Toprak Razgatlioglu mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari Fabio Quartararo untuk pemahaman penting setelah menjalani MotoGP Prancis 2026 di Le Mans. Pembalap asal Turki itu menyebut performa impresif Fabio Quartararo membuka matanya tentang potensi Yamaha sekaligus area yang masih harus ia tingkatkan sebagai rookie MotoGP.
Toprak Razgatlioglu berhasil finis ke-13 pada balapan utama MotoGP Prancis 2026 dan kembali meraih poin penting untuk kedua kalinya musim ini. Meski demikian, rider Prima Pramac Yamaha tersebut merasa belum puas dengan performanya.
Pelajaran Dari Fabio Quartararo di MotoGP Prancis 2026
Toprak mengungkapkan bahwa penampilan Fabio Quartararo sepanjang akhir pekan di Le Mans memberinya dua pelajaran penting. Quartararo tampil sangat kompetitif dengan berhasil menembus barisan depan saat kualifikasi dan finis di posisi enam pada balapan utama.
Menurut Toprak, hasil tersebut membuktikan bahwa Yamaha sebenarnya memiliki potensi besar jika menemukan setelan motor yang tepat.
BACA JUGA: Kemenangan Bersejarah Aprilia: Jorge Martin Pimpin Dominasi 1-2-3 di MotoGP Prancis 2026
“Melihat pekerjaan luar biasa Fabio sepanjang akhir pekan membuat saya memahami dua hal dengan sangat jelas,” ujar Toprak Razgatlioglu.
“Pertama, saya masih harus banyak berkembang. Kedua, motor ini juga masih punya ruang besar untuk berkembang karena potensinya jelas ada dengan setup yang tepat,” lanjutnya.
Pernyataan itu menunjukkan betapa pentingnya data dan pengalaman Quartararo bagi proses adaptasi Toprak di MotoGP.
Toprak Razgatlioglu Ingin Ikuti Arah Setup Quartararo
Setelah mendapatkan banyak pelajaran di Le Mans, Toprak berencana mencoba pendekatan setup motor yang lebih mirip dengan milik Fabio Quartararo pada seri berikutnya di Catalunya.
Pembalap Turki tersebut mengaku akan mempelajari data secara detail untuk memahami bagaimana Quartararo mampu tampil cepat menggunakan Yamaha M1.
BACA JUGA: Hasil Lengkap Balapan MotoGP Prancis 2026: Jorge Martin Menang Dramatis di Le Mans
“Saya akan terus mempelajari data dengan teliti dan mungkin di Barcelona kami bisa mencoba setup yang lebih dekat dengan milik Fabio untuk memahami apakah arah itu juga cocok untuk saya,” jelas Toprak.
Langkah tersebut dinilai penting karena Toprak masih dalam tahap penyesuaian terhadap karakter motor MotoGP, terutama Yamaha yang kini menggunakan proyek pengembangan baru.
Masalah Motor dan Ban Masih Jadi Kendala
MotoGP Prancis 2026 juga menghadirkan tantangan besar bagi Toprak Razgatlioglu. Sebelum balapan dimulai, motornya mengalami masalah teknis saat menuju grid sehingga ia terpaksa menggunakan motor cadangan.
Masalahnya, motor kedua tersebut disiapkan untuk kondisi basah karena sebelumnya diprediksi hujan akan turun saat balapan berlangsung. Namun hujan tak kunjung datang sehingga Toprak harus balapan dengan setup yang kurang ideal di trek kering.
Meski begitu, ia tetap mampu finis hanya sedikit di belakang Alex Rins yang mengendarai Yamaha tim pabrikan.
BACA JUGA: Marc Marquez Akan Menjalani Operasi Usai Crash Hebat di MotoGP Le Mans
Toprak juga menjelaskan bahwa penggunaan ban soft depan dan belakang membuat performa bannya menurun drastis di akhir lomba.
“Awal balapan sebenarnya tidak buruk dan saya merasa cukup nyaman. Tetapi menjelang akhir, grip ban depan turun cukup banyak sehingga lebih sulit untuk mengendalikan motor,” katanya.
Fabio Quartararo Jadi Acuan Yamaha
Performa Fabio Quartararo di Le Mans kini sebagai tolok ukur penting bagi para pembalap Yamaha lainnya. Quartararo berhasil menunjukkan bahwa Yamaha masih bisa bersaing di papan tengah hingga depan jika setup motor bekerja maksimal.
Bagi Toprak Razgatlioglu, pengalaman di Le Mans menjadi bekal penting untuk terus berkembang dalam musim debutnya di MotoGP 2026.
Dengan proses adaptasi yang terus berjalan dan dukungan data dari Quartararo, Toprak berharap bisa tampil lebih kompetitif pada seri berikutnya di Catalunya.





