Analisis optimistis mengenai peluang Ducati di MotoGP Aragon terlontar langsung dari mulut Francesco Bagnaia jelang bergulirnya sesi latihan bebas di Sirkuit MotorLand Aragon.
Juara dunia dua kali asal Italia tersebut meyakini bahwa akhir pekan ini akan menyajikan cerita yang sangat berbeda dibandingkan seri Silverstone. Bagnaia memprediksi motor Ducati Desmosedici GP akan memiliki potensi serta keunggulan performa yang lebih dominan ketimbang pabrikan Aprilia.
Kubu pabrikan Borgo Panigale baru saja menelan hasil pahit di GP Inggris setelah Aprilia sukses mengunci sapu bersih podium 1-2-3 pada sesi Sprint maupun balapan utama.
BACA JUGA: Izan Guevara Naik Kelas ke MotoGP: Resmi Gantikan Jack Miller di Pramac Yamaha Musim 2027
Hasil tersebut membuat pembalap terdepan Ducati di klasemen, Marc Marquez, kini tertinggal 40 poin dari pemuncak klasemen MotoGP, Jorge Martin.
Kendati demikian, Bagnaia optimistis tata letak trek Aragon yang mengalir berlawanan arah jarum jam (anticlockwise) tidak hanya menguntungkan Marquez, melainkan juga mendongkrak performa seluruh motor Ducati karena memiliki karakteristik mekanis yang mirip dengan Sirkuit Brno di Republik Ceko.
Karakteristik Sirkuit Mirip Brno dan Kembalinya Sang Kepala Kru
Bagnaia menegaskan bahwa tingkat cengkeraman (grip) aspal dan alur tikungan cepat di Aragon sangat selaras dengan kekuatan alami motor Ducati:
“Balapan ini akan menjadi cerita yang berbeda dibanding Silverstone. Saya yakin Ducati akan memiliki potensi lebih besar daripada Aprilia di sini karena level cengkeraman dan tata letak sirkuit ini bagi kami jauh lebih mirip seperti Brno.
Selain itu, Aragon adalah satu-satunya trek kidal (berlawanan arah jarum jam) di mana saya merasa sangat nyaman. Mari kita lihat apakah kami bisa bertarung di barisan depan dan bekerja dengan maksimal.
BACA JUGA: Ai Ogura Absen di GP Aragon: Alami Cedera Tangan Saat Latihan, Lorenzo Savadori Jadi Pengganti
Beruntung, kali ini Cristian Gabarrini (kepala kru) hadir mendampingi di garasi sehingga kami bisa bekerja jauh lebih optimal. Saya siap menyambut akhir pekan balap ini.”
Pembalap bernomor start #63 itu memiliki rekor manis di MotorLand Aragon, termasuk mengamankan kemenangan perdana sepanjang karier MotoGP-nya pada musim 2021 silam. Dan serta finis di podium ketiga pada musim lalu saat Ducati mendominasi tiga besar.
Bagnaia menjelaskan bahwa tikungan panjang dan cepat di Aragon sangat membantu gaya balapnya. Ini berbeda dengan trek berlawanan arah jarum jam lain yang mayoritas banyak tikungan sempit dan patah.
Kubur Mimpi Buruk Cengkeraman Ban di Silverstone
Bagnaia bertekad menghapus hasil mengecewakan di Silverstone dua pekan lalu. Ia hanya finis ke-17 pada sesi Sprint sebelum akhirnya tersungkur jatuh (crash) di balapan utama.
Ia menjelaskan bahwa masalah utama di Silverstone murni bersumber dari hilangnya daya cengkeram ban belakang secara drastis. Apalagi setelah melibas tiga putaran awal, baik saat memakai kompon lunak maupun medium.
Kehadiran kembali sang kepala kru serta kecocokan karakter aspal Aragon menjadi modal krusial bagi Francesco Bagnaia untuk membalikkan keadaan dan mengembalikan Ducati ke podium tertinggi.





