Verstappen masih mencintai F1, namun mulai memberi sinyal kuat soal kemungkinan meninggalkan Formula 1 di masa depan. Max Verstappen menegaskan bahwa dirinya tidak ingin dikasihani jika suatu saat memutuskan untuk keluar dari ajang balap paling bergengsi tersebut.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketidakpuasan Verstappen terhadap regulasi F1 saat ini, yang menurutnya telah mengurangi kesenangan dalam balapan.
Verstappen secara terbuka mengkritik arah perkembangan Formula 1 modern. Ia bahkan menyebut bahwa balapan saat ini terasa seperti permainan, bukan kompetisi balap sejati.
Menurutnya, regulasi yang ada membuat pengalaman balapan menjadi kurang menyenangkan. Ia mengibaratkan situasi tersebut seperti bermain “Mario Kart”, yang menekankan aspek strategi energi daripada balapan murni.
BACA JUGA: Tidak Terlalu Memikirkan Gelar Juara, Antonelli Tetap Rendah Hati Meski Pimpin F1 2026
Kritik ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Verstappen mulai mempertimbangkan masa depannya di luar F1.
Verstappen Masih Mencintai F1, Tapi Cari Kebahagiaan Lain
Meski demikian, Max Verstappen masih mencintai F1 dan mengakui bahwa meninggalkan ajang ini bukan keputusan yang mudah. Ia menyebut akan merasa sedih jika benar-benar harus berpisah dengan dunia yang telah membesarkan namanya.
Namun, ia juga menegaskan bahwa hidupnya tidak akan berhenti hanya karena keluar dari F1. Ia memiliki berbagai proyek lain yang membuatnya tetap bersemangat.
Salah satunya adalah pengembangan tim GT3 miliknya, yang berada di bawah naungan Verstappen.com Racing. Ia bahkan berencana turun langsung dalam ajang balap ketahanan seperti Nürburgring 24 Hours.
Berbeda dengan pembalap seperti Lewis Hamilton dan Fernando Alonso yang tetap aktif hingga usia 40-an, Verstappen sudah lama menyatakan tidak ingin berkarier terlalu lama di F1.
Di usia 28 tahun, ia sebenarnya masih memiliki banyak waktu. Namun, baginya durasi karier bukan soal usia, melainkan soal apakah ia masih menikmati balapan atau tidak.
Hal inilah yang kini mulai menjadi masalah, karena ia merasa kesenangan dalam balapan mulai berkurang.
Faktor Kebahagiaan Jadi Penentu
Verstappen menegaskan bahwa kunci utama kesuksesan seorang atlet adalah menikmati apa yang dilakukan. Tanpa rasa senang, sulit untuk memberikan performa maksimal secara konsisten.
BACA JUGA: Gasly Memasang Target Tinggi Usai Kebangkitan Alpine di F1 2026, Siap Tantang McLaren dan Ferrari
Ia mengakui masih memberikan 100 persen di setiap balapan, namun cara ia memaksakan diri saat ini terasa tidak sehat karena tidak diiringi dengan rasa menikmati.
Pandangan ini menunjukkan bahwa keputusan masa depannya tidak semata-mata atas dasar pada hasil atau performa mobil, tetapi lebih pada keseimbangan mental dan kebahagiaan pribadi.
Selain GT3, Verstappen juga memiliki berbagai proyek lain yang ingin ia kembangkan dalam beberapa tahun ke depan. Ia melihat masa depan yang tetap penuh aktivitas dan kesenangan meski tidak lagi berada di Formula 1.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa ia sedang “menyiapkan fondasi” untuk kehidupan setelah F1, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada satu ajang balap.
BACA JUGA: Red Bull Ingin Perubahan Besar di F1, Soroti Format Kualifikasi Menuju 2027
Max Verstappen Berada Di Persimpangan
Max Verstappen saat ini berada di persimpangan penting dalam kariernya. Di satu sisi, ia masih mencintai Formula 1 dan menghargai semua yang telah ia capai selama ini. Di sisi lain, ia mulai kehilangan kesenangan yang selama ini menjadi bahan bakar utamanya.
Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Verstappen akan mengambil keputusan besar dalam waktu dekat. Namun satu hal yang pasti, apa pun pilihannya nanti, ia telah memastikan bahwa masa depannya tetap cerah di dunia balap maupun di luar itu.





