Sejarah Ducati di MotoGP: Perjalanan Panjang dari Comeback hingga Jadi Kekuatan Besar

Sejarah Ducati di MotoGP Perjalanan Panjang dari Comeback hingga Jadi Kekuatan Besar
Ducati Corse - Dokumentasi IG: @ducaticorse

Sejarah Ducati di MotoGP merupakan kisah panjang tentang bagaimana pabrikan asal Italia ini berkembang dari tim penantang menjadi salah satu kekuatan utama di kejuaraan MotoGP. Perjalanan Ducati di kelas premier balap motor dunia tidak selalu berjalan mulus, tetapi penuh dengan inovasi teknologi, perubahan regulasi, serta kehadiran pembalap-pembalap besar.

Sejak pertama kali terlibat di ajang balap motor dunia hingga akhirnya kembali secara penuh pada era MotoGP modern, Ducati telah menciptakan berbagai momen penting yang membentuk identitas mereka di lintasan.

Awal Keterlibatan Ducati di Balap Grand Prix

Ducati sebenarnya sudah memiliki keterlibatan dalam balap Grand Prix sejak tahun 1960-an. Namun perubahan regulasi besar pada awal 1970-an membuat pabrikan asal Bologna tersebut memilih mundur dari kelas utama.

Saat itu, regulasi mesin berubah menjadi format 500cc dua tak, sementara Ducati dikenal sebagai pengembang mesin empat tak.

BACA JUGA: Rekor Podium MotoGP Terhenti, Jorge Martin: Ducati Masih Sangat Kuat di MotoGP 2026

Ketidaksesuaian teknologi tersebut membuat Ducati memutuskan untuk menunggu hingga regulasi berubah agar mereka dapat kembali berkompetisi.

Kesempatan itu akhirnya datang pada tahun 2002 ketika kelas premier berubah menjadi era MotoGP dengan mesin empat tak.

Perubahan aturan tersebut membuka peluang bagi Ducati untuk kembali ke kejuaraan dunia dengan teknologi yang sesuai dengan filosofi mesin mereka.

Pada tahun yang sama, Ducati memperkenalkan motor balap legendaris Ducati Desmosedici di Italian Grand Prix yang digelar di Mugello Circuit.

Nama Desmosedici sendiri berasal dari sistem desmodromic khas Ducati dengan konfigurasi 16 katup.

Motor tersebut kemudian dipersiapkan untuk debut penuh pada musim MotoGP 2003.

Era Pembangunan Ducati di MotoGP (2003-2006)

Debut resmi Ducati di MotoGP terjadi pada musim 2003 dengan dua pembalap utama, yaitu Loris Capirossi dan Troy Bayliss.

Balapan pertama mereka berlangsung di Japanese Grand Prix di Suzuka Circuit, dan hasilnya langsung mengejutkan dunia balap. Ducati berhasil meraih podium pada balapan debut tersebut.

Tidak lama setelah itu, Capirossi mencetak kemenangan penting di Catalan Grand Prix setelah Valentino Rossi mengalami kecelakaan saat memimpin balapan.

Musim pertama Ducati di MotoGP pun ditutup dengan hasil yang sangat impresif. Capirossi mengakhiri musim di posisi keempat klasemen pembalap, sementara Bayliss berada di posisi keenam.

Ducati juga menempati posisi kedua klasemen konstruktor di belakang Repsol Honda Team.

Pada musim-musim berikutnya, Ducati terus mengembangkan Desmosedici agar mampu bersaing dengan pabrikan Jepang.

Pada tahun 2005, Ducati mengganti pemasok ban menjadi Bridgestone, sebuah keputusan penting yang membantu meningkatkan performa motor.

Capirossi berhasil meraih kemenangan di Japanese Grand Prix di Motegi dan Malaysian Grand Prix di Sepang International Circuit.

Momen bersejarah lainnya terjadi pada musim 2006 ketika Troy Bayliss kembali membalap untuk Ducati di seri penutup musim di Valencia.

Secara mengejutkan, Bayliss berhasil meraih pole position dan memenangkan balapan tersebut.

Ia bahkan memimpin Ducati meraih finis 1-2 bersama Capirossi, yang menjadi hasil terbaik tim saat itu di MotoGP.

BACA JUGA: Rahasia Balap MotoGP Ala Marc Marquez: Kunci Sukses Bukan Hanya Soal Kecepatan

Sejarah Ducati Di MotoGP pada Era Valentino Rossi

Babak baru dalam Sejarah Ducati Di MotoGP dimulai ketika Valentino Rossi bergabung dengan tim Ducati pada musim 2011.

Kepindahan Rossi dari Yamaha Factory Racing ke Ducati menjadi salah satu transfer paling mengejutkan dalam sejarah MotoGP.

Rossi kembali bekerja sama dengan mantan rekan setimnya di Honda, Nicky Hayden.

Namun masa dua tahun Rossi bersama Ducati tidak berjalan sesuai harapan.

Pada musim 2011, ia hanya mampu finis di posisi ketujuh klasemen akhir dengan total 139 poin.

Meskipun sempat meraih beberapa podium, performa motor Ducati saat itu dianggap sulit dikendalikan.

Musim 2012 juga tidak banyak berubah. Ducati hanya mampu meraih dua podium runner-up sepanjang musim.

Hasil tersebut membuat Rossi akhirnya memutuskan meninggalkan Ducati setelah dua musim yang penuh tantangan.

Era Andrea Dovizioso dan Kebangkitan Ducati

Setelah era Rossi berakhir, Ducati mulai membangun kembali kekuatannya dengan merekrut Andrea Dovizioso pada musim 2013.

Dovizioso menjadi figur penting dalam perkembangan Ducati selama hampir satu dekade.

Selama membela Ducati hingga tahun 2020, ia berganti beberapa rekan setim, mulai dari Nicky Hayden, Cal Crutchlow, Andrea Iannone, Jorge Lorenzo, hingga Danilo Petrucci.

Pencapaian terbaik Dovizioso terjadi pada periode 2017 hingga 2019 ketika ia berhasil menjadi runner-up klasemen dunia tiga musim berturut-turut.

Performa konsisten tersebut menandai kebangkitan Ducati sebagai salah satu penantang utama gelar juara dunia MotoGP.

Pada musim terakhirnya bersama Ducati pada 2020, Dovizioso juga membantu tim meraih gelar juara dunia konstruktor untuk kedua kalinya.

BACA JUGA: Marc Marquez Masuk Nominasi World Sportsman 2026, Sang Juara MotoGP Kembali Bersinar di Level Global

Ducati Kini Menjadi Kekuatan Utama MotoGP

Setelah melalui perjalanan panjang, Ducati kini berkembang menjadi salah satu pabrikan paling dominan di MotoGP modern.

Inovasi teknologi, perkembangan motor Desmosedici, serta kombinasi pembalap berbakat membuat Ducati terus menjadi penantang utama di setiap musim.

Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa kesuksesan Ducati di MotoGP bukanlah hasil instan, melainkan buah dari strategi jangka panjang dan komitmen kuat terhadap inovasi.

Daftar Gelar Juara Dunia Ducati di MotoGP

Perjalanan panjang dalam MotoGP akhirnya membawa Ducati meraih sejumlah gelar juara dunia baik di kategori pembalap maupun tim/konstruktor. Pencapaian ini menjadi bagian penting dari Sejarah Ducati Di MotoGP yang menunjukkan perkembangan besar pabrikan asal Italia tersebut dalam dua dekade terakhir.

Juara Dunia Pembalap Ducati di MotoGP

PembalapNegaraTahun Juara
Casey StonerAustralia2007
Francesco BagnaiaItalia2022, 2023
Jorge MartinSpanyol2024
Marc MarquezSpanyol2025

Gelar pertama Ducati di MotoGP diraih oleh Casey Stoner pada tahun 2007. Saat itu ia tampil dominan menggunakan motor Ducati Desmosedici GP7 dan membawa Ducati meraih gelar dunia pertamanya.

Setelah itu Ducati sempat menunggu cukup lama sebelum akhirnya kembali meraih gelar juara dunia melalui Francesco Bagnaia pada musim 2022 dan 2023.

Dominasi Ducati kemudian semakin terlihat ketika Jorge Martin meraih gelar pada 2024 dan Marc Marquez melanjutkan kesuksesan tersebut pada musim 2025.

Gelar Juara Dunia Tim dan Konstruktor Ducati

TimTahunCatatan
Ducati Marlboro Team2007Tim pabrikan
Ducati Lenovo Team2021, 2022, 2024, 2025Tim pabrikan Ducati
Prima Pramac Racing2023Sebagai konstruktor Ducati

Keberhasilan Ducati tidak hanya datang dari pembalap, tetapi juga dari dominasi mereka dalam kategori tim dan konstruktor.

Musim 2007 menjadi momen bersejarah ketika Ducati Marlboro Team meraih gelar ganda bersama Casey Stoner.

Setelah periode pembangunan yang panjang, Ducati kembali mendominasi MotoGP pada era modern melalui Ducati Lenovo Team dengan beberapa gelar konstruktor sejak 2021.

Keunikan lain terjadi pada musim 2023 ketika tim satelit Prima Pramac Racing berhasil meraih gelar sebagai konstruktor Ducati, menunjukkan kedalaman performa motor Desmosedici di berbagai tim.