Perjalanan Toprak Razgatlioglu di MotoGP 2026 menunjukkan perkembangan signifikan setelah ia mulai meninggalkan gaya balap Superbike yang selama ini menjadi ciri khasnya. Adaptasi ini terbukti membantu pembalap asal Turki tersebut mendekati performa pembalap Yamaha lainnya.
Debutnya bersama Yamaha MotoGP Team memang tidak langsung mulus. Pada seri pembuka musim di Thailand, Toprak harus bekerja keras menyesuaikan diri dengan karakter motor prototipe Yamaha M1 yang sangat berbeda dibanding motor di Superbike World Championship.
Gaya Balap Superbike Tak Sepenuhnya Cocok di MotoGP
Sejak tes pramusim, Toprak mencoba membawa gaya balap Superbike ke dalam MotoGP.
Ia berusaha mengatur motor dengan setelan yang menyerupai motor Superbike, demi mendapatkan rasa berkendara yang lebih familiar.
Namun pendekatan tersebut justru menimbulkan berbagai kendala.
BACA JUGA: Cerita Dari Thailand, Acosta Menikmati Duel Ketat dengan Marc Marquez di Sprint Race MotoGP Buriram
Toprak memang tetap kuat dalam pengereman keras-ciri khasnya di WorldSBK, tetapi ia kesulitan menjaga kecepatan saat menikung dan menghadapi masalah traksi seperti wheelspin.
Selain itu, setelan “Superbike-style” juga memicu masalah teknis, termasuk keharusan melepas aero belakang agar sesuai dengan regulasi tinggi motor.
Situasi ini membuat performa motor menjadi tidak optimal dan menghambat proses adaptasinya di MotoGP.
Mulai Beradaptasi dengan Karakter Motor M1
Menurut Managing Director Yamaha Racing, Paolo Pavesio, kemajuan Toprak mulai terlihat ketika ia menyadari bahwa MotoGP tidak bisa diperlakukan seperti Superbike.
Toprak akhirnya memahami bahwa ada aspek penting dalam mengendarai motor MotoGP yang tidak bisa dikompromikan.
Pada akhir pekan balapan di Buriram, perubahan mulai terlihat. Motor Yamaha M1 miliknya kembali menggunakan aero belakang secara penuh, dan setelan motor menjadi lebih mendekati standar MotoGP.
Hasilnya, performa Toprak pun meningkat.
Performa Mulai Mendekati Pembalap Yamaha Lain
Meski hanya finis di posisi ke-17 dan belum meraih poin, Toprak menunjukkan peningkatan signifikan.
Ia mampu mengungguli rekan setimnya di Prima Pramac Yamaha, Jack Miller, dan bahkan mencatatkan pace yang sebanding dengan pembalap tim pabrikan seperti Fabio Quartararo dan Alex Rins di beberapa fase balapan.
Pavesio menilai performa tersebut sebagai langkah besar dalam proses adaptasi Toprak.
Menurutnya, kemampuan Toprak untuk mendekati pembalap Yamaha lain menjadi tolok ukur penting bahwa ia berada di jalur yang benar.
BACA JUGA: Toprak Razgatlioglu Menuju Jerez untuk Tes Privat MotoGP Bersama Yamaha
Dukungan Yamaha dalam Proses Adaptasi
Yamaha juga memainkan peran penting dalam perkembangan Toprak.
Tim sengaja memberikan kebebasan kepada Toprak untuk mencoba berbagai setelan, termasuk pendekatan ala Superbike, selama tes pramusim.
Tujuannya adalah agar Toprak bisa memahami sendiri perbedaan mendasar antara motor Superbike dan MotoGP.
Setelah melalui proses tersebut, Toprak kini mulai mengikuti pendekatan yang digunakan oleh pembalap MotoGP lainnya.
Ia juga mendapat dukungan dari kru berpengalaman, termasuk crew chief dan mantan pembalap MotoGP seperti Andrea Dovizioso yang membantu proses adaptasinya.
Jorge Lorenzo Soroti Perbedaan Gaya Balap
Pandangan menarik juga datang dari mantan juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo.
Menurut Lorenzo, pendekatan Toprak yang mengandalkan pengereman ekstrem dan garis balap “V” khas Superbike tidak cocok untuk MotoGP.
Ia menjelaskan bahwa motor prototipe MotoGP membutuhkan kecepatan tinggi saat menikung (corner speed), bukan sekadar mengandalkan teknik stop-and-go.
Perbedaan karakter ini menjadi tantangan besar bagi Toprak yang selama ini terbiasa dengan gaya balap agresif di Superbike.
Proses Adaptasi Masih Berlanjut
Setelah balapan di Thailand, Toprak terus menambah jam terbang dengan mengikuti tes privat di Sirkuit Jerez.
Kesempatan ini ia manfaatkan untuk semakin memahami karakter motor MotoGP dan menyempurnakan gaya balapnya.
Selanjutnya, ia akan kembali berlaga pada seri berikutnya di Brazil, yang juga menjadi tantangan baru karena merupakan sirkuit yang belum pernah ia gunakan oleh para pembalap MotoGP.
Perjalanan Toprak Razgatlioglu di MotoGP 2026 masih berada dalam tahap awal, namun tanda-tanda kemajuan sudah mulai terlihat.
BACA JUGA: Rekor Podium MotoGP Terhenti, Jorge Martin: Ducati Masih Sangat Kuat di MotoGP 2026
Dengan mulai meninggalkan gaya lama dan beradaptasi dengan tuntutan MotoGP, Toprak kini semakin dekat dengan level kompetitif pembalap Yamaha lainnya.
Jika proses ini terus berjalan positif, bukan tidak mungkin Toprak akan menjadi salah satu pembalap yang patut menjadi perhitungan di masa depan MotoGP.





