MotoGP  

Jorge Martin Buka-bukaan: Motor Aprilia RS-GP Nyaman, Tapi Masih Kalah Cepat dari Rival

Jorge Martin Buka-bukaan Motor Aprilia RS-GP Nyaman, Tapi Masih Kalah Cepat dari Rival
Jorge Martin - Dokumentasi: (c) Michelin

Meski baru kembali membalap usai cedera panjang, Jorge Martin mengaku sudah merasa nyaman dengan motor Aprilia RS-GP. Namun, pembalap Spanyol itu menilai dirinya masih tertinggal dua hingga tiga persepuluh detik dari rider tercepat MotoGP.

Pembalap MotoGP itu menjalani tes pramusim dengan kondisi yang belum ideal.

Martin sebelumnya absen di tes Sepang demi fokus pemulihan dari beberapa operasi yang dijalaninya pada masa off-season.

Tes di Sirkuit Internasional Buriram menjadi momen comeback Martin ke lintasan.

Meski hanya menjalani dua hari pengujian bersama Aprilia, ia mampu finis di posisi kedelapan catatan waktu gabungan, hasil ini cukup positif untuk tahap awal.

BACA JUGA: Honda Butuh Revolusi Besar, Joan Mir Nilai Motor Honda RC213V Belum Kompetitif di MotoGP 2026

Motor Aprilia RS-GP Mulai Temukan Setelan Dasar

Martin menyebut tim telah menemukan basis set-up yang cukup solid untuk balapan pembuka musim.

Fokus utama selama tes adalah penyempurnaan aerodinamika dan elektronik agar siap menghadapi akhir pekan balapan.

“Kami sudah menemukan dasar set-up untuk trek ini. Dari sisi aerodinamika, kami punya beberapa opsi dan itu sangat membantu,” ujar Martin.

Menurutnya, fleksibilitas pengembangan motor Aprilia RS-GP menjadi nilai tambah penting, karena karakter motor bisa disesuaikan dengan kebutuhan setiap sirkuit.

Namun demikian, Martin tak menutup mata bahwa masih ada jarak performa yang perlu mereka kejar.

“Secara konsistensi saya merasa bagus, tapi dalam hal race pace, kami masih tertinggal dua hingga tiga persepuluh dari pembalap tercepat,” jelasnya.

BACA JUGA: MotoGP Menuju Era Baru: Gaji Minimum Pembalap 500 Ribu Euro Mulai 2027

Jorge Martin Tak Perlu Ubah Gaya Balap

Hal positif terbesar dari tes pramusim ini adalah rasa natural yang RS-GP berikan terhadap gaya membalap Martin.

Ia mengaku bisa mengeluarkan potensi tanpa harus memaksakan adaptasi ekstrem, berbeda dengan fase awal musim sebelumnya.

“Dengan motor ini, saya bisa mengeluarkan potensi saya secara alami. Gaya balap saya cocok dan kecepatan datang dengan sendirinya,” kata Martin.

Meski begitu, ia tetap realistis menilai situasi. Menurutnya, Buriram bukan trek representatif untuk keseluruhan musim karena karakter lintasan yang unik.

“Saya tidak ingin terlalu optimistis. Ketika kita ke Austin atau Jerez, semuanya bisa berubah. Tapi perasaan awalnya sangat positif,” tambahnya.

Martin juga menekankan bahwa ia masih membutuhkan jam terbang lebih banyak, baik dari sisi jumlah lap maupun pengalaman balapan, untuk benar-benar berada di level pertarungan terdepan.

BACA JUGA: Marc Marquez Terjatuh Tiga Kali di Buriram, Ducati Tetap Tenang Jelang MotoGP Thailand 2026

Evaluasi Awal Jelang Musim 2026

Secara keseluruhan, Aprilia dan Jorge Martin menutup tes pramusim dengan optimisme terukur.

motor Aprilia RS-GP nampaknya sudah berada di jalur yang benar, meski masih memerlukan peningkatan detail agar mampu menyaingi pabrikan papan atas sejak seri pembuka.

Bagi GPHotlap, situasi ini menunjukkan bahwa Aprilia berpotensi menjadi kuda hitam MotoGP 2026, terutama jika pengembangan lanjutan mampu memangkas selisih waktu yang saat ini masih membayangi Jorge Martin.