F1  

Plot Twist di Madring, Hamilton Turunkan Spek Mesin, Tak Ada Lagi Defisit Tenaga Mesin Ferrari di Madrid 2026

Plot Twist di Madring, Hamilton Turunkan Spek Mesin, Tak Ada Lagi Defisit Tenaga Mesin Ferrari di Madrid 2026
Mobil tim F1 Scuderia Ferrari - Dokumentasi IG: @scuderiaferrari

Misteri terkait dugaan ketimpangan paket mesin antara dua pembalap Scuderia Ferrari HP di Sirkuit Madring akhirnya menemui titik terang. Sempat diprediksi bakal terjadi defisit tenaga mesin Ferrari di Madrid 2026 antara Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, laporan terkini dari paddock memastikan kedua pembalap menggunakan spesifikasi unit daya (power unit) yang identik sejak sesi hari Sabtu.

Awalnya, Leclerc harus kembali menggunakan mesin spesifikasi lama Ferrari (ADUO 1) menyusul insiden kecelakaan hebat yang ia alami pada GP Italia di Monza pekan lalu. Sementara itu, Hamilton tetap menggunakan versi pengembangan anyar (ADUO 2) yang baru di Monza sepanjang sesi latihan bebas hari Jumat.

Namun, situasi berbalik menjelang sesi kualifikasi Sabtu. Jurnalis pit lane Sky Sports F1, Ted Kravitz, mengungkapkan bahwa Ferrari memutuskan menarik mesin ADUO 2 dari mobil Hamilton untuk menghemat jarak tempuh (mileage) pada mesin baru tersebut:

BACA JUGA: Starting Grid F1 GP Spanyol Madrid 2026: Norris Pimpin Baris Depan di Madring, Hamilton Tempel Verstappen

“Lewis mengembalikan unit daya spesifikasi baru hasil pengembangan ADUO yang ia gunakan di Monza ke dalam pool mesin demi menghemat jarak tempuhnya. Mulai hari Sabtu hingga sisa akhir pekan ini, ia menggunakan mesin yang sama dengan Charles Leclerc. Jadi, tidak ada lagi defisit tenaga antara Leclerc dan Hamilton, kabar yang melegakan bagi Charles. Sirkuit Madring bukan trek yang sangat mengandalkan tenaga mesin (power-sensitive), sehingga mereka bisa mengistirahatkan mesin baru di sini.”

Hasil Kualifikasi Ketat: Hamilton Unggul Tipis 0,006 Detik atas Leclerc

Kesetaraan paket teknis tersebut tercermin jelas pada hasil sesi kualifikasi. Lewis Hamilton berhasil mengunci posisi start keempat dengan keunggulan super tipis hanya 0,006 detik atas Leclerc yang menempati posisi kelima. Hamilton nyaris menyabet pole position perdananya dalam tiga tahun terakhir sebelum tergeser dengan selisih 0,189 detik dari sang peraih pole, Lando Norris.

Selepas kualifikasi, Leclerc sempat menduga penggunaan mesin berspesifikasi lawas menjadi penyebab kegagalan merebut baris terdepan:

“Saya rasa sebagian besar tim memasang unit daya baru atau spesifikasi yang lebih segar untuk hari ini, sementara saya memakai spesifikasi lama. Tentu itu konsekuensi dari kesalahan saya pekan lalu, jadi mungkin saya tidak mendapatkan lonjakan performa seperti rival lainnya. Meski begitu, putaran kualifikasi saya sebenarnya cukup bersih.”

BACA JUGA: Diwarnai Dua Red Flag dan Insiden Hamilton, Cek Hasil FP3 F1 GP Spanyol Madrid 2026: Kimi Antonelli Tercepat Lagi

Misteri Hilangnya 0,4 Detik Leclerc di Sektor 1

Kendati demikian, pembalap asal Monako tersebut ragu apakah kekurangannya murni karena tenaga mesin di lintasan lurus atau kendala saat melibas tikungan:

“Kerugian terbesar saya ada di sektor pertama. Saya rasa saya kehilangan sekitar empat persepuluh detik di sektor satu pada lap cepat saya, jadi kami harus menganalisis data tersebut. Putaran pemanasan (out-lap) saya memang tidak ideal, tetapi empat persepuluh detik adalah jarak yang cukup besar. Ada banyak trek lurus di sana, namun saya ragu kami kehilangan waktu sebanyak itu hanya di lintasan lurus.”

Sementara itu, unit daya ADUO 2 milik Leclerc yang terdampak insiden di Monza masih berada dalam pengawasan ketat teknisi Maranello. Hal tersebut untuk memastikan apakah komponen mesin tersebut masih aman dialokasikan kembali pada seri-seri berikutnya.

Fakta Kunci Situasi Mesin Ferrari di GP Spanyol (Madrid 2026)

Dinamika internal Scuderia Ferrari di Sirkuit Madring akhirnya bermuara pada keputusan strategis untuk menyamakan paket teknis kedua pembalapnya. Lewis Hamilton secara resmi menanggalkan unit daya spesifikasi baru ADUO 2 seusai sesi latihan bebas hari Jumat. Dan ia kembali menggunakan mesin berspesifikasi lama ADUO 1 mulai FP3 hingga sesi kualifikasi demi menghemat alokasi jarak tempuh (mileage).

Langkah ini menepis spekulasi adanya kesenjangan performa internal, mengingat Charles Leclerc sejak awal akhir pekan sudah harus menggunakan mesin lama ADUO 1 menyusul proses investigasi menyeluruh terhadap mesin anyarnya yang terdampak insiden kecelakaan di Monza.

BACA JUGA: Diwarnai Red Flag Perdana, Inilah Hasil FP2 F1 GP Spanyol Madrid 2026: Antonelli Tercepat, Lando Norris Didera Masalah

Keputusan mengistirahatkan mesin versi pengembangan tersebut juga didukung oleh karakter sirkuit jalan raya Madring yang tergolong rendah sensitivitas tenaganya (low power-sensitivity). Akhirnya Ferrari memilih menyimpan potensi maksimal mesin baru untuk seri-seri cepat mendatang.

Dampak dari penggunaan mesin yang setara ini pun langsung tercermin nyata di atas lintasan kualifikasi. Di mana Hamilton berhasil mengamankan posisi start keempat (P4) di baris kedua. Ia unggul tipis hanya 0,006 detik atas Leclerc yang menempel ketat di posisi kelima (P5).