Pembalap tim pabrikan Italia, Iker Lecuona, menyoroti pekerjaan rumah mendesak menyusul hasil Race 1 WorldSBK Prancis Magny-Cours. Kendati sukses mengamankan podium kedua, evaluasi performa ban motor Ducati Iker Lecuona kini menjadi prioritas utama. Hal tersebut demi memangkas ketertinggalan kecepatan dari rekan setimnya, Nicolo Bulega.
Balapan pertama di Magny-Cours sejatinya menyajikan persaingan sangat ketat antara kedua penunggang Panigale tersebut.
Namun, Lecuona melontarkan keluhan nasib sial Iker Lecuona usai red flag yang ia yakini menghancurkan strategi manajemen ban bekas miliknya, sehingga memuluskan dominasi Nicolo Bulega di WorldSBK musim 2026 untuk merengkuh kemenangan ke-24 sepanjang musim ini.
Ketimpangan Karakter Ban Baru dan Daya Tahan Ban Bekas
Lecuona mengakui bahwa kendala utamanya terletak pada adaptasi kompon ban baru saat mengawali balapan maupun saat sesi start ulang.
Bulega selalu mampu memaksimalkan cengkeraman ban baru secara instan, terbukti lewat torehan waktu fantastis 1 menit 35,2 detik pada panel instrumen yang membuat Lecuona geleng-geleng kepala tanda takjub.
Sebaliknya, Lecuona justru merasa jauh lebih perkasa ketika balapan memasuki fase penggunaan ban terdegradasi.
Tepat sebelum insiden kecelakaan Tommy Bridewell memicu kibaran bendera merah pada 12 lap tersisa, pembalap asal Spanyol itu baru saja mencetak putaran terbaiknya dan memangkas jarak hingga tiga persepuluh detik di sektor terakhir lintasan.
Penghentian balapan tersebut memaksa panitia menggelar start ulang dengan ban segar, skenario yang langsung menguntungkan gaya membalap Bulega. Pada sesi sisa lap penentuan itu, Lecuona harus rela finis terpaut tiga detik di belakang Bulega di garis akhir.
Rencana Eksperimen Geometri Baru Menuju Seri Cremona
Lecuona menegaskan bahwa skuad mekanik Ducati harus segera memahami penyebab hilangnya beberapa persepuluh detik berharga saat motor menggunakan ban baru.
Kru teknis berencana melakukan perombakan pada setelan geometri dan distribusi beban motor mulai putaran berikutnya di Sirkuit Cremona guna mencari solusi teknis serta mengumpulkan data telemetri yang lebih komprehensif.
Meski demikian, Lecuona tetap memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh kru mekanik yang bekerja keras sepanjang akhir pekan di Prancis.
Ia juga merasa puas sanggup mengontrol jarak secara konsisten dari kejaran pembalap Marc VDS Sam Lowes demi mengunci posisi runner-up, sembari berharap menemukan setelan terbaik untuk membalas hasil minor ini pada balapan kedua.
BACA JUGA: Dominasi Mutlak, Simak Hasil FP2 WorldSBK Prancis 2026: Bulega Tercepat, Sofuoglu Alami Gegar Otak





