Jorge Martin menilai dominasi Ducati masih sangat kuat meskipun rekor podium MotoGP mereka akhirnya terhenti pada seri pembuka musim di GP Thailand 2026. Pembalap yang kini membela Aprilia Racing tersebut menegaskan bahwa hasil di Chang International Circuit, Buriram, tidak mencerminkan penurunan performa Ducati secara keseluruhan.
Bagi Jorge Martin, absennya Ducati dari podium pada balapan tersebut lebih dipengaruhi oleh kondisi balapan dan insiden yang terjadi di lintasan.
Ia bahkan menilai performa Marc Marquez masih sangat kuat sebelum mengalami masalah teknis menjelang akhir balapan.
Jorge Martin Nilai Rekor Podium Ducati Bukan Masalah Besar
Rekor podium MotoGP Ducati yang terhenti di Buriram sebenarnya cukup mengejutkan bagi banyak pengamat MotoGP.
Sebelumnya, pabrikan asal Italia tersebut berhasil mencatatkan 88 balapan berturut-turut dengan setidaknya satu pembalap naik podium.
BACA JUGA: Rahasia Balap MotoGP Ala Marc Marquez: Kunci Sukses Bukan Hanya Soal Kecepatan
Namun menurut Jorge Martin, statistik tersebut tidak terlalu penting dalam menilai kekuatan sebenarnya Ducati musim ini.
Ia menjelaskan bahwa performa motor Ducati Desmosedici GP tetap kompetitif sepanjang akhir pekan balap di Thailand.
Bahkan Marquez sempat menunjukkan kecepatan yang sangat menjanjikan sebelum mengalami kerusakan pada bagian pelek roda.
Masalah tersebut membuat sang juara dunia bertahan harus menghentikan balapannya saat berada di posisi keempat.
Martin menilai bahwa tanpa insiden tersebut, Marquez kemungkinan besar akan mampu finis di posisi kedua.
Marc Marquez Sempat Tunjukkan Kecepatan Tinggi
Sepanjang balapan di Buriram, Marquez sebenarnya tampil cukup impresif. Pembalap Spanyol tersebut sempat menunjukkan kecepatan yang mampu menyaingi para pembalap terdepan.
Saat insiden terjadi, ia sedang berusaha mengejar dua pembalap yang berada di depan, yaitu Raul Fernandez dan Pedro Acosta.
Pedro Acosta sendiri berhasil finis di posisi kedua dan sekaligus memimpin klasemen sementara MotoGP setelah seri pembuka.
Sementara itu, kemenangan pada balapan tersebut diraih oleh pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, yang tampil dominan sepanjang lomba.
Hasil tersebut membuat Aprilia tampil sangat kuat di Buriram dengan menempatkan empat motor mereka di posisi lima besar.
BACA JUGA: Marc Marquez Masuk Nominasi World Sportsman 2026, Sang Juara MotoGP Kembali Bersinar di Level Global
Aprilia Mulai Percaya Diri Bersaing di Kejuaraan
Performa impresif di Thailand membuat Jorge Martin semakin percaya diri menghadapi musim MotoGP 2026.
Menurutnya, Aprilia kini memiliki paket motor yang cukup kompetitif untuk menantang gelar juara dunia.
Motor Aprilia RS-GP dinilai memiliki performa yang stabil dan mampu bersaing dengan motor-motor Ducati di berbagai kondisi lintasan.
Martin juga menilai bahwa Aprilia memiliki keuntungan karena mereka telah menjalani lebih banyak lap pengujian selama tes pramusim di Buriram dibandingkan beberapa tim lain.
Hal tersebut membuat para pembalap Aprilia datang ke seri pembuka dengan persiapan yang lebih matang.
Meski begitu, Martin tetap meyakini bahwa Ducati akan kembali tampil sangat kuat pada balapan-balapan berikutnya.
Menurutnya, karakter lintasan Buriram memang sedikit berbeda dari sebagian besar sirkuit dalam kalender MotoGP.
Karena itu, hasil balapan di Thailand belum tentu mencerminkan peta kekuatan sepanjang musim.
Persaingan MotoGP 2026 Diprediksi Semakin Ketat
Setelah balapan pembuka musim, Jorge Martin menempati posisi keempat dalam klasemen sementara MotoGP.
Ia tertinggal 18 poin dari Pedro Acosta yang memimpin klasemen dan tujuh poin dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi.
Sementara itu, pembalap VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, menjadi pembalap Ducati terbaik di Buriram setelah finis di posisi keenam.
Di klasemen sementara, Di Giannantonio juga menjadi pembalap Ducati dengan posisi tertinggi, yaitu peringkat ketujuh, tepat di depan Marc Marquez.
BACA JUGA: Ban Motor Marc Marquez Meledak, Ducati Ungkap Penyebab Insiden Mengerikan
Situasi tersebut menunjukkan bahwa musim MotoGP 2026 kemungkinan akan menghadirkan persaingan yang jauh lebih terbuka dari beberapa musim terakhir.
Dengan performa kuat dari Aprilia, Ducati, serta munculnya talenta muda seperti Pedro Acosta, perebutan gelar juara dunia nampaknya akan berlangsung sangat sengit hingga akhir musim.





