MotoGP  

Terpuruk di Paruh Kedua, Pirro Pastikan Masalah Ducati Desmosedici Tak Punya Solusi Instan di 2026

Terpuruk di Paruh Kedua, Pirro Pastikan Masalah Ducati Desmosedici Tak Punya Solusi Instan di 2026
Motor Ducati Desmosedici - Dokumentasi : (c) Michelin

Test rider veteran Ducati, Michele Pirro, memberikan vonis mengejutkan dan mengkhawatirkan terkait performa tim pabrikan Bologna. Terutama di sisa musim pamungkas era mesin 1.000cc MotoGP. Pirro menegaskan bahwa para penggemar tidak boleh mengharapkan adanya solusi cepat atau perbaikan performa yang signifikan pada masalah Ducati Desmosedici untuk 10 putaran tersisa tahun ini.

Dominasi mutlak Ducati di kelas premier perlahan memudar sejak akhir 2025 dan puncaknya terjadi di paruh pertama musim 2026. Meskipun Ducati bukan satu-satunya pabrikan yang mulai mengalihkan fokus pengembangan ke regulasi baru mesin 850cc untuk 2027, pernyataan Pirro menonjolkan realitas pahit bahwa motor 1.000cc mereka saat ini telah mencapai batas akhir dari siklus pengembangannya.

BACA JUGA: Peta Peluang Juara Dunia MotoGP 2026: Aprilia Kuasai Tiga Besar, Ancaman Marquez Mengintai di Aragon

Proyek Desmosedici 1.000cc Dianggap Selesai

Dalam sebuah wawancara blak-blakan dengan media Italia, GPOne, Pirro mengonfirmasi bahwa karakteristik pertempuran di paruh kedua musim 2026 akan sama seperti yang terlihat dalam 12 seri pembuka.

“Di MotoGP, tidak ada yang berubah dibandingkan dengan apa yang telah kita saksikan di dua belas balapan pertama ini,” ungkap Michele Pirro. “Apa yang kita lihat di balapan-balapan awal, kurang lebih, masih menjadi masalahnya. Jadi, kami harus menjalaninya satu balapan pada satu waktu.”

Pembalap asal San Giovanni Rotondo itu mengakui bahwa Ducati menghadapi realitas. Kenyataan di mana performa mereka akan sangat fluktuatif, tergantung pada karakteristik masing-masing sirkuit.

BACA JUGA: Dirumorkan Geser ke Tim Pabrikan Ducati WorldSBK, Franco Morbidelli Pilih Bungkam

“Setiap trek akan menjadi ceritanya sendiri. Akan ada trek di mana, seperti di Silverstone, kami berjuang, dan trek lain di mana kami akan menghadapi lebih sedikit kesulitan,” jelas Pirro. “Kerja keras terus kami lakukan untuk atasi masalah, tapi kami menganggap proyek Desmosedici ini telah mencapai titik akhir.”

Perang Detail dan Harapan pada Marc Marquez

Pernyataan Pirro menggarisbawahi tren baru di paruh kedua musim 2026. Di mana dominasi Ducati mulai runtuh oleh kepungan Aprilia yang kini menguasai tiga besar klasemen lewat Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Ai Ogura.

Peta kekuatan yang berubah week-to-week berdasarkan karakteristik lintasan akan terus berlanjut di sisa musim ini. Meskipun begitu, Pirro masih menaruh harapan pada kemampuan individu Marc Marquez. Marquez agar bisa membuat perbedaan di sirkuit-sirkuit khusus di mana dia selalu tampil ‘magis’.

BACA JUGA: Soroti Regulasi MotoGP 2027, Cal Crutchlow: Balap Dulu Lebih Seru karena Pembalap Wajib Kelola Ban!

“Kami telah melihat bahwa trek, kondisi, dan karakteristik sirkuit membuat perbedaan yang lebih besar daripada apa pun,” kata Pirro. “Jadi, saya berharap mungkin kami akan menjadi tolak ukur lagi di Aragon. Marc Marquez bisa menjadi standar di sana.”

Pirro menambahkan, perburuan gelar juara dunia 2026 akan sangat bergantung pada detail kecil dan konsistensi. Di mana kesalahan kecil satu pembalap bisa berakibat fatal.

“Isu di paruh kedua ini jauh lebih krusial soal detail, dan menurut saya, itu juga bisa dipengaruhi oleh kesalahan dari satu pengendara daripada yang lain, karena kita telah melihat betapa tipis garis batasnya,” pungkasnya.