MotoGP  

Selisih Poin Menipis, Simak Respon Jorge Martin Hadapi Marc Marquez Jelang Seri Misano

Selisih Poin Menipis, Simak Respon Jorge Martin Hadapi Marc Marquez Jelang Seri Misano
Jorge Martin - Dokumentasi : (c) Michelin

Ketenangan dan rasa percaya diri tinggi diperlihatkan oleh pemuncak klasemen sementara kejuaraan dunia dalam respon Jorge Martin hadapi Marc Marquez seusai berakhirnya balapan di MotorLand Aragon.

Kendati keunggulan poinnya terpangkas signifikan usai Marquez menyapu bersih kemenangan di Sprint dan balapan utama. Namun pembalap Aprilia Racing tersebut menegaskan dirinya sama sekali tidak gentar. Bahkan ia siap meladeni perlawanan sengit sang juara dunia bertahan demi mahkota MotoGP 2026.

Martin mengakui bahwa akhir pekan di Aragon berjalan sangat berat baginya. Martin hanya mampu mengamankan finis kelima di kedua balapan tanpa meraih podium.

BACA JUGA: Pengakuan Marc Marquez di Aragon: Seharusnya Pimpin Balapan Sejak Lap 1 Tanpa Insiden Rear Device

Kendati demikian, pembalap berjuluk Martinator itu merasa luar biasa karena masih memegang kendali di puncak klasemen dengan 256 poin. Martin unggul 19 angka atas Marc Marquez (237 poin) dan 24 angka atas rekan setimnya, Marco Bezzecchi (232 poin).

Mengingat dirinya masih dalam fase adaptasi dengan motor Aprilia RS-GP, Martin menyebut statusnya sebagai pemuncak klasemen sebagai torehan yang luar biasa (crazy):

“Saya merasa kedua pembalap, Marco dan Marc, adalah penantang gelar juara bersama saya. Meskipun saya masih dalam proses belajar dengan Aprilia, saya tetap memimpin klasemen.

Ini gila. Saya sangat bahagia. Saya yakin mulai sekarang saya bisa menjaga posisi puncak ini, bahkan jika Marc berhasil mengejar sekalipun. Masih ada beberapa sirkuit yang sangat bagus untuk saya, dan saya berharap semua pelajaran dari 14 balapan ini bisa membantu saya bertarung hingga akhir.”

Evaluasi Masalah Aragon dan Tolak Cari Alasan

Setelah mencatatkan kemenangan ganda spektakuler di Le Mans pada awal musim, performa Martin sempat menurun dengan hanya meraih satu kemenangan Sprint dalam 16 balapan terakhir. Meski absen di Aragon tahun lalu akibat cedera, pembalap asal Spanyol itu enggan menjadikannya sebagai pembenaran atas hasil minor kali ini:

BACA JUGA: Nyaris Kehilangan Kemenangan, Simak Blunder Marc Marquez di MotoGP Aragon

“Itu bukan alasan, karena ada beberapa seri di mana saya tidak membalap tahun lalu tetapi tetap bisa melaju cepat. Jadi ya, saya memang kesulitan di sini. Kami mencoba menjaga semuanya tetap sederhana dengan tidak terlalu banyak mengubah setelan motor.

Namun pada akhirnya, hari ini saya membutuhkan bantuan lebih pada motor… Bahkan Marco (Bezzecchi), yang hampir menjadi favorit terkuat, juga mengalami kesulitan selama balapan.

Ini bagian dari kejuaraan. Di beberapa sirkuit Aprilia lebih kuat, di trek lain kami lebih lemah. Yang terpenting adalah terus belajar, membangun kecepatan dan rasa percaya diri, lalu menatap seri berikutnya dengan optimisme.”

Tatapan Optimistis Menuju Misano

Persaingan perebutan takhta juara dunia dipastikan bakal semakin sengit menuju Sirkuit Misano akhir pekan depan.

Dengan selisih poin yang sangat rapat di antara Martin, Marquez, dan Bezzecchi, pucuk pimpinan klasemen secara matematis berpeluang kembali berganti pemilik.

BACA JUGA: Usai Seri Aragon, Cek Klasemen Sementara MotoGP 2026: Persaingan Martin, Marquez, dan Bezzecchi Memanas

Kendati demikian, karakteristik Sirkuit Misano yang sarat tikungan cepat ke kanan dinilai Martin sangat cocok dengan kekuatan motor RS-GP dan gaya balapnya:

“Misano adalah sirkuit yang sangat saya sukai, lintasannya memiliki tingkat cengkeraman (grip) yang sangat tinggi.

Saya yakin dengan perpaduan motor Aprilia dan gaya berkendara saya, kami bisa segera bangkit (bounce back) dan kembali tampil cepat di barisan depan.”