Penampilan sensasional Lewis Hamilton (Scuderia Ferrari) dalam sesi kualifikasi F1 GP Bahrain 2026 di Sirkuit Internasional Sepang menuai banyak pujian. Juara dunia tujuh kali tersebut sukses mengamankan posisi start kedua (P2) di baris terdepan (front row), tepat di samping Max Verstappen (Red Bull Racing) yang meraih pole position.
Aksi memukau Hamilton dinilai sebagai aksi “mic drop” berkelas untuk membungkam spekulasi liar seputar masa depan Team Principal Ferrari, Fred Vasseur. Sepanjang awal pekan balap di Malaysia, kubu Maranello sempat diguncang rumor pergantian kepemimpinan, terutama setelah mantan bos Red Bull, Christian Horner, secara terbuka menyebut bahwa memimpin Ferrari adalah impian besarnya.
Momen Pembuktian di Tengah Spekulasi Kursi Vasseur
Menjelang akhir pekan balap, manajemen Ferrari bahkan sempat menggelar konferensi pers dadakan untuk menegaskan dukungan penuh terhadap Vasseur. Hamilton dan rekan setimnya, Charles Leclerc, turut bersuara membela kepemimpinan pria asal Prancis tersebut.
Pengamat F1TV sekaligus mantan pembalap, Alex Brundle, menilai hasil kualifikasi ini menjadi suntikan moral luar biasa bagi seluruh tim.
“Saya pikir ini adalah momen mic drop besar dari Hamilton. Datang ke sirkuit, menyatakan kepercayaan mutlak kepada orang yang memimpin tim, meletakkan mobil di barisan depan, menolak berkomentar lebih jauh, lalu melangkah pergi. Ini adalah momen krusial bagi Fred dan Ferrari,” tegas Brundle.
Hamilton hanya terpaut tipis 0,298 detik dari torehan Verstappen untuk mengklaim posisi start baris depan perdananya di musim 2026.
Lap Terbaik Hamilton di Atas SF-26
Pembalap asal Inggris tersebut mengakui bahwa performanya di babak kualifikasi Sepang merupakan putaran terbaik yang ia rasakan sepanjang musim balap 2026.
“Kami telah bekerja sangat keras untuk mengembangkan dan menyetel mobil ini, dan itu adalah tantangan masif. Mengendarai mobil ini bagaikan menyeimbangkan pisau di atas ujungnya, hampir mustahil. Menemukan keseimbangan antara mesin, platform aerodinamika, aspek mekanis, dan distribusi rem membutuhkan presisi ekstrem,” jelas Hamilton kepada Sky Sports F1.
Hamilton juga memberikan apresiasi penuh kepada kerja keras para kru mekanik dan insinyur di garasi Ferrari yang bekerja di bawah suhu panas lintasan Sepang.
BACA JUGA: Russell Naik Peringkat Usai Baku, Daftar Pemenang F1 Sepanjang Masa Usai GP Azerbaijan 2026
“Semua elemen harus menyatu secara sempurna, termasuk temperatur ban dan track position. Itu adalah salah satu lap yang paling saya nikmati tahun ini, bahkan mungkin putaran terbaik saya sepanjang 2026.
Saya tidak menyangka bisa menembus front row, ini adalah hadiah besar bagi para mekanik dan insinyur yang telah bekerja sangat keras,” pungkasnya.





