa dalam membawa Cadillac ke titik saat ini bersama GM dan Dan [Towriss]. Ia adalah bagian dari sejarah tim ini,” ujar Sergio Perez. “Namun kehadiran Marcin membawa perspektif baru yang sangat menarik. Ini membuktikan bahwa meski ini baru tahun pertama kami, Cadillac benar-benar bertekad membawa tim ini melangkah maju secepat mungkin.”
BACA JUGA: Kunci Lineup Williams F1 2027: Gandeng Carlos Sainz dan Alex Albon untuk Proyek Jangka Panjang
Baik Bottas maupun Perez menegaskan komitmen mereka tetap kokoh bersama Cadillac untuk fase pengembangan berikutnya. Karena kedua pembalap telah mengantongi kontrak berdurasi dua tahun sejak awal proyek.





