MotoGP  

Mesin Motor 1000cc Jadi Rahasia Adaptasi Cepat Pedro Acosta di MotoGP

Mesin Motor 1000cc Jadi Rahasia Adaptasi Cepat Pedro Acosta di MotoGP
Pedro Acosta - Dokumentasi IG: @37pedroacosta

Mesin motor 1000cc ternyata menjadi salah satu faktor penting yang membantu Pedro Acosta beradaptasi dengan cepat di MotoGP. Pembalap Red Bull KTM itu mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengendarai motor berkapasitas besar sejak usia 14 tahun, bahkan sebelum debut di Kejuaraan Dunia Moto3.

Pengalaman tersebut membuat Acosta merasa lebih siap ketika akhirnya naik ke kelas premier MotoGP. Tak heran jika pembalap asal Spanyol itu mampu tampil impresif sejak musim debutnya.

Pedro Acosta Sudah Mengendarai Motor 1000cc Sejak Remaja

Dalam wawancaranya di podcast Gypsy Tales, Acosta menjelaskan bahwa pengalaman mengendarai motor besar sejak usia muda memberinya keuntungan dibanding pembalap lain saat pertama kali menunggangi motor MotoGP.

BACA JUGA: Kondisi Fisik Tidak Fit, Jorge Martin Hadapi Tantangan Berat di MotoGP Brno 2026

“Saya pikir saya memiliki keuntungan lebih dibanding pembalap lain saat pertama kali mengendarai motor MotoGP karena saya sudah mengendarai motor 1000cc sejak usia 14 tahun. Saat itu saya bahkan belum tampil di kejuaraan dunia,” ujar Acosta.

Menurutnya, pengalaman tersebut membuat proses transisi ke kelas yang lebih tinggi terasa lebih mudah.

Acosta mengaku justru mengalami kesulitan lebih besar saat pertama kali membalap di Moto3 karena harus memahami karakter motor kecil serta aspek teknis balap.

MotoGP Langsung Terasa Cocok bagi Acosta

Pembalap berusia 22 tahun itu mengatakan bahwa sejak hari pertama mengendarai motor MotoGP, semuanya terasa alami.

“Ketika pertama kali mencoba MotoGP, rasanya semua langsung cocok. Saya merasa seperti kembali mengendarai motor saya sendiri,” katanya.

BACA JUGA: Alex Marquez Menuju Brno, Gresini Konfirmasi Upaya Comeback di MotoGP Republik Ceko 2026

Meski tetap menghadapi tantangan lain, kesan pertama terhadap motor MotoGP sangat positif bagi Acosta.

Hasilnya terlihat jelas. Setelah menjuarai Moto3 dan Moto2, Acosta langsung mencuri perhatian di MotoGP dengan meraih podium pada grand prix kedua dan ketiganya.

Musim 2026 ini, ia juga berhasil meraih kemenangan Sprint Race di Buriram dan menjadi satu-satunya pembalap KTM yang berada di 10 besar klasemen sementara.

Sempat Nyaris Berhenti Balapan

Di balik kesuksesannya saat ini, Acosta ternyata pernah berada di ambang mengakhiri karier balapnya karena masalah finansial keluarga.

Ia mengungkapkan bahwa keluarganya hampir tidak mampu lagi membiayai karier balapnya ketika masih muda.

“Ada satu momen besar ketika saya hampir tidak bisa membalap lagi karena keluarga kami tidak memiliki uang lagi,” ungkap Acosta.

BACA JUGA: Jadwal MotoGP Republik Ceko 2026 Lengkap, 19-20 Juni: Balapan Brno Kembali Panaskan Persaingan Gelar

Menurutnya, kesempatan terakhir datang ketika ia mengirim formulir seleksi Red Bull Rookies Cup pada hari terakhir pendaftaran.

Keputusan tersebut menjadi titik balik kariernya. Jika gagal masuk program tersebut, Acosta yakin karier balapnya mungkin sudah berakhir.

Setelah hanya meraih tiga poin di CEV Moto3 2018, Acosta tampil impresif di Red Bull Rookies Cup 2019 dengan meraih tiga kemenangan sebelum menjadi juara pada 2020 dan promosi ke grand prix setahun kemudian.

Klasemen MotoGP 2026: Acosta Masih di Empat Besar

Memasuki seri kesembilan MotoGP 2026 di Brno, Acosta menempati posisi keempat klasemen MotoGP 2026 sementara dengan 132 poin.

Berikut 10 besar klasemen MotoGP 2026:

  1. Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) – 180 poin
  2. Jorge Martin (Aprilia Racing) – 160 poin
  3. Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) – 138 poin
  4. Pedro Acosta (Red Bull KTM) – 132 poin
  5. Marc Marquez (Ducati Lenovo) – 108 poin
  6. Ai Ogura (Trackhouse Aprilia) – 105 poin
  7. Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) – 99 poin
  8. Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) – 93 poin
  9. Alex Marquez (Gresini Ducati) – 67 poin
  10. Fermin Aldeguer (Gresini Ducati) – 64 poin

BACA JUGA: Pecco Bagnaia Sebut Honda RC213V Punya Start Terbaik di MotoGP, Ducati Masih Cari Solusi

Pengalaman panjang mengendarai mesin motor 1000cc sejak usia remaja kini terbukti menjadi fondasi penting bagi Pedro Acosta dalam menghadapi kerasnya persaingan
MotoGP modern.