Sorotan tajam mengarah pada keluhan Pedro Acosta di MotoGP Aragon setelah pembalap Red Bull KTM Factory Racing tersebut mengungkap kendala teknis yang mengganggu stabilitas motornya sepanjang sesi latihan Jumat di Sirkuit MotorLand Aragon.
Acosta menyebut perubahan alokasi ban depan dari Michelin dibandingkan edisi 2025 menjadi penyebab utama hilangnya rasa percaya diri pada bagian depan motor KTM RC16.
Pada musim lalu, Acosta tampil sangat kompetitif di Aragon dengan mengamankan finis kelima di sesi Sprint dan peringkat keempat pada balapan utama hari Ahad. Namun, cerita berbeda tersaji pada sesi pembuka musim 2026.
Acosta sempat mengalami kecelakaan di Tikungan 12 pada FP1 setelah sempat melebar di Tikungan 5, sebelum akhirnya hanya sanggup mengamankan posisi kedelapan pada sesi Practice dengan defisit lebih dari setengah detik di belakang pemegang rekor lap baru, Marco Bezzecchi.
Hilangnya Opsi Ban Depan Hard Picu Gejala Understeer
Ketiadaan kompon ban depan tipe hard yang ia gunakan tahun lalu ia akui membuat motornya kehilangan daya topang (front-end support) yang sangat krusial saat melibas tikungan cepat:
“Hari ini bisa saja lebih baik, tetapi sejujurnya bisa juga jauh lebih buruk. Di satu sisi saya senang karena kami mampu meningkatkan performa motor dari FP1 ke Practice. Dan saya berharap besok kami bisa melangkah lebih jauh.
Namun harus jujur diakui, akhir pekan ini berjalan lebih sulit dari perkiraan saya. Tahun lalu saya balapan memakai ban depan hard dan di sini kami tidak memiliki opsi ban tersebut.
Ban itu memberi saya topangan lebih kuat dan itulah yang hilang hari ini. Sekarang saatnya tenang sejenak, memahami data bersama pembalap KTM lainnya, dan melihat apa yang bisa kami lakukan.”
Acosta menambahkan bahwa ketiadaan ban depan kompon keras tersebut secara langsung memicu timbulnya gejala understeer. Hal ini yang membuat motor sulit mempertahankan garis balap yang presisi.
Kondisi Aspal Berdebu dan Misteri Pecahnya Rekor Lap
Selain masalah alokasi ban, Acosta turut menyoroti tingkat cengkeraman (grip) aspal MotorLand Aragon yang menurutnya cukup rendah dan kotor oleh debu pasir. Kondisi tersebut membuat sang pembalap merasa heran mengapa rekor lap resmi sirkuit justru mampu terpecahkan oleh Marco Bezzecchi:
“Sejujurnya saya cukup terkejut tingkat cengkeraman trek ini tergolong rendah, namun kami justru memecahkan rekor lap. Situasi ini agak sulit dipahami.
BACA JUGA: Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026: Marc Marquez Tercepat, Asapi Raul Fernandez dan Bezzecchi
Lintasan memang agak kotor; saat berada di belakang pembalap lain di trek lurus belakang, pasir berhamburan seperti beterbangan.
Saya berharap dalam beberapa hari ke depan kondisi lintasan semakin bersih dan membaik. Karena jika Anda sedikit saja melebar, Anda langsung berada di batas bahaya.”





