MotoGP  

Di Giannantonio : Kehilangan Cengkeraman Roda Depan, Terpaksa Pakai Gaya Balap Supermoto

Di Giannantonio Kehilangan Cengkeraman Roda Depan, Terpaksa Pakai Gaya Balap Supermoto
Fabio Di Giannantonio - Dokumentasi : (c) Michelin

Kendala teknis pada bagian haluan motor Desmosedici GP26 menjadi perhatian Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) usai finis keempat pada sesi balap Sprint GP San Marino. Pembalap asal Italia tersebut mengakui sering kehilangan cengkeraman roda depan saat berupaya meladeni kecepatan armada Aprilia Racing di Sirkuit Misano World Circuit Marco Simoncelli.

Sempat menghuni zona podium pada paruh awal perlombaan, Di Giannantonio akhirnya harus merelakan posisi ketiga direbut pemuncak klasemen sementara, Jorge Martin. Diggia merasa telah mengerahkan seluruh potensi paket motornya, namun keterbatasan pada sektor front-end menjadi tembok besar yang menghalangi langkahnya untuk finis lebih depan.

BACA JUGA: Sah Jadi Raja Balapan Sabtunya MotoGP, Rekor 21 Kemenangan Marc Marquez di Daftar Juara Sprint Race MotoGP

Dilema Trail Braking dan Gaya Balap Ala Supermoto

Di Giannantonio membeberkan bahwa kelemahan utama Ducati saat ini berada di fase masuk tikungan (corner entry). Karakter Aprilia RS-GP26 jauh lebih stabil ketika pembalap menahan tuas rem sambil merebahkan motor ke titik belok (trail braking), hal yang justru memicu risiko kecelakaan bagi penunggang Ducati:

“Mereka (Aprilia) bisa melakukan trail braking jauh lebih dalam dan mempersiapkan jalur balap dengan sangat baik. Sedangkan saya tidak bisa, karena setiap kali mencoba menahan rem demi menjaga jalur yang tepat, saya selalu kehilangan cengkeraman roda depan. Saat ini saya berkendara jauh lebih condong ke gaya supermoto, harus membuat sudut motor benar-benar miring menyamping ke dalam tikungan. Di tikungan cepat, kerugiannya menjadi berlipat ganda.”

Kelemahan tersebut membuat Di Giannantonio harus bekerja ekstra keras menjaga stabilitas motor. Terutama di tikungan-tikungan mengalir kencang seperti Curvone yang menjadi titik terkuat Aprilia sepanjang akhir pekan ini.

BACA JUGA: Taktik Jitu Ban Medium, Inilah Hasil Sprint Race MotoGP Misano San Marino 2026: Marc Marquez Bungkam Bezzecchi dan Martin

Sentuhan Magis Marc Marquez dan Peluang Gelar Juara

Di tengah persoalan roda depan yang mendera kubu Ducati, Di Giannantonio memberikan apresiasi tinggi kepada rekan sepabrikannya, Marc Marquez. Sang juara dunia bertahan sukses menutupi kekurangan GP26 dan memenangi balapan Sprint. Dan Marquez membuktikan bahwa motor Borgo Panigale tetap bisa bersaing memperebutkan podium tertinggi:

“Kami harus meningkatkan performa bagian depan motor, saya selalu mengatakan hal itu. Namun bagaimanapun, Marc tetaplah Marc. Ia melakukan pekerjaan luar biasa dan tampaknya sanggup membawa Ducati ke level yang sama dengan Aprilia. Kami harus banyak belajar darinya.”

Menghadapi balapan utama 27 lap pada Ahad ini, Di Giannantonio masih bertengger di peringkat keempat klasemen. Ia berselisih 49 poin dari pemuncak klasemen, Jorge Martin. Meski defisit angka terbilang lebar, pembalap bernomor start 49 ini menegaskan pantang menyerah selama hitungan matematis masih memungkinkan untuknya memburu titel juara dunia 2026.

Poin Evaluasi Sektor Depan Motor Ducati Versi Di Giannantonio:

  • Fase Pengereman Kritis: Motor rawan kehilangan traksi saat menahan rem sambil mengarahkan moncong motor ke dalam tikungan (corner entry).
  • Komparasi Lawan: Paket Aprilia RS-GP26 memiliki stabilitas haluan lebih baik, memungkinkan jalur balap (racing line) yang lebih presisi dan rapi.
  • Kompensasi Gaya Balap: Penggunaan teknik meluncur menyamping (sideways) ala supermoto justru mengorbankan kecepatan puncak di tikungan kencang (fast corners).
  • Fokus Balapan Utama: Perbaikan distribusi bobot dan setelan suspensi depan menjadi prioritas utama demi menjaga daya tahan ban hingga lap penutup.

BACA JUGA: Tembus Rekor Sejarah 1 Menit 29 Detik, Inilah Hasil Kualifikasi MotoGP Misano San Marino 2026: Bezzecchi Pole, Marquez P2, Bagnaia Terpuruk