Pengakuan mengejutkan seputar dampak cedera Marc Marquez pada bahu kanan kembali membuka mata publik mengenai perjuangan fisik berat sang juara dunia bertahan.
Pembalap Ducati Lenovo Team tersebut mengungkapkan bahwa masalah kronis pada bahu kanannya memaksanya sangat berhati-hati dalam memilih posisi tidur harian hingga rutin mendatangi fisioterapis lebih sering dari yang ia inginkan.
BACA JUGA: Kondisi Cedera Marco Bezzecchi Alami Sedikit Kemunduran Jelang MotoGP Aragon
Marquez menderita fraktur bahu kanan yang kompleks akibat insiden tabrakan di GP Indonesia Oktober tahun lalu. Kejadian tersebut tak lama setelah mengunci gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya. Masalah tersebut sempat menghambat performanya di awal musim 2026 akibat gangguan saraf yang belum terdiagnosis secara pasti. Dan sebelum akhirnya naik ke meja operasi pada Mei lalu.
Secara luar biasa, Marquez bangkit dengan menyabet tiga kemenangan Grand Prix pascaoperasi dan memangkas defisit jarak 102 poin menjadi tersisa 40 poin menjelang seri GP Aragon akhir pekan ini.
Dampak Cedera Marc Marquez Ubah Pola Tidur dan Stop Olahraga
Dalam wawancara terbarunya bersama The I Paper, pembalap asal Cervera tersebut membeberkan bagaimana keterbatasan fisik mengubah gaya hidupnya di luar lintasan balap:
“Saya memiliki beberapa keterbatasan, namun beruntung saya mampu mengadaptasi gaya balap dan tetap tampil kompetitif saat ini,” ungkap Marc Marquez. “Memang belum seperti yang saya inginkan karena saya merasa bisa melaju lebih kencang, namun ini cukup untuk bertarung di barisan terdepan.
Dalam kehidupan sehari-hari, saya tidak memiliki banyak kendala fisik jika merawatnya dengan benar. Saya pergi ke fisioterapis lebih sering dari yang saya inginkan, tetapi itulah satu-satunya cara untuk menjalani hidup normal.
Kemudian harus sangat berhati-hati untuk hanya tidur menyamping ke sisi kiri atau telentang di malam hari. Saya dulu sering bermain padel, tetapi sekarang tidak lagi menggunakan lengan kanan. Saya mencoba belajar bermain dengan tangan kiri, tetapi itu mustahil.”
Fokus Beradaptasi dan Komitmen Panjang Bersama Ducati
Kendati sempat mengalami akhir pekan yang sulit di Silverstone dengan hanya mendulang 10 poin. Sebab saat itu Marquez kehilangan kontrol penuh pada lengannya saat balapan. Maka dari itu Marquez memilih menerima kondisi fisiknya apa adanya:
- Fokus Adaptasi: Marquez menegaskan fokus utamanya saat ini adalah menyesuaikan gaya balap secara maksimal dengan keterbatasan fisik.
- Misi di Aragon: Bertekad kembali ke jalur kemenangan di sirkuit favoritnya MotorLand Aragon. Hal ini demi terus memangkas jarak poin di klasemen kejuaraan dunia.
- Masa Depan Terjamin: Marquez telah mengikat komitmen jangka panjang bersama Ducati Corse hingga akhir musim 2028.





