F1  

Seri Balapan di GP Kanada Jadi Mimpi Buruk bagi Charles Leclerc

Seri Balapan di GP Kanada Jadi Mimpi Buruk bagi Charles Leclerc
Charles Leclerc (16) - Dokumentasi IG: @scuderiaferrari

Seri balapan di GP Kanada tahun ini menjadi akhir pekan yang sangat sulit bagi Charles Leclerc. Pembalap Ferrari itu bahkan menyebut F1 Grand Prix Kanada 2026 di Montreal sebagai salah satu akhir pekan paling berat sepanjang kariernya di Formula 1.

Leclerc mengalami berbagai masalah sejak sesi latihan bebas pertama. Setelah sempat terganggu masalah rem pada awal akhir pekan, pembalap asal Monako tersebut kemudian kesulitan menemukan performa terbaik ban sepanjang balapan.

Meski akhirnya mampu finis di posisi keempat, Leclerc menilai hasil tersebut lebih karena keberuntungan dari pada performa impresif yang ia tampilkan di lintasan.

BACA JUGA: Hasil Lengkap Race F1 Grand Prix Kanada 2026: Kimi Antonelli Menang Empat Balapan Beruntun

Seri Balapan di GP Kanada Jadi Ujian Berat

Leclerc mengaku tidak pernah benar-benar nyaman dengan mobil Ferrari SF-26 sejak awal akhir pekan di Montreal. Ia bahkan merasa kehilangan ritme dan kepercayaan diri saat mengemudi.

“Ini mungkin akhir pekan paling sulit sepanjang karier Formula 1 saya,” ujar Leclerc.

Menurutnya, masalah utama bukan lagi pada rem seperti yang terjadi pada Jumat, melainkan performa ban yang tidak pernah bekerja sesuai harapan.

Leclerc mengatakan bahwa ia sama sekali tidak memiliki feeling terhadap ban sejak lap pertama latihan bebas hingga balapan selesai. Bahkan pada stint terakhir, ia harus mengurangi kecepatan hingga lebih dari satu detik demi menghindari risiko kecelakaan.

Walaupun mampu mempertahankan posisi keempat, Leclerc merasa performanya jauh dari memuaskan.

BACA JUGA: Ferrari Kurang Tenaga di Grand Prix Kanada, Hamilton Soroti Kelemahan Mesin SF-26

Lewis Hamilton Jadi Acuan Ferrari

Di tengah kesulitan yang dialaminya, Leclerc justru memuji performa rekan setimnya, Lewis Hamilton. Juara dunia tujuh kali itu tampil jauh lebih kompetitif dan berhasil finis kedua setelah menyalip Max Verstappen pada akhir balapan.

Leclerc menganggap Hamilton sebagai acuan penting untuk memahami perbedaan performa di dalam tim Ferrari sepanjang akhir pekan Kanada.

“Kabar baiknya adalah saya punya benchmark yang sangat bagus lewat Lewis. Dia luar biasa sepanjang akhir pekan dan memiliki feeling yang hebat dengan mobil,” jelas Leclerc.

Ia berencana mempelajari data Hamilton untuk memahami mengapa perbedaan performa di antara mereka bisa sangat besar.

Hamilton sendiri sebelumnya mengungkap bahwa dirinya meninggalkan penggunaan simulator Ferrari dan memilih arah setup mobil yang berbeda. Namun Leclerc menegaskan masalah yang ia alami bukan berasal dari setup mobil.

BACA JUGA: George Russell Rebut Pole Position di F1 Grand Prix Kanada 2026

Montreal Bukan Trek Favorit Leclerc

Leclerc juga mengakui bahwa Sirkuit Gilles Villeneuve bukan tipe lintasan yang cocok dengan gaya membalapnya. Ia menyamakan Montreal dengan Melbourne, dua trek yang menurutnya selalu menyulitkan dirinya.

Menurut Leclerc, ritme tikungan di Kanada tidak sesuai dengan karakter gaya mengemudinya. Situasi itu semakin buruk setelah Ferrari mengalami masalah rem pada hari pertama.

“Montreal secara historis memang bukan trek yang cocok untuk saya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa meskipun setup mobil Ferrari tidak jauh berbeda dengan milik Hamilton, rasa percaya diri yang hilang membuatnya tidak mampu mendorong mobil hingga batas maksimal.

BACA JUGA: Hasil Lengkap Sprint Race F1 Grand Prix Kanada 2026: George Russell Menang Dramatis

Ferrari Tetap Bawa Pulang Hasil Positif

Walau Leclerc menjalani akhir pekan yang buruk, Ferrari tetap mendapatkan hasil cukup positif berkat podium Hamilton. Posisi kedua yang diraih pembalap Inggris itu menunjukkan SF-26 sebenarnya memiliki potensi besar di Kanada.

Leclerc pun mencoba melihat sisi positif dari hasil finis keempat yang diraihnya. Ia menyebut tugas utamanya dalam kondisi sulit adalah memaksimalkan poin semaksimal mungkin.

“Dalam akhir pekan seperti ini, tugas saya adalah membawa pulang poin sebanyak mungkin. Jadi posisi empat sebenarnya hasil yang cukup baik,” tutupnya.