Tembus Posisi Keempat Race 1 di Kandang, Miguel Oliveira Akui Butuh Kerja Keras Dobrak Tiga Besar

Tembus Posisi Keempat Race 1 di Kandang, Miguel Oliveira Akui Butuh Kerja Keras Dobrak Tiga Besar
Miguel Oliveira - Dokumentasi IG: @88migueloliveira

Pembalap tuan rumah Miguel Oliveira tampil solid pada balapan pembuka putaran ke-10 WorldSBK 2026 di Circuito do Estoril. Namun berbicara mengenai target podium di WorldSBK Estoril 2026 Portugal, bintang asal Portugal tersebut mengakui bahwa menembus posisi tiga besar merupakan tantangan luar biasa berat di tengah hegemoni trio Ducati Panigale V4 R.

Pada balapan Race 1 hari Sabtu, Oliveira menuntaskan balapan di peringkat keempat. Memulai laga dengan agresif usai menyalip Alex Lowes (Bimota by Kawasaki), pembalap bernomor motor #88 itu menjaga ritme konsisten kendati tidak mampu mendekati Alberto Surra (Motocorsa Racing) dalam jarak di bawah satu detik untuk merebut podium ketiga.

BACA JUGA: Kuasai Latihan Jumat di Estoril, Nicolo Bulega Merasa Lebih Lepas Usai Amankan Titel 2026

Target Lima Besar Tercapai, Bidik Sempurna di Superpole Race

Hasil finis P4 di Race 1 sejatinya telah melampaui target realistis yang dipatok kubu BMW Motorrad jelang akhir pekan di Estoril, mengingat pabrikan asal Jerman itu sempat melewati beberapa putaran yang berat di seri-seri sebelumnya.

“Pada hari Sabtu, kami berhasil memenuhi target yang telah kami tetapkan sendiri sebelum akhir pekan balapan dimulai,” ungkap Oliveira kepada laman resmi WorldSBK. “Saya sudah tahu sejak awal bahwa meraih podium di sini membutuhkan kerja ekstra keras (sweated) dan sedikit faktor keberuntungan.”

“Pada akhirnya, kecepatan kami sebenarnya ada di sana, jadi saya cukup senang dengan hal itu. Saya sempat melakukan beberapa kesalahan kecil, dan lewat penyempurnaan setelan (fine-tuning), saya harap kami bisa lebih dekat pada balapan hari Ahad. Namun ini tetap akan sulit dan menjadi tantangan besar,” tambahnya.

Oliveira juga mewaspadai ancaman pembalap di sekitarnya, termasuk Alex Lowes yang tampil kompetitif di atas Bimota KB998. “Alex membalap dengan sangat fantastis dan membuat pertarungan tidak mudah. Kami harus berada di level terbaik bersama motor untuk bisa menantang lebih jauh. Dan itu terutama pada Superpole Race di sesi pagi,” tegas rider berusia 31 tahun tersebut.

BACA JUGA: Dominasi Ducati Tak Terbendung di Portugal, Nicolo Bulega Hancurkan Rekor Lap Autodromo do Estoril

Perubahan Ergonomi Bawa Angin Segar bagi BMW M1000 RR

Peningkatan performa impresif Oliveira belakangan ini diakui lahir berkat modifikasi posisi berkendara serta pendekatan teknis yang lebih terarah sejak seri Cremona dua pekan lalu.

“Sedikit pada posisi berkendara (riding position) dan beberapa penyesuaian detail komponen pada motor yang kami ubah,” jelas mantan pembalap MotoGP tersebut. “Pendekatan kami sepanjang akhir pekan ini juga sangat positif. Pengaturan dasarnya (base setup) terbukti cukup bagus. Kami sedang menuju ke arah yang benar, selangkah demi selangkah.”

Kendati puas dengan konsistensi ritme balapnya, Oliveira tetap bersikap realistis terhadap keunggulan kecepatan Ducati pabrikan yang dikendarai sang juara dunia Nicolo Bulega dan Iker Lecuona.

“Tentu kami menyadari bahwa dua pembalap terdepan masih jauh lebih cepat. Namun kami terus membuat kemajuan. Sejak di Cremona kecepatannya sudah ada, hanya saja saat itu belum terlihat karena saya gagal menyelesaikan balapan.

Hari ini, akhirnya kami bisa mencetak hasil solid, balapan yang bersih, dengan kecepatan yang konstan. Saya sangat bahagia dengan pencapaian ini,” tutup Oliveira optimistis menatap Superpole Race dan Race 2 hari Ahad.

BACA JUGA: Dominasi Panigale V4 R di Portugal, Nicolo Bulega Rajai Latihan Bebas Pembuka Estoril