F1  

Buntut Insiden Tikungan Pertama GP Italia, Ketegangan Lewis Hamilton dan Charles Leclerc di Ferrari Kian Memanas

Buntut Insiden Tikungan Pertama GP Italia, Ketegangan Lewis Hamilton dan Charles Leclerc di Ferrari Kian Memanas
Scuderia Ferrari - Dokumentasi IG: @scuderiaferrari

Situasi internal Scuderia Ferrari mendadak memanas seusai balapan kandang Formula 1 Grand Prix Italia, memicu mantan pembalap F1 Juan Pablo Montoya mendesak para petinggi Maranello untuk segera turun tangan meredakan ketegangan Lewis Hamilton dan Charles Leclerc di Ferrari.

Dikabarkan di laman Crash, Rabu (9/9/2026) bahwa gesekan antara dua pembalap bintang tersebut mencuat menyusul senggolan pada putaran pembuka di Autodromo Nazionale Monza yang menjadi awal dari mimpi buruk kubu tuan rumah.

Memulai balapan berdampingan dari baris kedua grid, Hamilton dan Leclerc langsung terlibat duel sengit memperebutkan posisi ketiga menuju Tikungan 1 (Prima Variante).

BACA JUGA: Ferrari Alami Mimpi Buruk, Inilah Hasil Race F1 GP Italia Monza 2026: Antonelli Juara di Monza

Insiden tak terhindarkan saat Leclerc memotong jalur, memaksa Hamilton keluar lintasan hingga meluncur ke area gravel. Juara dunia tujuh kali tersebut melorot jauh ke posisi ke-10, sementara Leclerc yang awalnya berhasil mempertahankan posisi justru mengalami kecelakaan parah di Tikungan Parabolica pada pengujung putaran kedua hingga terhenti dari balapan.

Hamilton akhirnya hanya sanggup menyelesaikan lomba di urutan keenam, menutup akhir pekan yang sangat mengecewakan bagi puluhan ribu Tifosi.

Perang Argumen: Leclerc Sebut Salah Berdua, Hamilton Membantah Keras

Tensi kedua pembalap meledak lewat pernyataan mereka pascabalap. Leclerc berdalih bahwa insiden di Tikungan 1 merupakan kesalahan bersama dari kedua pembalap (racing incident).

Namun, argumen tersebut langsung dibantah keras oleh Hamilton yang merasa dirinya menjadi korban manuver agresif rekan setimnya:

“Tidak ada kata ‘kami’ dalam insiden itu. Saya tidak pernah membalap secara kotor. Sepanjang karier, saya selalu membalap secara bersih, adil, dan selalu memberikan ruang bagi pembalap lain.”

BACA JUGA: Ini Posisi Starting Grid F1 GP Italia Monza 2026: Kejutan Pole Position Pierre Gasly

Melihat friksi yang kian meruncing, mantan pemenang tujuh Grand Prix, Juan Pablo Montoya, mengingatkan manajemen Ferrari bahwa perpecahan internal ini bisa menjadi bom waktu jika dibiarkan tanpa intervensi tegas dari jajaran direksi tertinggi:

“Manajemen Ferrari harus turun tangan, bukan hanya Fred Vasseur, tapi para bos di atas Fred harus mengumpulkan dan mendudukkan mereka berdua. Keduanya harus dipanggil ke Maranello pekan ini untuk berbicara secara serius.

Charles beralasan bahwa ia memperlakukan Lewis seperti pembalap lain di lintasan. Namun masalahnya, dia adalah rekan setim Anda. Anda wajib menghormati rekan setim dan yang terpenting, menghormati kepentingan tim.”

Tanggapan Vasseur dan Pupusnya Asa Team Order

Prinsipal Tim Scuderia Ferrari, Fred Vasseur, mengakui bahwa insiden yang melibatkan kedua mobilnya memberikan kerugian besar bagi perolehan poin konstruktor:

“Kami tentu memiliki waktu untuk membahas insiden ini bersama kedua pembalap. Namun yang pasti, hasil benturan di Tikungan 1 dan 2 itu sangat tidak bagus bagi tim.”

BACA JUGA: Taktik Curi Angin Mercedes Sukses, Simak Hasil FP3 F1 GP Italia Monza 2026: Russell Ungguli Hamilton

Akibat hasil minor di Monza, defisit poin Hamilton dari pemuncak klasemen sementara, Andrea Kimi Antonelli, kini melebar menjadi 76 poin. Meski Hamilton berhasil memperlebar keunggulan atas Leclerc menjadi 36 poin.

Meski Vasseur menegaskan bahwa saat ini masih terlalu dini bagi Ferrari untuk menerapkan prioritas pembalap utama (team order), Hamilton justru melontarkan respons bernada pesimistis.

Pembalap asal Inggris tersebut menilai langkah tim untuk memprioritaskan dirinya kini sudah “sangat terlambat”. Sebab makin jauhnya jarak poin dari perebutan gelar juara dunia 2026 dengan pemuncak klasemen sementara.